alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Perempuan Lebih Rentan Osteoporosis

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR, RADARJEMBER.ID – Osteoporosis atau pengeroposan tulang tidak akan bisa dihindari oleh semua orang. Namun, kebanyakan lebih cepat terjadi pada wanita. Sebab, wanita akan lebih rentan terkena pengeroposan tulang daripada laki-laki, terutama saat menopause. Minum susu pun tak cukup. Solusinya adalah terus bergerak untuk menghindari pengeroposan tulang.

dr Maksum PandelimaSpOT, dokter spesialis ortopedi, menjelaskan, wanita itu lebih rentan terkena osteoporosis karena persoalan hormon. Laki-laki punya hormon yang selalu seimbang hingga tua sekalipun. Sementara untuk perempuan, hormonnya tidak bisa seimbang saat tua nanti.

Terlebih lagi saat memasuki menopause atau tidak haid lagi, perempuan memiliki risiko hingga lebih besar mengalami penyakit ini. Perubahan hormon, terutama hormon estrogen, disebut mempengaruhi risiko untuk melindungi tulang. “Di usia 50 sampai 55 tahun, wanita sudah memasuki masa menopause,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Risiko osteoporosis, lanjut dia, juga terjadi pada perempuan yang memilih untuk mengangkat rahimnya. Perempuan yang telah rahimnya diangkat juga akan mengalami ketidakseimbangan hormon. “Orang-orang yang pernah rahimnya diangkat atau disteril, lebih memungkinkan atau bahkan hampir 100 persen memiliki potensi osteoporosis, walau perempuan itu dikatakan usianya belum mencapai usia menopause,” kata dokter yang menjabat sebagai Kepala RS Baladhika Husada Jember tersebut.

- Advertisement -

RADAR, RADARJEMBER.ID – Osteoporosis atau pengeroposan tulang tidak akan bisa dihindari oleh semua orang. Namun, kebanyakan lebih cepat terjadi pada wanita. Sebab, wanita akan lebih rentan terkena pengeroposan tulang daripada laki-laki, terutama saat menopause. Minum susu pun tak cukup. Solusinya adalah terus bergerak untuk menghindari pengeroposan tulang.

dr Maksum PandelimaSpOT, dokter spesialis ortopedi, menjelaskan, wanita itu lebih rentan terkena osteoporosis karena persoalan hormon. Laki-laki punya hormon yang selalu seimbang hingga tua sekalipun. Sementara untuk perempuan, hormonnya tidak bisa seimbang saat tua nanti.

Terlebih lagi saat memasuki menopause atau tidak haid lagi, perempuan memiliki risiko hingga lebih besar mengalami penyakit ini. Perubahan hormon, terutama hormon estrogen, disebut mempengaruhi risiko untuk melindungi tulang. “Di usia 50 sampai 55 tahun, wanita sudah memasuki masa menopause,” paparnya.

Risiko osteoporosis, lanjut dia, juga terjadi pada perempuan yang memilih untuk mengangkat rahimnya. Perempuan yang telah rahimnya diangkat juga akan mengalami ketidakseimbangan hormon. “Orang-orang yang pernah rahimnya diangkat atau disteril, lebih memungkinkan atau bahkan hampir 100 persen memiliki potensi osteoporosis, walau perempuan itu dikatakan usianya belum mencapai usia menopause,” kata dokter yang menjabat sebagai Kepala RS Baladhika Husada Jember tersebut.

RADAR, RADARJEMBER.ID – Osteoporosis atau pengeroposan tulang tidak akan bisa dihindari oleh semua orang. Namun, kebanyakan lebih cepat terjadi pada wanita. Sebab, wanita akan lebih rentan terkena pengeroposan tulang daripada laki-laki, terutama saat menopause. Minum susu pun tak cukup. Solusinya adalah terus bergerak untuk menghindari pengeroposan tulang.

dr Maksum PandelimaSpOT, dokter spesialis ortopedi, menjelaskan, wanita itu lebih rentan terkena osteoporosis karena persoalan hormon. Laki-laki punya hormon yang selalu seimbang hingga tua sekalipun. Sementara untuk perempuan, hormonnya tidak bisa seimbang saat tua nanti.

Terlebih lagi saat memasuki menopause atau tidak haid lagi, perempuan memiliki risiko hingga lebih besar mengalami penyakit ini. Perubahan hormon, terutama hormon estrogen, disebut mempengaruhi risiko untuk melindungi tulang. “Di usia 50 sampai 55 tahun, wanita sudah memasuki masa menopause,” paparnya.

Risiko osteoporosis, lanjut dia, juga terjadi pada perempuan yang memilih untuk mengangkat rahimnya. Perempuan yang telah rahimnya diangkat juga akan mengalami ketidakseimbangan hormon. “Orang-orang yang pernah rahimnya diangkat atau disteril, lebih memungkinkan atau bahkan hampir 100 persen memiliki potensi osteoporosis, walau perempuan itu dikatakan usianya belum mencapai usia menopause,” kata dokter yang menjabat sebagai Kepala RS Baladhika Husada Jember tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/