alexametrics
29.3 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Larang Pemakaian Ponsel, Sistem Pendidikan Tetap Salaf

Pondok pesantren (ponpes) di Jember banyak yang sudah berdiri sejak Indonesia belum merdeka. Salah satunya Ponpes Assunniyyah, Kecong. Di tengah kehidupan yang semakin terbuka, mereka juga dituntut untuk terus berkembang.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pondok Pesantren Assunniyyah adalah sebuah pondok pesantren yang berdiri di Jember sebelum Indonesia merdeka. Pondok pesantren ini jaraknya kurang lebih 45 kilometer dari pusat kota Jember. Tepatnya berada di Desa/Kecamatan Kencong.

Baca Juga : Lulusan Pesantren Harus Siap Bersaing

Ponpes ini diasuh oleh Ahmad Ghonim Johari. Bagi dunia pesantren, nama tokoh itu sudah tidak asing lagi. Apalagi ponpesnya sudah berdiri sejak tahun 1942.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pesantren Assunniyyah Kencong ini merupakan salah satu pondok pesantren yang masih mempertahankan sistem salaf dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam arti lebih memprioritaskan pendidikan agama dan pendalaman kitab kuning. Memisahkan antara santri putra dengan santri putri dalam ruangan yang berbeda.

Selain itu, para santri dilarang menggunakan handphone hingga jenjang yang telah ditentukan. “Kami terapkan para santri untuk tidak menggunakan handphone. Sebab, jika tidak diterapkan seperti itu, maka pembelajaran akan tidak maksimal,” kata Gus Ghoni, sapaan akrabnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pondok Pesantren Assunniyyah adalah sebuah pondok pesantren yang berdiri di Jember sebelum Indonesia merdeka. Pondok pesantren ini jaraknya kurang lebih 45 kilometer dari pusat kota Jember. Tepatnya berada di Desa/Kecamatan Kencong.

Baca Juga : Lulusan Pesantren Harus Siap Bersaing

Ponpes ini diasuh oleh Ahmad Ghonim Johari. Bagi dunia pesantren, nama tokoh itu sudah tidak asing lagi. Apalagi ponpesnya sudah berdiri sejak tahun 1942.

Pesantren Assunniyyah Kencong ini merupakan salah satu pondok pesantren yang masih mempertahankan sistem salaf dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam arti lebih memprioritaskan pendidikan agama dan pendalaman kitab kuning. Memisahkan antara santri putra dengan santri putri dalam ruangan yang berbeda.

Selain itu, para santri dilarang menggunakan handphone hingga jenjang yang telah ditentukan. “Kami terapkan para santri untuk tidak menggunakan handphone. Sebab, jika tidak diterapkan seperti itu, maka pembelajaran akan tidak maksimal,” kata Gus Ghoni, sapaan akrabnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pondok Pesantren Assunniyyah adalah sebuah pondok pesantren yang berdiri di Jember sebelum Indonesia merdeka. Pondok pesantren ini jaraknya kurang lebih 45 kilometer dari pusat kota Jember. Tepatnya berada di Desa/Kecamatan Kencong.

Baca Juga : Lulusan Pesantren Harus Siap Bersaing

Ponpes ini diasuh oleh Ahmad Ghonim Johari. Bagi dunia pesantren, nama tokoh itu sudah tidak asing lagi. Apalagi ponpesnya sudah berdiri sejak tahun 1942.

Pesantren Assunniyyah Kencong ini merupakan salah satu pondok pesantren yang masih mempertahankan sistem salaf dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam arti lebih memprioritaskan pendidikan agama dan pendalaman kitab kuning. Memisahkan antara santri putra dengan santri putri dalam ruangan yang berbeda.

Selain itu, para santri dilarang menggunakan handphone hingga jenjang yang telah ditentukan. “Kami terapkan para santri untuk tidak menggunakan handphone. Sebab, jika tidak diterapkan seperti itu, maka pembelajaran akan tidak maksimal,” kata Gus Ghoni, sapaan akrabnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/