alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Perubahan Arus Lalin Timbulkan Kemacetan

Uji Coba di Hari Pertama

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Uji coba perubahan arus lali lintas (lalin) sementara selama Ramadan dan Idul Fitri 1442 H malah menimbulkan kemacetan. Antrean panjang kendaraan itu terjadi ketika terjadi pertemuan kendaraan dari arah utara di Jalan Diponegoro dengan kendaraan yang dari arah timur di Jalan Trunojoyo.

TERSENDAT: Antrean kendaraan dari arah Jalan Trunojoyo dengan kendaraan yang dari arah Jalan Diponegoro mengular pada uji coba perubahan arus lalu lintas perdana, kemarin.

Uji coba arus lalu lintas ini mulai diberlakukan, Senin (3/5) kemarin, sejak pukul 06.00. Awalnya, memang banyak yang bingung. Bahkan, ada pengendara sepeda motor yang tidak bisa keluar dan hanya putar-putar di Jalan Diponegoro.

“Saya hingga dua kali lewat di Jalan Diponegoro, dan tidak bisa keluar. Rencana mau ke Pasar Burung di Jalan Gatot Subroto, ternyata harus lewat alun-alun dan baru lewat Jalan Gatot Subroto di ujung timur,” kata Samsul, pedagang burung.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, penumpukan kendaraan terjadi di simpang tiga antara Jalan Trunojoyo dengan Jalan Diponegoro. Antrean itu terjadi karena banyak kendaraan yang masuk ke Jalan DR Wahidin, timur Pasar Tanjung. Ditambah lagi, volume kendaraan dari arah Johar Plaza dan Jalan Trunojoyo cukup padat. Akibatnya, kemacetan di sekitar Jalan Trunojoyo bertambah. Selain itu, antrean kendaraan juga terjadi di depan Golden Market, pertigaan GNI, serta di Pasar Tanjung.

Kondisi ini terjadi pada pukul 12.00. Warga yang baru pulang dari Johar Plaza harus pulang lewat Jalan Diponegoro menuju Jalan Trunojoyo. Sebelumnya, Jalan Untung Suropati ke arah barat depan Matahari masih bisa dilewati. Tetapi, dalam uji coba ini hanya satu arah untuk kendaraan yang dari arah barat. Sehingga kendaraan yang dari Jalan Untung Suropati menjadi satu dengan kendaraan yang di Jalan Diponegoro.

Sementara itu, banyaknya deretan pertokoan di sekitar jalan juga menyumbang kemacetan. Sebab, di sepanjang pertokoan tidak dilengkapi dengan lahan parkir kendaraan roda empat yang memadai. Akibatnya, semakin membuat jalanan menjadi sesak.

Dampak lain, pengguna kendaraan roda empat dari arah Trunojoyo yang hendak ke Johar Plaza harus memutar lewat Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan Gajah Mada, Sultan Agung, dan barus belok kanan ke Jalan Diponegoro agar sampai ke Johar Plaza. Sebelumnya, pengendara dari Jalan Trunojoyo bisa langsung belok ke Jalan Diponegoro untuk menuju Johar Plaza.

Seorang pengendara sepeda motor, Sugeng Prayitno, menyampaikan, pengalihan arus lalin yang diujicobakan perlu dievaluasi. “Dulu kemacetan ada di Trunojoyo depan GM, sekarang di pertigaan Trunojoyo dan Gatot Subroto juga sama-sama macet. Belum di Pasar Tanjung. Sebaiknya dievaluasi lagi,” urainya.

 

Becak Sulit Ditertibkan

Penyebab lain tersendatnya arus lalin dalam uji coba perdana itu juga disumbang adanya pengendara dan tukang becak yang tidak tertib. Padahal petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jember bersama anggota Satlantas Polres Jember terjun langsung mengatur arus kendaraan. Kendati ada petugas, sejumlah pengendara yang belum mengetahuinya masih saja nekat menerobos meski telah diberi tahu. Di Jalan Diponegoro, misalnya, cukup banyak yang nekat melawan arus ke arah utara, padahal telah dialihkan ke selatan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Uji coba perubahan arus lali lintas (lalin) sementara selama Ramadan dan Idul Fitri 1442 H malah menimbulkan kemacetan. Antrean panjang kendaraan itu terjadi ketika terjadi pertemuan kendaraan dari arah utara di Jalan Diponegoro dengan kendaraan yang dari arah timur di Jalan Trunojoyo.

TERSENDAT: Antrean kendaraan dari arah Jalan Trunojoyo dengan kendaraan yang dari arah Jalan Diponegoro mengular pada uji coba perubahan arus lalu lintas perdana, kemarin.

Uji coba arus lalu lintas ini mulai diberlakukan, Senin (3/5) kemarin, sejak pukul 06.00. Awalnya, memang banyak yang bingung. Bahkan, ada pengendara sepeda motor yang tidak bisa keluar dan hanya putar-putar di Jalan Diponegoro.

“Saya hingga dua kali lewat di Jalan Diponegoro, dan tidak bisa keluar. Rencana mau ke Pasar Burung di Jalan Gatot Subroto, ternyata harus lewat alun-alun dan baru lewat Jalan Gatot Subroto di ujung timur,” kata Samsul, pedagang burung.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, penumpukan kendaraan terjadi di simpang tiga antara Jalan Trunojoyo dengan Jalan Diponegoro. Antrean itu terjadi karena banyak kendaraan yang masuk ke Jalan DR Wahidin, timur Pasar Tanjung. Ditambah lagi, volume kendaraan dari arah Johar Plaza dan Jalan Trunojoyo cukup padat. Akibatnya, kemacetan di sekitar Jalan Trunojoyo bertambah. Selain itu, antrean kendaraan juga terjadi di depan Golden Market, pertigaan GNI, serta di Pasar Tanjung.

Kondisi ini terjadi pada pukul 12.00. Warga yang baru pulang dari Johar Plaza harus pulang lewat Jalan Diponegoro menuju Jalan Trunojoyo. Sebelumnya, Jalan Untung Suropati ke arah barat depan Matahari masih bisa dilewati. Tetapi, dalam uji coba ini hanya satu arah untuk kendaraan yang dari arah barat. Sehingga kendaraan yang dari Jalan Untung Suropati menjadi satu dengan kendaraan yang di Jalan Diponegoro.

Sementara itu, banyaknya deretan pertokoan di sekitar jalan juga menyumbang kemacetan. Sebab, di sepanjang pertokoan tidak dilengkapi dengan lahan parkir kendaraan roda empat yang memadai. Akibatnya, semakin membuat jalanan menjadi sesak.

Dampak lain, pengguna kendaraan roda empat dari arah Trunojoyo yang hendak ke Johar Plaza harus memutar lewat Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan Gajah Mada, Sultan Agung, dan barus belok kanan ke Jalan Diponegoro agar sampai ke Johar Plaza. Sebelumnya, pengendara dari Jalan Trunojoyo bisa langsung belok ke Jalan Diponegoro untuk menuju Johar Plaza.

Seorang pengendara sepeda motor, Sugeng Prayitno, menyampaikan, pengalihan arus lalin yang diujicobakan perlu dievaluasi. “Dulu kemacetan ada di Trunojoyo depan GM, sekarang di pertigaan Trunojoyo dan Gatot Subroto juga sama-sama macet. Belum di Pasar Tanjung. Sebaiknya dievaluasi lagi,” urainya.

 

Becak Sulit Ditertibkan

Penyebab lain tersendatnya arus lalin dalam uji coba perdana itu juga disumbang adanya pengendara dan tukang becak yang tidak tertib. Padahal petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jember bersama anggota Satlantas Polres Jember terjun langsung mengatur arus kendaraan. Kendati ada petugas, sejumlah pengendara yang belum mengetahuinya masih saja nekat menerobos meski telah diberi tahu. Di Jalan Diponegoro, misalnya, cukup banyak yang nekat melawan arus ke arah utara, padahal telah dialihkan ke selatan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Uji coba perubahan arus lali lintas (lalin) sementara selama Ramadan dan Idul Fitri 1442 H malah menimbulkan kemacetan. Antrean panjang kendaraan itu terjadi ketika terjadi pertemuan kendaraan dari arah utara di Jalan Diponegoro dengan kendaraan yang dari arah timur di Jalan Trunojoyo.

TERSENDAT: Antrean kendaraan dari arah Jalan Trunojoyo dengan kendaraan yang dari arah Jalan Diponegoro mengular pada uji coba perubahan arus lalu lintas perdana, kemarin.

Uji coba arus lalu lintas ini mulai diberlakukan, Senin (3/5) kemarin, sejak pukul 06.00. Awalnya, memang banyak yang bingung. Bahkan, ada pengendara sepeda motor yang tidak bisa keluar dan hanya putar-putar di Jalan Diponegoro.

“Saya hingga dua kali lewat di Jalan Diponegoro, dan tidak bisa keluar. Rencana mau ke Pasar Burung di Jalan Gatot Subroto, ternyata harus lewat alun-alun dan baru lewat Jalan Gatot Subroto di ujung timur,” kata Samsul, pedagang burung.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, penumpukan kendaraan terjadi di simpang tiga antara Jalan Trunojoyo dengan Jalan Diponegoro. Antrean itu terjadi karena banyak kendaraan yang masuk ke Jalan DR Wahidin, timur Pasar Tanjung. Ditambah lagi, volume kendaraan dari arah Johar Plaza dan Jalan Trunojoyo cukup padat. Akibatnya, kemacetan di sekitar Jalan Trunojoyo bertambah. Selain itu, antrean kendaraan juga terjadi di depan Golden Market, pertigaan GNI, serta di Pasar Tanjung.

Kondisi ini terjadi pada pukul 12.00. Warga yang baru pulang dari Johar Plaza harus pulang lewat Jalan Diponegoro menuju Jalan Trunojoyo. Sebelumnya, Jalan Untung Suropati ke arah barat depan Matahari masih bisa dilewati. Tetapi, dalam uji coba ini hanya satu arah untuk kendaraan yang dari arah barat. Sehingga kendaraan yang dari Jalan Untung Suropati menjadi satu dengan kendaraan yang di Jalan Diponegoro.

Sementara itu, banyaknya deretan pertokoan di sekitar jalan juga menyumbang kemacetan. Sebab, di sepanjang pertokoan tidak dilengkapi dengan lahan parkir kendaraan roda empat yang memadai. Akibatnya, semakin membuat jalanan menjadi sesak.

Dampak lain, pengguna kendaraan roda empat dari arah Trunojoyo yang hendak ke Johar Plaza harus memutar lewat Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan Gajah Mada, Sultan Agung, dan barus belok kanan ke Jalan Diponegoro agar sampai ke Johar Plaza. Sebelumnya, pengendara dari Jalan Trunojoyo bisa langsung belok ke Jalan Diponegoro untuk menuju Johar Plaza.

Seorang pengendara sepeda motor, Sugeng Prayitno, menyampaikan, pengalihan arus lalin yang diujicobakan perlu dievaluasi. “Dulu kemacetan ada di Trunojoyo depan GM, sekarang di pertigaan Trunojoyo dan Gatot Subroto juga sama-sama macet. Belum di Pasar Tanjung. Sebaiknya dievaluasi lagi,” urainya.

 

Becak Sulit Ditertibkan

Penyebab lain tersendatnya arus lalin dalam uji coba perdana itu juga disumbang adanya pengendara dan tukang becak yang tidak tertib. Padahal petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jember bersama anggota Satlantas Polres Jember terjun langsung mengatur arus kendaraan. Kendati ada petugas, sejumlah pengendara yang belum mengetahuinya masih saja nekat menerobos meski telah diberi tahu. Di Jalan Diponegoro, misalnya, cukup banyak yang nekat melawan arus ke arah utara, padahal telah dialihkan ke selatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/