alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Hobi Kaligrafi, Cuan Menghampiri

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kaligrafi menjadi seni yang memiliki karakter tersendiri. Selain memiliki nilai estetika, kaligrafi juga memiliki nilai ekonomi. Ana Zulfa Mubarokah sudah membuktikan. Perempuan asal Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, ini memiliki keterampilan yang lumayan dalam menggoreskan pena dan tinta di atas kertas menjadi kaligrafi, hingga dia bisa mendulang cuan dari hobinya itu.

“Kaligrafi ini sebenarnya hobi saya. Tapi, sejak kuliah, banyak teman-teman tertarik. Jadi, mulai saya jual,” kata Ana.

Ana mengisahkan, awal kali dirinya menekuni seni kaligrafi itu sejak masih duduk di bangku madrasah aliyah (MA), medio 2010 lalu. Sejak masih sekolah, dia baru fokus mengasah kemampuannya dengan mengikuti lomba-lomba kaligrafi. Cukup banyak medali yang dikumpulkan Ana. Mulai lomba di sekolah, kampus, sampai ia bekerja. “Kalau ndak salah, di diniyah ada dua piala, di kampus ada tiga, dan di rumah empat,” aku alumnus UIN KHAS Jember ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jenis kaligrafi yang bisa dia buat ada beberapa macam. Mulai dari golongan kontemporer lukisan, golongan naskah hitam-putih, hiasan mushaf dan dekorasi.

Pesanan kaligrafi buatan tangannya itu diakui cukup banyak ketika Ana masih kuliah. Biasanya berupa kado kaligrafi nama untuk teman-temannya yang telah menyelesaikan ujian proposal atau skripsi. Soal harga, Ana tidak terlalu ambil pusing. “Harga anak kos, kisaran Rp 20-80 ribu, sudah ada piguranya. Harga itu bergantung ukurannya,” kata perempuan 27 tahun ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kaligrafi menjadi seni yang memiliki karakter tersendiri. Selain memiliki nilai estetika, kaligrafi juga memiliki nilai ekonomi. Ana Zulfa Mubarokah sudah membuktikan. Perempuan asal Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, ini memiliki keterampilan yang lumayan dalam menggoreskan pena dan tinta di atas kertas menjadi kaligrafi, hingga dia bisa mendulang cuan dari hobinya itu.

“Kaligrafi ini sebenarnya hobi saya. Tapi, sejak kuliah, banyak teman-teman tertarik. Jadi, mulai saya jual,” kata Ana.

Ana mengisahkan, awal kali dirinya menekuni seni kaligrafi itu sejak masih duduk di bangku madrasah aliyah (MA), medio 2010 lalu. Sejak masih sekolah, dia baru fokus mengasah kemampuannya dengan mengikuti lomba-lomba kaligrafi. Cukup banyak medali yang dikumpulkan Ana. Mulai lomba di sekolah, kampus, sampai ia bekerja. “Kalau ndak salah, di diniyah ada dua piala, di kampus ada tiga, dan di rumah empat,” aku alumnus UIN KHAS Jember ini.

Jenis kaligrafi yang bisa dia buat ada beberapa macam. Mulai dari golongan kontemporer lukisan, golongan naskah hitam-putih, hiasan mushaf dan dekorasi.

Pesanan kaligrafi buatan tangannya itu diakui cukup banyak ketika Ana masih kuliah. Biasanya berupa kado kaligrafi nama untuk teman-temannya yang telah menyelesaikan ujian proposal atau skripsi. Soal harga, Ana tidak terlalu ambil pusing. “Harga anak kos, kisaran Rp 20-80 ribu, sudah ada piguranya. Harga itu bergantung ukurannya,” kata perempuan 27 tahun ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kaligrafi menjadi seni yang memiliki karakter tersendiri. Selain memiliki nilai estetika, kaligrafi juga memiliki nilai ekonomi. Ana Zulfa Mubarokah sudah membuktikan. Perempuan asal Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, ini memiliki keterampilan yang lumayan dalam menggoreskan pena dan tinta di atas kertas menjadi kaligrafi, hingga dia bisa mendulang cuan dari hobinya itu.

“Kaligrafi ini sebenarnya hobi saya. Tapi, sejak kuliah, banyak teman-teman tertarik. Jadi, mulai saya jual,” kata Ana.

Ana mengisahkan, awal kali dirinya menekuni seni kaligrafi itu sejak masih duduk di bangku madrasah aliyah (MA), medio 2010 lalu. Sejak masih sekolah, dia baru fokus mengasah kemampuannya dengan mengikuti lomba-lomba kaligrafi. Cukup banyak medali yang dikumpulkan Ana. Mulai lomba di sekolah, kampus, sampai ia bekerja. “Kalau ndak salah, di diniyah ada dua piala, di kampus ada tiga, dan di rumah empat,” aku alumnus UIN KHAS Jember ini.

Jenis kaligrafi yang bisa dia buat ada beberapa macam. Mulai dari golongan kontemporer lukisan, golongan naskah hitam-putih, hiasan mushaf dan dekorasi.

Pesanan kaligrafi buatan tangannya itu diakui cukup banyak ketika Ana masih kuliah. Biasanya berupa kado kaligrafi nama untuk teman-temannya yang telah menyelesaikan ujian proposal atau skripsi. Soal harga, Ana tidak terlalu ambil pusing. “Harga anak kos, kisaran Rp 20-80 ribu, sudah ada piguranya. Harga itu bergantung ukurannya,” kata perempuan 27 tahun ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/