alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ekonomi Jember Jeblok

Tahun 2020 Minus 2,98 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember kerap menjadi percontohan, khususnya di Tapal Kuda. Namun, itu dulu. Kini, cerita itu sudah berlalu. Sebab, pertumbuhan ekonomi Jember justru anjlok hingga angkanya minus.

Kondisi itu disampaikan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa di hadapan para pejabat seperti Bupati Jember Hendy Siswanto, Ketua DPRD M Itqon Syauqi, jajaran forkopimda, serta pejabat penting yang lain, ketika menghadiri serah terima jabatan (sertijab) di gedung DPRD, dua hari lalu. “Jember tercatat dalam deretan 25 kabupaten/kota di Jatim dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di bawah provinsi,” sebutnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, grafik pertumbuhan ekonomi Jember selama era Bupati Faida dan Wabup Abdul Muqit Arief terekam dengan jelas. Pada 2016 lalu, misalnya, pertumbuhannya tercatat sebesar 5,23 persen, 2017 sebesar 5,11 persen, dan tahun 2018 sebesar 5,02 persen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebenarnya, pada tahun 2019 ekonomi Jember sempat naik dari tahun sebelumnya menjadi 5,51 persen. Akan tetapi, pada 2019 itu, pertumbuhan ekonomi Jember telah disalip oleh tetangganya, yaitu Kabupaten Banyuwangi yang mencapai 5,55 persen. Sedangkan pada tahun 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi Jember justru jeblok. Yaitu minus 2,98 persen.

Menurut Khofifah, hampir semua kabupaten mengalami semacam kontraksi, termasuk di tingkat provinsi. Ini akibat dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Namun demikian, Jatim diklaim masih tergolong baik dibanding provinsi lain. “Jawa Timur insyaallah masih lebih baik,” ucap Khofifah.

Pada kesempatan serah terima jabatan Bupati Jember di gedung DPRD Jember itu, Khofifah pun menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar pemerintah kabupaten/kota bekerja cepat, cerdas, serta dilakukan secara tepat dan detail.

Khofifah juga berujar, bupati dan wabup harus mengajak lari para pegawai dengan kencang demi menumbuhkan perekonomian di Jember. Supaya pertumbuhan ekonomi Jember bisa mengikuti pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota yang lain. “Terutama bisa melampaui pemprov. Tentu lebih bagus,” ucap Khofifah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember kerap menjadi percontohan, khususnya di Tapal Kuda. Namun, itu dulu. Kini, cerita itu sudah berlalu. Sebab, pertumbuhan ekonomi Jember justru anjlok hingga angkanya minus.

Kondisi itu disampaikan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa di hadapan para pejabat seperti Bupati Jember Hendy Siswanto, Ketua DPRD M Itqon Syauqi, jajaran forkopimda, serta pejabat penting yang lain, ketika menghadiri serah terima jabatan (sertijab) di gedung DPRD, dua hari lalu. “Jember tercatat dalam deretan 25 kabupaten/kota di Jatim dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di bawah provinsi,” sebutnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, grafik pertumbuhan ekonomi Jember selama era Bupati Faida dan Wabup Abdul Muqit Arief terekam dengan jelas. Pada 2016 lalu, misalnya, pertumbuhannya tercatat sebesar 5,23 persen, 2017 sebesar 5,11 persen, dan tahun 2018 sebesar 5,02 persen.

Sebenarnya, pada tahun 2019 ekonomi Jember sempat naik dari tahun sebelumnya menjadi 5,51 persen. Akan tetapi, pada 2019 itu, pertumbuhan ekonomi Jember telah disalip oleh tetangganya, yaitu Kabupaten Banyuwangi yang mencapai 5,55 persen. Sedangkan pada tahun 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi Jember justru jeblok. Yaitu minus 2,98 persen.

Menurut Khofifah, hampir semua kabupaten mengalami semacam kontraksi, termasuk di tingkat provinsi. Ini akibat dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Namun demikian, Jatim diklaim masih tergolong baik dibanding provinsi lain. “Jawa Timur insyaallah masih lebih baik,” ucap Khofifah.

Pada kesempatan serah terima jabatan Bupati Jember di gedung DPRD Jember itu, Khofifah pun menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar pemerintah kabupaten/kota bekerja cepat, cerdas, serta dilakukan secara tepat dan detail.

Khofifah juga berujar, bupati dan wabup harus mengajak lari para pegawai dengan kencang demi menumbuhkan perekonomian di Jember. Supaya pertumbuhan ekonomi Jember bisa mengikuti pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota yang lain. “Terutama bisa melampaui pemprov. Tentu lebih bagus,” ucap Khofifah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember kerap menjadi percontohan, khususnya di Tapal Kuda. Namun, itu dulu. Kini, cerita itu sudah berlalu. Sebab, pertumbuhan ekonomi Jember justru anjlok hingga angkanya minus.

Kondisi itu disampaikan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa di hadapan para pejabat seperti Bupati Jember Hendy Siswanto, Ketua DPRD M Itqon Syauqi, jajaran forkopimda, serta pejabat penting yang lain, ketika menghadiri serah terima jabatan (sertijab) di gedung DPRD, dua hari lalu. “Jember tercatat dalam deretan 25 kabupaten/kota di Jatim dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di bawah provinsi,” sebutnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, grafik pertumbuhan ekonomi Jember selama era Bupati Faida dan Wabup Abdul Muqit Arief terekam dengan jelas. Pada 2016 lalu, misalnya, pertumbuhannya tercatat sebesar 5,23 persen, 2017 sebesar 5,11 persen, dan tahun 2018 sebesar 5,02 persen.

Sebenarnya, pada tahun 2019 ekonomi Jember sempat naik dari tahun sebelumnya menjadi 5,51 persen. Akan tetapi, pada 2019 itu, pertumbuhan ekonomi Jember telah disalip oleh tetangganya, yaitu Kabupaten Banyuwangi yang mencapai 5,55 persen. Sedangkan pada tahun 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi Jember justru jeblok. Yaitu minus 2,98 persen.

Menurut Khofifah, hampir semua kabupaten mengalami semacam kontraksi, termasuk di tingkat provinsi. Ini akibat dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Namun demikian, Jatim diklaim masih tergolong baik dibanding provinsi lain. “Jawa Timur insyaallah masih lebih baik,” ucap Khofifah.

Pada kesempatan serah terima jabatan Bupati Jember di gedung DPRD Jember itu, Khofifah pun menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar pemerintah kabupaten/kota bekerja cepat, cerdas, serta dilakukan secara tepat dan detail.

Khofifah juga berujar, bupati dan wabup harus mengajak lari para pegawai dengan kencang demi menumbuhkan perekonomian di Jember. Supaya pertumbuhan ekonomi Jember bisa mengikuti pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota yang lain. “Terutama bisa melampaui pemprov. Tentu lebih bagus,” ucap Khofifah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/