alexametrics
23.4 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Rekanan Aspal Multiyears Akui Teledor

Mobile_AP_Rectangle 1

UMBULSARI, Radar Jember – Asal muasal kerusakan jalan aspal multiyears akhirnya mulai terkuak. Sejumlah rekanan yang menggarap perbaikan sejumlah ruas jalan itu mulai angkat bicara. Mereka mengaku memang ada beberapa kesalahan dalam proses pengerjaannya.

BACA JUGA : Istikamah di Dunia PDAM, Ingin Sinergikan Ilmu Hukum dan Manajemen

“Faktor kerusakan diperkirakan karena pencampuran aspal dengan agregat yang kurang presisi. Juga mungkin akibat kesalahan teknis operasionalnya ketika aspal dihamparkan,” urai Direktur PT Tanjong Harapan Amrullah, Sabtu (2/7) kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rekanan penggarap ruas jalan di Kecamatan Umbulsari dan sekitarnya itu menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya membeli bahan dari perusahaan pengolah aspal yang baru berdiri. Yakni PT Dita Anugerah, perusahaan AMP (asphalt mixing plant) yang tergolong baru. Bukan aspal yang mestinya dibeli kepada PT BKU seperti termuat dalam dokumen penawaran tender oleh PT Tanjong Harapan.

Selain itu, kata Amrullah, PT BKU dinilainya juga tidak cukup waktu untuk memproduksi aspal. Sehingga langkah membeli aspal ke PT Dita Anugerah terpaksa harus dipilih. “PT Dita Anugerah ini AMP baru, mungkin ada problem produksi, mungkin pula material kurang bersih,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, PT Tanjong Harapan menjalin kontrak dengan Dinas PU Bina Marga Jember untuk memperbaiki jalan di Kecamatan Umbulsari sepanjang 23 kilometer. Nilai kontrak itu Rp 16,7 miliar. Namun demikian, Amrullah mengklaim, capaian pekerjaan yang dilakukannya sudah pada kisaran 67 persen atau setara panjang jalan sekira 15 hingga 16 kilometer. Tersisa tanggungan yang proses digarap antara 7 hingga 8 kilometer lagi.

Dia menambahkan, sebenarnya hasil pekerjaan pengaspalannya itu masih masuk masa perawatan perusahaannya. Dia menjanjikan bakal segera melakukan perbaikan di titik kerusakan tersebut. “Masih ada masa pemeliharaan. Kalau ada yang harus kami perbaiki, kami perbaiki. Minggu depan akan kami lapisi, biar bagus,” ucapnya.

- Advertisement -

UMBULSARI, Radar Jember – Asal muasal kerusakan jalan aspal multiyears akhirnya mulai terkuak. Sejumlah rekanan yang menggarap perbaikan sejumlah ruas jalan itu mulai angkat bicara. Mereka mengaku memang ada beberapa kesalahan dalam proses pengerjaannya.

BACA JUGA : Istikamah di Dunia PDAM, Ingin Sinergikan Ilmu Hukum dan Manajemen

“Faktor kerusakan diperkirakan karena pencampuran aspal dengan agregat yang kurang presisi. Juga mungkin akibat kesalahan teknis operasionalnya ketika aspal dihamparkan,” urai Direktur PT Tanjong Harapan Amrullah, Sabtu (2/7) kemarin.

Rekanan penggarap ruas jalan di Kecamatan Umbulsari dan sekitarnya itu menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya membeli bahan dari perusahaan pengolah aspal yang baru berdiri. Yakni PT Dita Anugerah, perusahaan AMP (asphalt mixing plant) yang tergolong baru. Bukan aspal yang mestinya dibeli kepada PT BKU seperti termuat dalam dokumen penawaran tender oleh PT Tanjong Harapan.

Selain itu, kata Amrullah, PT BKU dinilainya juga tidak cukup waktu untuk memproduksi aspal. Sehingga langkah membeli aspal ke PT Dita Anugerah terpaksa harus dipilih. “PT Dita Anugerah ini AMP baru, mungkin ada problem produksi, mungkin pula material kurang bersih,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, PT Tanjong Harapan menjalin kontrak dengan Dinas PU Bina Marga Jember untuk memperbaiki jalan di Kecamatan Umbulsari sepanjang 23 kilometer. Nilai kontrak itu Rp 16,7 miliar. Namun demikian, Amrullah mengklaim, capaian pekerjaan yang dilakukannya sudah pada kisaran 67 persen atau setara panjang jalan sekira 15 hingga 16 kilometer. Tersisa tanggungan yang proses digarap antara 7 hingga 8 kilometer lagi.

Dia menambahkan, sebenarnya hasil pekerjaan pengaspalannya itu masih masuk masa perawatan perusahaannya. Dia menjanjikan bakal segera melakukan perbaikan di titik kerusakan tersebut. “Masih ada masa pemeliharaan. Kalau ada yang harus kami perbaiki, kami perbaiki. Minggu depan akan kami lapisi, biar bagus,” ucapnya.

UMBULSARI, Radar Jember – Asal muasal kerusakan jalan aspal multiyears akhirnya mulai terkuak. Sejumlah rekanan yang menggarap perbaikan sejumlah ruas jalan itu mulai angkat bicara. Mereka mengaku memang ada beberapa kesalahan dalam proses pengerjaannya.

BACA JUGA : Istikamah di Dunia PDAM, Ingin Sinergikan Ilmu Hukum dan Manajemen

“Faktor kerusakan diperkirakan karena pencampuran aspal dengan agregat yang kurang presisi. Juga mungkin akibat kesalahan teknis operasionalnya ketika aspal dihamparkan,” urai Direktur PT Tanjong Harapan Amrullah, Sabtu (2/7) kemarin.

Rekanan penggarap ruas jalan di Kecamatan Umbulsari dan sekitarnya itu menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya membeli bahan dari perusahaan pengolah aspal yang baru berdiri. Yakni PT Dita Anugerah, perusahaan AMP (asphalt mixing plant) yang tergolong baru. Bukan aspal yang mestinya dibeli kepada PT BKU seperti termuat dalam dokumen penawaran tender oleh PT Tanjong Harapan.

Selain itu, kata Amrullah, PT BKU dinilainya juga tidak cukup waktu untuk memproduksi aspal. Sehingga langkah membeli aspal ke PT Dita Anugerah terpaksa harus dipilih. “PT Dita Anugerah ini AMP baru, mungkin ada problem produksi, mungkin pula material kurang bersih,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, PT Tanjong Harapan menjalin kontrak dengan Dinas PU Bina Marga Jember untuk memperbaiki jalan di Kecamatan Umbulsari sepanjang 23 kilometer. Nilai kontrak itu Rp 16,7 miliar. Namun demikian, Amrullah mengklaim, capaian pekerjaan yang dilakukannya sudah pada kisaran 67 persen atau setara panjang jalan sekira 15 hingga 16 kilometer. Tersisa tanggungan yang proses digarap antara 7 hingga 8 kilometer lagi.

Dia menambahkan, sebenarnya hasil pekerjaan pengaspalannya itu masih masuk masa perawatan perusahaannya. Dia menjanjikan bakal segera melakukan perbaikan di titik kerusakan tersebut. “Masih ada masa pemeliharaan. Kalau ada yang harus kami perbaiki, kami perbaiki. Minggu depan akan kami lapisi, biar bagus,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/