alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Disarankan Sesuai Kemampuan Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbagai model untuk menyiasati kegiatan belajar mengajar (KBM) selama pandemi belakangan tampak seperti memberikan keluwesan kepada sekolah-sekolah. Di mana sekolah bisa menerapkan model pembelajaran apa pun, senyampang itu tidak memberatkan dan bisa dijalankan.

Tak ayal, berbagai metode seperti daring, tatap muka terbatas, hingga penggabungan kedua metode tersebut menjadi pilihan. Namun, penggunaan ketiga metode tersebut belum dibarengi dengan kriteria atau standar ketercapaian belajar yang seragam.

Guru Besar Ilmu Pendidikan dari FKIP Universitas Jember Prof Dafik menjelaskan, sejak pemerintah membuat kebijakan penghapusan UN pada Maret lalu, secara akademik hal itu tidak bertentangan. Namun, meskipun sudah tertuang dalam K-13, hal itu perlu ada keterlibatan pemerintah. Utamanya dalam standarisasi ketercapaian atau dalam penilaian. “Siapa pun yang menilai, asalkan berpedoman pada indikator penilaian yang ada, maka penilaian standar dapat dilaksanakan,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbagai model untuk menyiasati kegiatan belajar mengajar (KBM) selama pandemi belakangan tampak seperti memberikan keluwesan kepada sekolah-sekolah. Di mana sekolah bisa menerapkan model pembelajaran apa pun, senyampang itu tidak memberatkan dan bisa dijalankan.

Tak ayal, berbagai metode seperti daring, tatap muka terbatas, hingga penggabungan kedua metode tersebut menjadi pilihan. Namun, penggunaan ketiga metode tersebut belum dibarengi dengan kriteria atau standar ketercapaian belajar yang seragam.

Guru Besar Ilmu Pendidikan dari FKIP Universitas Jember Prof Dafik menjelaskan, sejak pemerintah membuat kebijakan penghapusan UN pada Maret lalu, secara akademik hal itu tidak bertentangan. Namun, meskipun sudah tertuang dalam K-13, hal itu perlu ada keterlibatan pemerintah. Utamanya dalam standarisasi ketercapaian atau dalam penilaian. “Siapa pun yang menilai, asalkan berpedoman pada indikator penilaian yang ada, maka penilaian standar dapat dilaksanakan,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbagai model untuk menyiasati kegiatan belajar mengajar (KBM) selama pandemi belakangan tampak seperti memberikan keluwesan kepada sekolah-sekolah. Di mana sekolah bisa menerapkan model pembelajaran apa pun, senyampang itu tidak memberatkan dan bisa dijalankan.

Tak ayal, berbagai metode seperti daring, tatap muka terbatas, hingga penggabungan kedua metode tersebut menjadi pilihan. Namun, penggunaan ketiga metode tersebut belum dibarengi dengan kriteria atau standar ketercapaian belajar yang seragam.

Guru Besar Ilmu Pendidikan dari FKIP Universitas Jember Prof Dafik menjelaskan, sejak pemerintah membuat kebijakan penghapusan UN pada Maret lalu, secara akademik hal itu tidak bertentangan. Namun, meskipun sudah tertuang dalam K-13, hal itu perlu ada keterlibatan pemerintah. Utamanya dalam standarisasi ketercapaian atau dalam penilaian. “Siapa pun yang menilai, asalkan berpedoman pada indikator penilaian yang ada, maka penilaian standar dapat dilaksanakan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/