alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Perubahan Arus Lalin Timbulkan Kemacetan

Uji Coba di Hari Pertama

Mobile_AP_Rectangle 1

Pada saat diingatkan, banyak alasan disampaikan warga kepada petugas yang menghadang. Rata-rata mengaku belum tahu dan berdalih jaraknya lebih dekat. Untungnya, petugas cukup tegas, sehingga kendaraan yang melawan arus diminta balik arah. Walaupun ada saja yang nekat menerobos petugas yang berdiri di simpang tiga depan Hotel 88 di Jalan Gatot Subroto.

Salah seorang petugas yang berjaga di lokasi menyebut, uji coba arus lalin sementara itu masih wajar. Sebab, rata-rata pengendara masih bingung. Banyak pengendara sepeda motor yang belum bisa memahami rambu-rambu yang dipasang di setiap simpang tiga. Akibatnya, banyak di antara mereka yang balik arah. Bahkan, ada pula yang harus berputar dua kali di jalan yang sama.

“Wajar kalau hari pertama ini masih banyak yang bingung, karena mereka tidak mengerti rambu dengan jelas. Tadi ada seorang bapak yang mau mengantar anaknya sekolah di SMPN 1 Jember. Padahal yang bersangkutan dari arah Jalan Gajah Mada belok kanan ke Jalan Diponegoro, jadinya muter lagi,” tutur petugas tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelum ada perubahan, warga yang akan ke Jalan Gatot Subroto memang lebih dekat jika lewat Jalan Diponegoro karena cukup belok kiri. Nah, saat perubahan, mereka pun terjebak hingga memutar lagi ke Jalan Trunojoyo dan kembali ke Jalan Hos Cokroaminoto, kemudian ke arah alun-alun untuk belok kanan ke Jalan Gatot Subroto.

Sementara itu, yang paling susah untuk ditertibkan, seperti terlihat kemarin, yaitu tukang becak yang mengangkut penumpang dari Pasar Tanjung. Dengan santainya, mereka mengayuh becak di Jalan Diponegoro dengan melawan arus ke utara hingga belok kanan ke Jalan Gatot Subroto.

Plt Kepala Dishub Jember Siswanto mengatakan, uji coba pengalihan arus lalin ini baru dilakukan. Menurutnya, semua uji coba yang dilakukan akan dievaluasi. “Uji coba ini baru dilakukan. Nanti, pasti akan ada evaluasi,” katanya.

Siswanto menyebut, apabila uji coba arus lalin itu bisa memperlancar laju kendaraan, maka akan diteruskan. “Karena masih baru, belum bisa disimpulkan. Nanti dievaluasi dan menunggu kajian dari tim,” paparnya.

Pengalihan arus lalin ini bertujuan untuk mengurai kemacetan di kawasan kota yang selama ini terjadi. Diharapkan, jalan-jalan yang padat dan kendaraan yang tersendat bisa lebih lancar dengan perubahan arus tersebut.

 

 

Jurnalis : Jumai, Nur Hariri
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Pada saat diingatkan, banyak alasan disampaikan warga kepada petugas yang menghadang. Rata-rata mengaku belum tahu dan berdalih jaraknya lebih dekat. Untungnya, petugas cukup tegas, sehingga kendaraan yang melawan arus diminta balik arah. Walaupun ada saja yang nekat menerobos petugas yang berdiri di simpang tiga depan Hotel 88 di Jalan Gatot Subroto.

Salah seorang petugas yang berjaga di lokasi menyebut, uji coba arus lalin sementara itu masih wajar. Sebab, rata-rata pengendara masih bingung. Banyak pengendara sepeda motor yang belum bisa memahami rambu-rambu yang dipasang di setiap simpang tiga. Akibatnya, banyak di antara mereka yang balik arah. Bahkan, ada pula yang harus berputar dua kali di jalan yang sama.

“Wajar kalau hari pertama ini masih banyak yang bingung, karena mereka tidak mengerti rambu dengan jelas. Tadi ada seorang bapak yang mau mengantar anaknya sekolah di SMPN 1 Jember. Padahal yang bersangkutan dari arah Jalan Gajah Mada belok kanan ke Jalan Diponegoro, jadinya muter lagi,” tutur petugas tersebut.

Sebelum ada perubahan, warga yang akan ke Jalan Gatot Subroto memang lebih dekat jika lewat Jalan Diponegoro karena cukup belok kiri. Nah, saat perubahan, mereka pun terjebak hingga memutar lagi ke Jalan Trunojoyo dan kembali ke Jalan Hos Cokroaminoto, kemudian ke arah alun-alun untuk belok kanan ke Jalan Gatot Subroto.

Sementara itu, yang paling susah untuk ditertibkan, seperti terlihat kemarin, yaitu tukang becak yang mengangkut penumpang dari Pasar Tanjung. Dengan santainya, mereka mengayuh becak di Jalan Diponegoro dengan melawan arus ke utara hingga belok kanan ke Jalan Gatot Subroto.

Plt Kepala Dishub Jember Siswanto mengatakan, uji coba pengalihan arus lalin ini baru dilakukan. Menurutnya, semua uji coba yang dilakukan akan dievaluasi. “Uji coba ini baru dilakukan. Nanti, pasti akan ada evaluasi,” katanya.

Siswanto menyebut, apabila uji coba arus lalin itu bisa memperlancar laju kendaraan, maka akan diteruskan. “Karena masih baru, belum bisa disimpulkan. Nanti dievaluasi dan menunggu kajian dari tim,” paparnya.

Pengalihan arus lalin ini bertujuan untuk mengurai kemacetan di kawasan kota yang selama ini terjadi. Diharapkan, jalan-jalan yang padat dan kendaraan yang tersendat bisa lebih lancar dengan perubahan arus tersebut.

 

 

Jurnalis : Jumai, Nur Hariri
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

Pada saat diingatkan, banyak alasan disampaikan warga kepada petugas yang menghadang. Rata-rata mengaku belum tahu dan berdalih jaraknya lebih dekat. Untungnya, petugas cukup tegas, sehingga kendaraan yang melawan arus diminta balik arah. Walaupun ada saja yang nekat menerobos petugas yang berdiri di simpang tiga depan Hotel 88 di Jalan Gatot Subroto.

Salah seorang petugas yang berjaga di lokasi menyebut, uji coba arus lalin sementara itu masih wajar. Sebab, rata-rata pengendara masih bingung. Banyak pengendara sepeda motor yang belum bisa memahami rambu-rambu yang dipasang di setiap simpang tiga. Akibatnya, banyak di antara mereka yang balik arah. Bahkan, ada pula yang harus berputar dua kali di jalan yang sama.

“Wajar kalau hari pertama ini masih banyak yang bingung, karena mereka tidak mengerti rambu dengan jelas. Tadi ada seorang bapak yang mau mengantar anaknya sekolah di SMPN 1 Jember. Padahal yang bersangkutan dari arah Jalan Gajah Mada belok kanan ke Jalan Diponegoro, jadinya muter lagi,” tutur petugas tersebut.

Sebelum ada perubahan, warga yang akan ke Jalan Gatot Subroto memang lebih dekat jika lewat Jalan Diponegoro karena cukup belok kiri. Nah, saat perubahan, mereka pun terjebak hingga memutar lagi ke Jalan Trunojoyo dan kembali ke Jalan Hos Cokroaminoto, kemudian ke arah alun-alun untuk belok kanan ke Jalan Gatot Subroto.

Sementara itu, yang paling susah untuk ditertibkan, seperti terlihat kemarin, yaitu tukang becak yang mengangkut penumpang dari Pasar Tanjung. Dengan santainya, mereka mengayuh becak di Jalan Diponegoro dengan melawan arus ke utara hingga belok kanan ke Jalan Gatot Subroto.

Plt Kepala Dishub Jember Siswanto mengatakan, uji coba pengalihan arus lalin ini baru dilakukan. Menurutnya, semua uji coba yang dilakukan akan dievaluasi. “Uji coba ini baru dilakukan. Nanti, pasti akan ada evaluasi,” katanya.

Siswanto menyebut, apabila uji coba arus lalin itu bisa memperlancar laju kendaraan, maka akan diteruskan. “Karena masih baru, belum bisa disimpulkan. Nanti dievaluasi dan menunggu kajian dari tim,” paparnya.

Pengalihan arus lalin ini bertujuan untuk mengurai kemacetan di kawasan kota yang selama ini terjadi. Diharapkan, jalan-jalan yang padat dan kendaraan yang tersendat bisa lebih lancar dengan perubahan arus tersebut.

 

 

Jurnalis : Jumai, Nur Hariri
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/