alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Proses Panjang Menuju KLA

Target Naik Tingkat dari Pratama ke Madya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Demi mewujudkan predikat Jember sebagai kabupaten layak anak (KLA), proses verifikasi kini dilangsungkan. Berbagai persiapan telah dilakukan. Utamanya yang bersifat administratif.

Dalam penilaian verifikasi ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) melibatkan 20 organisasi perangkat daerah yang dianggap krusial untuk mewujudkan Jember Kabupaten Layak Anak. Di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, dan masih banyak lainnya.

Dalam prosesnya yang dilakukan secara hybrid alias daring dan luring, semua OPD melakukan pelaporan secara normatif. Misalnya Dinas Kesehatan yang diwakili Plt Kadinkes dr Wiwik Supratiwi, yang menjelaskan bahwa hingga saat ini Jember telah memiliki 50 puskesmas ramah anak yang telah terakreditasi. Serta 28 puskesmas ramah anak yang akan reakreditasi. Sementara, tenaga kesehatan terlatih sejumlah 12 orang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengungkapkan, peranan Dinkes dalam pemenuhan puskesmas ramah anak menjadi salah satu upaya untuk pemenuhan hak-hak anak. “Maka dengan itu, pemenuhan hak anak sejak dari ranah kesehatan paling kecil telah terpenuhi,” ujarnya.

Kabid Perlindungan Anak DP3KB Joko Sutriwanto menjelaskan bahwa pada penilaian verifikasi, pihaknya menargetkan Jember akan naik tingkat dari pratama ke madya. Sehingga secara otomatis naik dari skor sebelumnya, yang mencapai 950. “Menjadi kabupaten layak anak itu ada tahapannya. Dari pratama ke madya. Agak sulit jika langsung jadi kabupaten layak anak (KLA),” ungkap Joko.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Demi mewujudkan predikat Jember sebagai kabupaten layak anak (KLA), proses verifikasi kini dilangsungkan. Berbagai persiapan telah dilakukan. Utamanya yang bersifat administratif.

Dalam penilaian verifikasi ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) melibatkan 20 organisasi perangkat daerah yang dianggap krusial untuk mewujudkan Jember Kabupaten Layak Anak. Di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, dan masih banyak lainnya.

Dalam prosesnya yang dilakukan secara hybrid alias daring dan luring, semua OPD melakukan pelaporan secara normatif. Misalnya Dinas Kesehatan yang diwakili Plt Kadinkes dr Wiwik Supratiwi, yang menjelaskan bahwa hingga saat ini Jember telah memiliki 50 puskesmas ramah anak yang telah terakreditasi. Serta 28 puskesmas ramah anak yang akan reakreditasi. Sementara, tenaga kesehatan terlatih sejumlah 12 orang.

Dia mengungkapkan, peranan Dinkes dalam pemenuhan puskesmas ramah anak menjadi salah satu upaya untuk pemenuhan hak-hak anak. “Maka dengan itu, pemenuhan hak anak sejak dari ranah kesehatan paling kecil telah terpenuhi,” ujarnya.

Kabid Perlindungan Anak DP3KB Joko Sutriwanto menjelaskan bahwa pada penilaian verifikasi, pihaknya menargetkan Jember akan naik tingkat dari pratama ke madya. Sehingga secara otomatis naik dari skor sebelumnya, yang mencapai 950. “Menjadi kabupaten layak anak itu ada tahapannya. Dari pratama ke madya. Agak sulit jika langsung jadi kabupaten layak anak (KLA),” ungkap Joko.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Demi mewujudkan predikat Jember sebagai kabupaten layak anak (KLA), proses verifikasi kini dilangsungkan. Berbagai persiapan telah dilakukan. Utamanya yang bersifat administratif.

Dalam penilaian verifikasi ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) melibatkan 20 organisasi perangkat daerah yang dianggap krusial untuk mewujudkan Jember Kabupaten Layak Anak. Di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, dan masih banyak lainnya.

Dalam prosesnya yang dilakukan secara hybrid alias daring dan luring, semua OPD melakukan pelaporan secara normatif. Misalnya Dinas Kesehatan yang diwakili Plt Kadinkes dr Wiwik Supratiwi, yang menjelaskan bahwa hingga saat ini Jember telah memiliki 50 puskesmas ramah anak yang telah terakreditasi. Serta 28 puskesmas ramah anak yang akan reakreditasi. Sementara, tenaga kesehatan terlatih sejumlah 12 orang.

Dia mengungkapkan, peranan Dinkes dalam pemenuhan puskesmas ramah anak menjadi salah satu upaya untuk pemenuhan hak-hak anak. “Maka dengan itu, pemenuhan hak anak sejak dari ranah kesehatan paling kecil telah terpenuhi,” ujarnya.

Kabid Perlindungan Anak DP3KB Joko Sutriwanto menjelaskan bahwa pada penilaian verifikasi, pihaknya menargetkan Jember akan naik tingkat dari pratama ke madya. Sehingga secara otomatis naik dari skor sebelumnya, yang mencapai 950. “Menjadi kabupaten layak anak itu ada tahapannya. Dari pratama ke madya. Agak sulit jika langsung jadi kabupaten layak anak (KLA),” ungkap Joko.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/