alexametrics
23.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Kaji Ulang Serapan PAD Pariwisata

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor pariwisata di Jember masih sangat berpotensi untuk dikembangkan dan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember. Meski pada era pandemi ini memberikan dampak besar, namun kini pariwisata Jember mulai menggeliat.

Hal itu diakui Kepala Dinas Pariwisata Jember Arief Tyahyono. Kepada Jawa Pos Radar Jember, Arief mengungkapkan bahwa pariwisata di Jember dinilai cukup potensial meskipun sepanjang 2020 lalu geliatnya masih lesu. “Selama pandemi, sektor pariwisata memang terkena imbasnya. Namun perlahan, tahun ini sudah mulai proses pemulihan,” katanya.

Menurut dia, serapan sektor pariwisata selama ini kepada PAD Jember masih menjanjikan. Dalam catatannya, 2019 lalu pariwisata Jember menyumbang sekitar 6 hingga 7 persen atau sekitar Rp 40 miliar. “Namun, jumlah itu masih didominasi dari pajak hotel dan restoran,” timpalnya. Sementara, dari tempat-tempat wisata, lanjut dia, masih minim.

Mobile_AP_Rectangle 2

Arief menilai, pemasukan ke PAD seharusnya bisa lebih besar dari nilai yang disebutnya itu. Terlebih, sepanjang 2020 lalu, geliat pariwisata diyakini tengah mendapat pukulan telak sebagai imbas pandemi. “Acuan kita harus pada kondisi normal, yaitu kondisi saat 2019. Sementara, 2020 kondisinya memang tidak normal. Tidak bisa dijadikan acuan,” bebernya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor pariwisata di Jember masih sangat berpotensi untuk dikembangkan dan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember. Meski pada era pandemi ini memberikan dampak besar, namun kini pariwisata Jember mulai menggeliat.

Hal itu diakui Kepala Dinas Pariwisata Jember Arief Tyahyono. Kepada Jawa Pos Radar Jember, Arief mengungkapkan bahwa pariwisata di Jember dinilai cukup potensial meskipun sepanjang 2020 lalu geliatnya masih lesu. “Selama pandemi, sektor pariwisata memang terkena imbasnya. Namun perlahan, tahun ini sudah mulai proses pemulihan,” katanya.

Menurut dia, serapan sektor pariwisata selama ini kepada PAD Jember masih menjanjikan. Dalam catatannya, 2019 lalu pariwisata Jember menyumbang sekitar 6 hingga 7 persen atau sekitar Rp 40 miliar. “Namun, jumlah itu masih didominasi dari pajak hotel dan restoran,” timpalnya. Sementara, dari tempat-tempat wisata, lanjut dia, masih minim.

Arief menilai, pemasukan ke PAD seharusnya bisa lebih besar dari nilai yang disebutnya itu. Terlebih, sepanjang 2020 lalu, geliat pariwisata diyakini tengah mendapat pukulan telak sebagai imbas pandemi. “Acuan kita harus pada kondisi normal, yaitu kondisi saat 2019. Sementara, 2020 kondisinya memang tidak normal. Tidak bisa dijadikan acuan,” bebernya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor pariwisata di Jember masih sangat berpotensi untuk dikembangkan dan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember. Meski pada era pandemi ini memberikan dampak besar, namun kini pariwisata Jember mulai menggeliat.

Hal itu diakui Kepala Dinas Pariwisata Jember Arief Tyahyono. Kepada Jawa Pos Radar Jember, Arief mengungkapkan bahwa pariwisata di Jember dinilai cukup potensial meskipun sepanjang 2020 lalu geliatnya masih lesu. “Selama pandemi, sektor pariwisata memang terkena imbasnya. Namun perlahan, tahun ini sudah mulai proses pemulihan,” katanya.

Menurut dia, serapan sektor pariwisata selama ini kepada PAD Jember masih menjanjikan. Dalam catatannya, 2019 lalu pariwisata Jember menyumbang sekitar 6 hingga 7 persen atau sekitar Rp 40 miliar. “Namun, jumlah itu masih didominasi dari pajak hotel dan restoran,” timpalnya. Sementara, dari tempat-tempat wisata, lanjut dia, masih minim.

Arief menilai, pemasukan ke PAD seharusnya bisa lebih besar dari nilai yang disebutnya itu. Terlebih, sepanjang 2020 lalu, geliat pariwisata diyakini tengah mendapat pukulan telak sebagai imbas pandemi. “Acuan kita harus pada kondisi normal, yaitu kondisi saat 2019. Sementara, 2020 kondisinya memang tidak normal. Tidak bisa dijadikan acuan,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/