alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Minta THR, Lurah Dicopot, Bupati Juga Lantik Kades PAW

Mobile_AP_Rectangle 1

“Kemarin, ada pungli. Tadi langsung dicopot,” dr Faida MMR (Bupati Jember)

KALIWATES – Bupati Faida melantik kepala desa (Kades) pengganti antar waktu (PAW) Nogosari, Kecamatan Rambipuji. Usai melantik satu-satunya kades di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Kamis (31/5) kemarin, bupati juga mengumumkan pencopotan Lurah Mangli, Kecamatan Kaliwates.
Kepada Jawa Pos Radar Jember, bupati menemukan bukti bahwa lurah berinisial TI itu telah melanggar integritas dan semangat tegak lurus. Bahkan, kata Faida, oknum lurah tersebut telah mencoreng pemerintahan antipungli. “Kemarin (Rabu, Red), ada pungli. Dan tadi pagi (kemarin, Red) langsung dicopot,” kata bupati.
Modus yang dilakukan oknum lurah ‘nakal’ tersebut, yakni menyebar surat dengan kop pemerintahan Kelurahan Mangli, lengkap dengan tanda tangan yang bersangkutan, disertai stempel basah. Surat yang disebar juga dilengkapi dengan nomor surat. Sedangkan perihal surat, tertulis Partisipasi Kesejahteraan Perangkat Kelurahan Mangli.
Bupati tegas melarang semua pejabat maupun aparatur sipil negara (ASN) meminta-minta THR pada pengusaha atau pihak lain. Apalagi, sampai berani mengeluarkan surat resmi untuk pungli. “Saya sebut itu mencoreng citra pemerintahan, yang mulai kami tata antipungli dan tidak korupsi,” tuturnya.
Kepada siapa pun, termasuk pada Kades Nogosari yang baru dilantik (Esa Hosada), bupati menitipkan pesan kepemimpinan berintegritas. Sebab, katanya, saat ini eranya pemimpin jujur yang bisa berprestasi. “Pintar saja tidak cukup. Negeri ini butuh pemimpin jujur,” tegasnya.
Esa Hosada dilantik sendirian, karena pelaksanaan Pilkades PAW di desanya digelar hanya sendirian. Katanya, masa jabatan Esa melanjutkan sisa jabatan kades sebelumnya, yang kini masih dihukum karena kasus korupsi.

- Advertisement -

“Kemarin, ada pungli. Tadi langsung dicopot,” dr Faida MMR (Bupati Jember)

KALIWATES – Bupati Faida melantik kepala desa (Kades) pengganti antar waktu (PAW) Nogosari, Kecamatan Rambipuji. Usai melantik satu-satunya kades di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Kamis (31/5) kemarin, bupati juga mengumumkan pencopotan Lurah Mangli, Kecamatan Kaliwates.
Kepada Jawa Pos Radar Jember, bupati menemukan bukti bahwa lurah berinisial TI itu telah melanggar integritas dan semangat tegak lurus. Bahkan, kata Faida, oknum lurah tersebut telah mencoreng pemerintahan antipungli. “Kemarin (Rabu, Red), ada pungli. Dan tadi pagi (kemarin, Red) langsung dicopot,” kata bupati.
Modus yang dilakukan oknum lurah ‘nakal’ tersebut, yakni menyebar surat dengan kop pemerintahan Kelurahan Mangli, lengkap dengan tanda tangan yang bersangkutan, disertai stempel basah. Surat yang disebar juga dilengkapi dengan nomor surat. Sedangkan perihal surat, tertulis Partisipasi Kesejahteraan Perangkat Kelurahan Mangli.
Bupati tegas melarang semua pejabat maupun aparatur sipil negara (ASN) meminta-minta THR pada pengusaha atau pihak lain. Apalagi, sampai berani mengeluarkan surat resmi untuk pungli. “Saya sebut itu mencoreng citra pemerintahan, yang mulai kami tata antipungli dan tidak korupsi,” tuturnya.
Kepada siapa pun, termasuk pada Kades Nogosari yang baru dilantik (Esa Hosada), bupati menitipkan pesan kepemimpinan berintegritas. Sebab, katanya, saat ini eranya pemimpin jujur yang bisa berprestasi. “Pintar saja tidak cukup. Negeri ini butuh pemimpin jujur,” tegasnya.
Esa Hosada dilantik sendirian, karena pelaksanaan Pilkades PAW di desanya digelar hanya sendirian. Katanya, masa jabatan Esa melanjutkan sisa jabatan kades sebelumnya, yang kini masih dihukum karena kasus korupsi.

“Kemarin, ada pungli. Tadi langsung dicopot,” dr Faida MMR (Bupati Jember)

KALIWATES – Bupati Faida melantik kepala desa (Kades) pengganti antar waktu (PAW) Nogosari, Kecamatan Rambipuji. Usai melantik satu-satunya kades di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Kamis (31/5) kemarin, bupati juga mengumumkan pencopotan Lurah Mangli, Kecamatan Kaliwates.
Kepada Jawa Pos Radar Jember, bupati menemukan bukti bahwa lurah berinisial TI itu telah melanggar integritas dan semangat tegak lurus. Bahkan, kata Faida, oknum lurah tersebut telah mencoreng pemerintahan antipungli. “Kemarin (Rabu, Red), ada pungli. Dan tadi pagi (kemarin, Red) langsung dicopot,” kata bupati.
Modus yang dilakukan oknum lurah ‘nakal’ tersebut, yakni menyebar surat dengan kop pemerintahan Kelurahan Mangli, lengkap dengan tanda tangan yang bersangkutan, disertai stempel basah. Surat yang disebar juga dilengkapi dengan nomor surat. Sedangkan perihal surat, tertulis Partisipasi Kesejahteraan Perangkat Kelurahan Mangli.
Bupati tegas melarang semua pejabat maupun aparatur sipil negara (ASN) meminta-minta THR pada pengusaha atau pihak lain. Apalagi, sampai berani mengeluarkan surat resmi untuk pungli. “Saya sebut itu mencoreng citra pemerintahan, yang mulai kami tata antipungli dan tidak korupsi,” tuturnya.
Kepada siapa pun, termasuk pada Kades Nogosari yang baru dilantik (Esa Hosada), bupati menitipkan pesan kepemimpinan berintegritas. Sebab, katanya, saat ini eranya pemimpin jujur yang bisa berprestasi. “Pintar saja tidak cukup. Negeri ini butuh pemimpin jujur,” tegasnya.
Esa Hosada dilantik sendirian, karena pelaksanaan Pilkades PAW di desanya digelar hanya sendirian. Katanya, masa jabatan Esa melanjutkan sisa jabatan kades sebelumnya, yang kini masih dihukum karena kasus korupsi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/