alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Sebagian Warga Desa Suger Kidul Salat Idul Fitri Terlebih Dahulu

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Sebagian warga yang berada di perbatasan Kabupaten Jember dan Bondowoso, Selasa hari ini (4/6) melaksanakan salat Idul Fitri 1440 H terlebih dahulu. Mereka merayakan lebaran lebih awal dari yang sudah ditetapkan pemerintah.
Sebagian warga tersebut tinggal di sekitar lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Mahfilud Durror, Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk.

Ponpes itu sendiri punya metode sendiri untuk menentukan awal puasa dan salat hari raya Idul Fitri, yang jatuh pada hari ini, Selasa 4 Juni. Metode itu dibenarkan oleh pengasuh Ponpes yang sudah menjadi generasi ketiga, yakni KH Ali Wafa. Metode tersebut berbeda yang digunakan oleh pemerintah, Muhammadiyah dan NU.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, warga sekitar Ponpes mulai dari menggelar salat tarawih, melaksanakan ibadah puasa, sampai salat Idul Fitri terlebih dahulu. Sebelumnya, ponpes Mahfilud Durror mengadakan salat tarawih 4 Mei malam lalu, dan melaksanakan ibadah puasa tanggal 5 Mei.

Mobile_AP_Rectangle 2

Metode yang digunakan Ponpes Mahfilud Durror berdasarkan kitab Nazhatul Majalis, karangan Syech Aburrohman As Shufuri As Syafi’i, menggunakan acuan sistem khumasi dari bahasa Arab, yang artinya lima (khomsatun).

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Sebagian warga yang berada di perbatasan Kabupaten Jember dan Bondowoso, Selasa hari ini (4/6) melaksanakan salat Idul Fitri 1440 H terlebih dahulu. Mereka merayakan lebaran lebih awal dari yang sudah ditetapkan pemerintah.
Sebagian warga tersebut tinggal di sekitar lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Mahfilud Durror, Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk.

Ponpes itu sendiri punya metode sendiri untuk menentukan awal puasa dan salat hari raya Idul Fitri, yang jatuh pada hari ini, Selasa 4 Juni. Metode itu dibenarkan oleh pengasuh Ponpes yang sudah menjadi generasi ketiga, yakni KH Ali Wafa. Metode tersebut berbeda yang digunakan oleh pemerintah, Muhammadiyah dan NU.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, warga sekitar Ponpes mulai dari menggelar salat tarawih, melaksanakan ibadah puasa, sampai salat Idul Fitri terlebih dahulu. Sebelumnya, ponpes Mahfilud Durror mengadakan salat tarawih 4 Mei malam lalu, dan melaksanakan ibadah puasa tanggal 5 Mei.

Metode yang digunakan Ponpes Mahfilud Durror berdasarkan kitab Nazhatul Majalis, karangan Syech Aburrohman As Shufuri As Syafi’i, menggunakan acuan sistem khumasi dari bahasa Arab, yang artinya lima (khomsatun).

RADARJEMBER.ID – Sebagian warga yang berada di perbatasan Kabupaten Jember dan Bondowoso, Selasa hari ini (4/6) melaksanakan salat Idul Fitri 1440 H terlebih dahulu. Mereka merayakan lebaran lebih awal dari yang sudah ditetapkan pemerintah.
Sebagian warga tersebut tinggal di sekitar lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Mahfilud Durror, Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk.

Ponpes itu sendiri punya metode sendiri untuk menentukan awal puasa dan salat hari raya Idul Fitri, yang jatuh pada hari ini, Selasa 4 Juni. Metode itu dibenarkan oleh pengasuh Ponpes yang sudah menjadi generasi ketiga, yakni KH Ali Wafa. Metode tersebut berbeda yang digunakan oleh pemerintah, Muhammadiyah dan NU.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, warga sekitar Ponpes mulai dari menggelar salat tarawih, melaksanakan ibadah puasa, sampai salat Idul Fitri terlebih dahulu. Sebelumnya, ponpes Mahfilud Durror mengadakan salat tarawih 4 Mei malam lalu, dan melaksanakan ibadah puasa tanggal 5 Mei.

Metode yang digunakan Ponpes Mahfilud Durror berdasarkan kitab Nazhatul Majalis, karangan Syech Aburrohman As Shufuri As Syafi’i, menggunakan acuan sistem khumasi dari bahasa Arab, yang artinya lima (khomsatun).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/