alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Tanggapan Dilantiknya Terpidana Korupsi jadi Pejabat Fungsional di Jember

"Meskipun di website MA sudah dilampirkan putusannya, tapi itu untuk konsumsi umum. Pemkab Jember semestinya juga mengupayakan langkah-langkah mencari kejelasan hukum." Prof M Arief Amrullah - Pakar Pidana Korupsi Unej

Mobile_AP_Rectangle 1

Kepala BKPSDM Jember Sukowinarno mengakui demikian. “Kami sudah mengajukan permohonan salinan putusan itu ke Pengadilan Tipikor. Kami juga disarankan untuk menunggu salinan putusan saja,” ucapnya saat dikonfirmasi sebelum pelantikan Bagus Wantoro, beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Bagus Wantoro merupakan terpidana kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Jember tahun 2010. Bagus Wantoro terbukti melakukan tindak pidana korupsi hingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 6,1 miliar. Dia juga dijatuhi vonis 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. Dia berperan sebagai penjabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan buku senilai Rp 57,2 miliar.

Beberapa kolega Bagus Wantoro di Dinas Pendidikan yang terlibat dalam kasus tersebut telah menjalani kurungan penjara. Yakni, Achmad Sudiyono (mantan Kadispendik), Arif Hadiansyah Tri Setyo Nugroho (Kuasa Direktur CV Aneka Ilmu), Abdul Fatah (Direktur CV Afika Jaya), Usman Hadi (Direktur CV Bintang Sembilan), dan Nur Moch Romadhon (pejabat pengelola barang). Tiga pejabat lainnya yang juga terlibat, pada medio September kemarin, dieksekusi oleh jaksa. Mereka adalah Sugeng B Resobowo, Malai Sondi, dan Sudjarwono. Dalam kasus rasuah itu ketiganya menjabat panitia pemeriksa barang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Reporter : Maulana/Radar Jember

Fotografer : Arief For Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

- Advertisement -

Kepala BKPSDM Jember Sukowinarno mengakui demikian. “Kami sudah mengajukan permohonan salinan putusan itu ke Pengadilan Tipikor. Kami juga disarankan untuk menunggu salinan putusan saja,” ucapnya saat dikonfirmasi sebelum pelantikan Bagus Wantoro, beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Bagus Wantoro merupakan terpidana kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Jember tahun 2010. Bagus Wantoro terbukti melakukan tindak pidana korupsi hingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 6,1 miliar. Dia juga dijatuhi vonis 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. Dia berperan sebagai penjabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan buku senilai Rp 57,2 miliar.

Beberapa kolega Bagus Wantoro di Dinas Pendidikan yang terlibat dalam kasus tersebut telah menjalani kurungan penjara. Yakni, Achmad Sudiyono (mantan Kadispendik), Arif Hadiansyah Tri Setyo Nugroho (Kuasa Direktur CV Aneka Ilmu), Abdul Fatah (Direktur CV Afika Jaya), Usman Hadi (Direktur CV Bintang Sembilan), dan Nur Moch Romadhon (pejabat pengelola barang). Tiga pejabat lainnya yang juga terlibat, pada medio September kemarin, dieksekusi oleh jaksa. Mereka adalah Sugeng B Resobowo, Malai Sondi, dan Sudjarwono. Dalam kasus rasuah itu ketiganya menjabat panitia pemeriksa barang.

Reporter : Maulana/Radar Jember

Fotografer : Arief For Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

Kepala BKPSDM Jember Sukowinarno mengakui demikian. “Kami sudah mengajukan permohonan salinan putusan itu ke Pengadilan Tipikor. Kami juga disarankan untuk menunggu salinan putusan saja,” ucapnya saat dikonfirmasi sebelum pelantikan Bagus Wantoro, beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Bagus Wantoro merupakan terpidana kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Jember tahun 2010. Bagus Wantoro terbukti melakukan tindak pidana korupsi hingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 6,1 miliar. Dia juga dijatuhi vonis 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. Dia berperan sebagai penjabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan buku senilai Rp 57,2 miliar.

Beberapa kolega Bagus Wantoro di Dinas Pendidikan yang terlibat dalam kasus tersebut telah menjalani kurungan penjara. Yakni, Achmad Sudiyono (mantan Kadispendik), Arif Hadiansyah Tri Setyo Nugroho (Kuasa Direktur CV Aneka Ilmu), Abdul Fatah (Direktur CV Afika Jaya), Usman Hadi (Direktur CV Bintang Sembilan), dan Nur Moch Romadhon (pejabat pengelola barang). Tiga pejabat lainnya yang juga terlibat, pada medio September kemarin, dieksekusi oleh jaksa. Mereka adalah Sugeng B Resobowo, Malai Sondi, dan Sudjarwono. Dalam kasus rasuah itu ketiganya menjabat panitia pemeriksa barang.

Reporter : Maulana/Radar Jember

Fotografer : Arief For Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/