alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Tosan, Pemuda Awe-Awe di Jalur Gumitir

Pengguna jalan yang kerap melintasi Jalur Gumitir, pasti sering melihat warga yang awe-awe. Di belokan tertajam, ada pria bernama Tosan. Di kalangan sopir truk, namanya cukup terkenal karena suka membantu pengaturan lalin.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pagi itu, Tosan telah siap berdiri di belokan tertajam di atas Gumitir. Pria asal Dusun Pasar Alas, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo itu, sudah cukup lama mengabdikan dirinya menjadi “petugas” awe-awe untuk membantu pengaturan lalu lintas. Selama puasa dan Lebaran, dia pun tetap semangat melakukan aktivitasnya.

Baca Juga : Warga Asal Arjasa Bikin Petasan, Terancam Gagal Lebaran Bareng Keluarga

Untuk mengenali pria 25 tahun ini, bisa dibilang mudah. Cukup datang ke sebuah pos di pengkolan jalur tertajam di Gumitir, bisa langsung menemukannya. Saat itu, Tosan pun memegang bendera merah putih dari plastik, mengatur lalu lintas. Sesekali setiap kendaraan roda empat dan pengendara motor lewat, dia pun mengangkat bendera di tangan kanannya. Dia seakan memahami tanda aman, tanda di mana orang harus pelan, dan kapan pengendara harus berhenti sejenak demi mencegah tabrakan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Yak kadek,” serunya sambil menunjukkan jempolnya kepada pengendara yang melintas sebelah Watu Gudang kalau dari arah Jember. Dia cukup ramah dan sopan kepada setiap pengguna jalan yang melintas. Bahkan banyak yang sudah kenal dengan wajah Tosan yang kurus dan menggunakan kaus ada kadarnya tersebut.

Bahkan ketika ada dua kendaraan besar yang sama-sama mendekat di jalan yang menikung, Tosan langsung berlari dan menghentikan salah satu kendaraan yang dari arah berlawanan. Hal ini agar dua kendaraan besar tersebut tidak crash di tikungan tajam tersebut.

Baru setelah kendaraan besar dari arah berlawanan itu lolos di jalan yang menikung, Tosan langsung berpindah lagi memberi aba-aba agar kendaraan tersebut terus melanjutkan perjalanannya. Tidak semua sopir dan pengendara motor yang melintas itu memberikan uang kepada Tosan yang mengaku mempunyai dua anak yang masih kecil.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pagi itu, Tosan telah siap berdiri di belokan tertajam di atas Gumitir. Pria asal Dusun Pasar Alas, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo itu, sudah cukup lama mengabdikan dirinya menjadi “petugas” awe-awe untuk membantu pengaturan lalu lintas. Selama puasa dan Lebaran, dia pun tetap semangat melakukan aktivitasnya.

Baca Juga : Warga Asal Arjasa Bikin Petasan, Terancam Gagal Lebaran Bareng Keluarga

Untuk mengenali pria 25 tahun ini, bisa dibilang mudah. Cukup datang ke sebuah pos di pengkolan jalur tertajam di Gumitir, bisa langsung menemukannya. Saat itu, Tosan pun memegang bendera merah putih dari plastik, mengatur lalu lintas. Sesekali setiap kendaraan roda empat dan pengendara motor lewat, dia pun mengangkat bendera di tangan kanannya. Dia seakan memahami tanda aman, tanda di mana orang harus pelan, dan kapan pengendara harus berhenti sejenak demi mencegah tabrakan.

Yak kadek,” serunya sambil menunjukkan jempolnya kepada pengendara yang melintas sebelah Watu Gudang kalau dari arah Jember. Dia cukup ramah dan sopan kepada setiap pengguna jalan yang melintas. Bahkan banyak yang sudah kenal dengan wajah Tosan yang kurus dan menggunakan kaus ada kadarnya tersebut.

Bahkan ketika ada dua kendaraan besar yang sama-sama mendekat di jalan yang menikung, Tosan langsung berlari dan menghentikan salah satu kendaraan yang dari arah berlawanan. Hal ini agar dua kendaraan besar tersebut tidak crash di tikungan tajam tersebut.

Baru setelah kendaraan besar dari arah berlawanan itu lolos di jalan yang menikung, Tosan langsung berpindah lagi memberi aba-aba agar kendaraan tersebut terus melanjutkan perjalanannya. Tidak semua sopir dan pengendara motor yang melintas itu memberikan uang kepada Tosan yang mengaku mempunyai dua anak yang masih kecil.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pagi itu, Tosan telah siap berdiri di belokan tertajam di atas Gumitir. Pria asal Dusun Pasar Alas, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo itu, sudah cukup lama mengabdikan dirinya menjadi “petugas” awe-awe untuk membantu pengaturan lalu lintas. Selama puasa dan Lebaran, dia pun tetap semangat melakukan aktivitasnya.

Baca Juga : Warga Asal Arjasa Bikin Petasan, Terancam Gagal Lebaran Bareng Keluarga

Untuk mengenali pria 25 tahun ini, bisa dibilang mudah. Cukup datang ke sebuah pos di pengkolan jalur tertajam di Gumitir, bisa langsung menemukannya. Saat itu, Tosan pun memegang bendera merah putih dari plastik, mengatur lalu lintas. Sesekali setiap kendaraan roda empat dan pengendara motor lewat, dia pun mengangkat bendera di tangan kanannya. Dia seakan memahami tanda aman, tanda di mana orang harus pelan, dan kapan pengendara harus berhenti sejenak demi mencegah tabrakan.

Yak kadek,” serunya sambil menunjukkan jempolnya kepada pengendara yang melintas sebelah Watu Gudang kalau dari arah Jember. Dia cukup ramah dan sopan kepada setiap pengguna jalan yang melintas. Bahkan banyak yang sudah kenal dengan wajah Tosan yang kurus dan menggunakan kaus ada kadarnya tersebut.

Bahkan ketika ada dua kendaraan besar yang sama-sama mendekat di jalan yang menikung, Tosan langsung berlari dan menghentikan salah satu kendaraan yang dari arah berlawanan. Hal ini agar dua kendaraan besar tersebut tidak crash di tikungan tajam tersebut.

Baru setelah kendaraan besar dari arah berlawanan itu lolos di jalan yang menikung, Tosan langsung berpindah lagi memberi aba-aba agar kendaraan tersebut terus melanjutkan perjalanannya. Tidak semua sopir dan pengendara motor yang melintas itu memberikan uang kepada Tosan yang mengaku mempunyai dua anak yang masih kecil.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/