alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Rawat yang Antik, Nilainya Bisa Tinggi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Barang antik atau barang kuno kerap dipilih para kolektor untuk melengkapi dekorasi rumah. Sebut saja barang pecah belah, ukiran kayu, atau benda lawas lainnya. Biasanya, suatu barang antik menjadi lebih berharga karena ada cerita menarik dan bersejarah di baliknya. Itulah mengapa barang antik juga kerap disebut alat investasi.

Sebagai alat investasi, nilai jual barang antik tidak memiliki patokan khusus. Biasanya nilai suatu barang sesuai dengan kondisi barang terkait dan umur dari benda tersebut.  Kendati demikian, barang antik juga harus mendapatkan perawatan.

Ketua Yayasan Boemi Poeger Yopi Setyo Hadi mengatakan bahwa setiap benda seharusnya mendapatkan perlakuan yang berbeda. Misalnya, khusus untuk barang yang terbuat dari kayu, sebaiknya barang disimpan di ruangan yang kering atau tidak lembap. Dengan demikian, bahan kayu tidak cepat membusuk. “Setiap barang mendapat perlakuan yang berbeda,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara, untuk barang antik yang terbuat dari logam, tingkat kelembapan yang rendah dapat menyebabkan tingkat korosi yang rendah pula. Oleh karenanya, sebaiknya benda antik logam harus dijauhkan dari bahan minyak dan kotoran yang bisa mempercepat proses korosi.

Selanjutnya, kolektor seharusnya menyimpan atau meletakkan benda-benda antik di tempat yang tidak terkena sinar ultraviolet secara langsung. Sebagai gambaran, sinar matahari dapat merusak lapisan cat dan pernis. Selain itu, sinar ultraviolet juga bisa membuat benda kekeringan dan pecah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Barang antik atau barang kuno kerap dipilih para kolektor untuk melengkapi dekorasi rumah. Sebut saja barang pecah belah, ukiran kayu, atau benda lawas lainnya. Biasanya, suatu barang antik menjadi lebih berharga karena ada cerita menarik dan bersejarah di baliknya. Itulah mengapa barang antik juga kerap disebut alat investasi.

Sebagai alat investasi, nilai jual barang antik tidak memiliki patokan khusus. Biasanya nilai suatu barang sesuai dengan kondisi barang terkait dan umur dari benda tersebut.  Kendati demikian, barang antik juga harus mendapatkan perawatan.

Ketua Yayasan Boemi Poeger Yopi Setyo Hadi mengatakan bahwa setiap benda seharusnya mendapatkan perlakuan yang berbeda. Misalnya, khusus untuk barang yang terbuat dari kayu, sebaiknya barang disimpan di ruangan yang kering atau tidak lembap. Dengan demikian, bahan kayu tidak cepat membusuk. “Setiap barang mendapat perlakuan yang berbeda,” katanya.

Sementara, untuk barang antik yang terbuat dari logam, tingkat kelembapan yang rendah dapat menyebabkan tingkat korosi yang rendah pula. Oleh karenanya, sebaiknya benda antik logam harus dijauhkan dari bahan minyak dan kotoran yang bisa mempercepat proses korosi.

Selanjutnya, kolektor seharusnya menyimpan atau meletakkan benda-benda antik di tempat yang tidak terkena sinar ultraviolet secara langsung. Sebagai gambaran, sinar matahari dapat merusak lapisan cat dan pernis. Selain itu, sinar ultraviolet juga bisa membuat benda kekeringan dan pecah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Barang antik atau barang kuno kerap dipilih para kolektor untuk melengkapi dekorasi rumah. Sebut saja barang pecah belah, ukiran kayu, atau benda lawas lainnya. Biasanya, suatu barang antik menjadi lebih berharga karena ada cerita menarik dan bersejarah di baliknya. Itulah mengapa barang antik juga kerap disebut alat investasi.

Sebagai alat investasi, nilai jual barang antik tidak memiliki patokan khusus. Biasanya nilai suatu barang sesuai dengan kondisi barang terkait dan umur dari benda tersebut.  Kendati demikian, barang antik juga harus mendapatkan perawatan.

Ketua Yayasan Boemi Poeger Yopi Setyo Hadi mengatakan bahwa setiap benda seharusnya mendapatkan perlakuan yang berbeda. Misalnya, khusus untuk barang yang terbuat dari kayu, sebaiknya barang disimpan di ruangan yang kering atau tidak lembap. Dengan demikian, bahan kayu tidak cepat membusuk. “Setiap barang mendapat perlakuan yang berbeda,” katanya.

Sementara, untuk barang antik yang terbuat dari logam, tingkat kelembapan yang rendah dapat menyebabkan tingkat korosi yang rendah pula. Oleh karenanya, sebaiknya benda antik logam harus dijauhkan dari bahan minyak dan kotoran yang bisa mempercepat proses korosi.

Selanjutnya, kolektor seharusnya menyimpan atau meletakkan benda-benda antik di tempat yang tidak terkena sinar ultraviolet secara langsung. Sebagai gambaran, sinar matahari dapat merusak lapisan cat dan pernis. Selain itu, sinar ultraviolet juga bisa membuat benda kekeringan dan pecah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/