alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Waspada Ancaman Ular Selama Musim Hujan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kewaspadaan terhadap bencana perlu ditingkatkan selama musim hujan berlangsung. Mengingat, hujan disertai angin kerap terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Jember. Bahkan hingga kerap memakan korban dan kerugian materi.

Tak hanya itu, waspada terhadap ancaman binatang buas juga wajib dilakukan. Salah satunya terhadap ancaman binatang melata alias ular.

Rico Jaka, warga di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, misalnya. Dia mendapati seekor ular bercorak hitam kuning tengah berada di dapur rumahnya. Mengetahui adanya ular berbisa, dia langsung menghubungi Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran sekitar pukul 22.00 pada Sabtu (1/1) malam. “Ada ular weling di rumah saya, Pak,” tuturnya saat menghubungi para petugas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menanggapi hal tersebut, Komandan Regu Pemadam Kebakaran Markas Komando A Pemkab Jember Suharto menjelaskan bahwa para petugas Mako Damkar dan posko Rambipuji bergerak dengan menurunkan tujuh personel yang sudah terlatih untuk menangkap ular yang tergolong berbisa tersebut. Sebanyak lima personel dari mako dan dua dari posko Rambipuji.

Pria yang akrab disapa Harto itu menjelaskan bahwa pada musim hujan, binatang melata, khususnya ular, memang kerap berkembang biak. Karena itu, banyak ular keluar sekaligus mencari mangsa. Salah satunya tikus yang banyak tinggal di rumah. “Setelah ular ditangkap, segera dilepas ke habitatnya di alam liar yang jauh dari pemukiman warga,” lanjutnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kewaspadaan terhadap bencana perlu ditingkatkan selama musim hujan berlangsung. Mengingat, hujan disertai angin kerap terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Jember. Bahkan hingga kerap memakan korban dan kerugian materi.

Tak hanya itu, waspada terhadap ancaman binatang buas juga wajib dilakukan. Salah satunya terhadap ancaman binatang melata alias ular.

Rico Jaka, warga di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, misalnya. Dia mendapati seekor ular bercorak hitam kuning tengah berada di dapur rumahnya. Mengetahui adanya ular berbisa, dia langsung menghubungi Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran sekitar pukul 22.00 pada Sabtu (1/1) malam. “Ada ular weling di rumah saya, Pak,” tuturnya saat menghubungi para petugas.

Menanggapi hal tersebut, Komandan Regu Pemadam Kebakaran Markas Komando A Pemkab Jember Suharto menjelaskan bahwa para petugas Mako Damkar dan posko Rambipuji bergerak dengan menurunkan tujuh personel yang sudah terlatih untuk menangkap ular yang tergolong berbisa tersebut. Sebanyak lima personel dari mako dan dua dari posko Rambipuji.

Pria yang akrab disapa Harto itu menjelaskan bahwa pada musim hujan, binatang melata, khususnya ular, memang kerap berkembang biak. Karena itu, banyak ular keluar sekaligus mencari mangsa. Salah satunya tikus yang banyak tinggal di rumah. “Setelah ular ditangkap, segera dilepas ke habitatnya di alam liar yang jauh dari pemukiman warga,” lanjutnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kewaspadaan terhadap bencana perlu ditingkatkan selama musim hujan berlangsung. Mengingat, hujan disertai angin kerap terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Jember. Bahkan hingga kerap memakan korban dan kerugian materi.

Tak hanya itu, waspada terhadap ancaman binatang buas juga wajib dilakukan. Salah satunya terhadap ancaman binatang melata alias ular.

Rico Jaka, warga di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, misalnya. Dia mendapati seekor ular bercorak hitam kuning tengah berada di dapur rumahnya. Mengetahui adanya ular berbisa, dia langsung menghubungi Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran sekitar pukul 22.00 pada Sabtu (1/1) malam. “Ada ular weling di rumah saya, Pak,” tuturnya saat menghubungi para petugas.

Menanggapi hal tersebut, Komandan Regu Pemadam Kebakaran Markas Komando A Pemkab Jember Suharto menjelaskan bahwa para petugas Mako Damkar dan posko Rambipuji bergerak dengan menurunkan tujuh personel yang sudah terlatih untuk menangkap ular yang tergolong berbisa tersebut. Sebanyak lima personel dari mako dan dua dari posko Rambipuji.

Pria yang akrab disapa Harto itu menjelaskan bahwa pada musim hujan, binatang melata, khususnya ular, memang kerap berkembang biak. Karena itu, banyak ular keluar sekaligus mencari mangsa. Salah satunya tikus yang banyak tinggal di rumah. “Setelah ular ditangkap, segera dilepas ke habitatnya di alam liar yang jauh dari pemukiman warga,” lanjutnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/