alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kades Terkait Kasus Narkoba di Jember Terancam Pidana Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di tengah menjalani masa kurungan penjara, Kepala Desa (Kades) Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Heri Harianto kini terancam kembali terseret kasus hukum. Hal itu menyusul penetapan status tersangka atas dirinya lantaran kasus kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan dengan menggelar battle sound pada saat puasa, 9 Mei lalu.

Santer dikabarkan, berkas kasus tersebut sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Namun, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, sejauh ini kasus battle sound itu masih ditangani kepolisian. “Belum limpah, masih di kepolisian,” ucap Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Jember Aditya Okto Thohari, kemarin (3/1).

Diketahui, tersangka yang merupakan kades setempat juga turut mengetuai jalannya acara adu nyaring sound system saat itu. Padahal saat itu tengah diberlakukan masa PPKM darurat. Karena ulahnya itu, polisi akhirnya menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa set sound system beserta genset dan beberapa kendaraan truk.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kapolsek Wuluhan Iptu Solekhan Arif yang tengah mengusut kasus tersebut masih irit bicara. Arief enggan menguraikan keterangan mengenai perkembangan kasus tersebut saat dikonfirmasi via telepon. “Nanti saja, ya,” jawabnya singkat.

Diusutnya kasus tersebut bakal membuat HH kembali tersandung hukum. Dia terancam mendekam di Lapas Kelas II A Jember lebih lama. Sebab, baru medio Oktober lalu tersangka divonis enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jember dalam kasus kepemilikan sabu-sabu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di tengah menjalani masa kurungan penjara, Kepala Desa (Kades) Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Heri Harianto kini terancam kembali terseret kasus hukum. Hal itu menyusul penetapan status tersangka atas dirinya lantaran kasus kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan dengan menggelar battle sound pada saat puasa, 9 Mei lalu.

Santer dikabarkan, berkas kasus tersebut sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Namun, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, sejauh ini kasus battle sound itu masih ditangani kepolisian. “Belum limpah, masih di kepolisian,” ucap Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Jember Aditya Okto Thohari, kemarin (3/1).

Diketahui, tersangka yang merupakan kades setempat juga turut mengetuai jalannya acara adu nyaring sound system saat itu. Padahal saat itu tengah diberlakukan masa PPKM darurat. Karena ulahnya itu, polisi akhirnya menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa set sound system beserta genset dan beberapa kendaraan truk.

Kapolsek Wuluhan Iptu Solekhan Arif yang tengah mengusut kasus tersebut masih irit bicara. Arief enggan menguraikan keterangan mengenai perkembangan kasus tersebut saat dikonfirmasi via telepon. “Nanti saja, ya,” jawabnya singkat.

Diusutnya kasus tersebut bakal membuat HH kembali tersandung hukum. Dia terancam mendekam di Lapas Kelas II A Jember lebih lama. Sebab, baru medio Oktober lalu tersangka divonis enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jember dalam kasus kepemilikan sabu-sabu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di tengah menjalani masa kurungan penjara, Kepala Desa (Kades) Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Heri Harianto kini terancam kembali terseret kasus hukum. Hal itu menyusul penetapan status tersangka atas dirinya lantaran kasus kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan dengan menggelar battle sound pada saat puasa, 9 Mei lalu.

Santer dikabarkan, berkas kasus tersebut sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Namun, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, sejauh ini kasus battle sound itu masih ditangani kepolisian. “Belum limpah, masih di kepolisian,” ucap Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Jember Aditya Okto Thohari, kemarin (3/1).

Diketahui, tersangka yang merupakan kades setempat juga turut mengetuai jalannya acara adu nyaring sound system saat itu. Padahal saat itu tengah diberlakukan masa PPKM darurat. Karena ulahnya itu, polisi akhirnya menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa set sound system beserta genset dan beberapa kendaraan truk.

Kapolsek Wuluhan Iptu Solekhan Arif yang tengah mengusut kasus tersebut masih irit bicara. Arief enggan menguraikan keterangan mengenai perkembangan kasus tersebut saat dikonfirmasi via telepon. “Nanti saja, ya,” jawabnya singkat.

Diusutnya kasus tersebut bakal membuat HH kembali tersandung hukum. Dia terancam mendekam di Lapas Kelas II A Jember lebih lama. Sebab, baru medio Oktober lalu tersangka divonis enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jember dalam kasus kepemilikan sabu-sabu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/