alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Jember Peringkat 21 Termiskin Se-Jawa Timur

Jumlah Orang Fakir di Jember Bertambah 9.100 Jiwa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumlah orang miskin di Jember terus meningkat. Selama periode Maret 2020 hingga Maret 2021, jumlah penduduk miskin di daerah penghasil tembakau ini bertambah sebanyak 9.100 jiwa. Sebelumnya, pada Maret 2020 terdapat 247.990 jiwa penduduk miskin dan menjadi 257.090 jiwa pada Maret 2021.

Seiring dengan itu, persentase penduduk miskin di Jember dalam rentang waktu satu tahun juga mengalami peningkatan sebesar 3,17 persen. Dari awalnya 10,09 persen dari jumlah total penduduk menjadi 10,41 persen. “Di Jawa Timur, Kabupaten Jember menjadi kabupaten kota yang memiliki peringkat 21 termiskin,” kata Arif Joko Sutejo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, kemarin (3/1).

Masalah kemiskinan sebenarnya tidak sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin saja. Namun, ukuran lain juga perlu diperhatikan. Seperti tingkat kedalaman serta keparahan dari kemiskinan yang terjadi. Upaya kebijakan pembangunan, terutama yang bertujuan memperkecil jumlah penduduk miskin, diharapkan bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beberapa faktor yang menjadi penyebab naiknya persentase kemiskinan di Jember di antaranya pandemi Covid-19 yang berkelanjutan. Pagebluk ini berdampak pada perubahan perilaku serta aktivitas ekonomi penduduk, sehingga memengaruhi angka kemiskinan.

Selanjutnya, ekonomi Jember pada 2020 yang minus 2,98 persen, sehingga mengalami kontraksi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tumbuh sebesar 5,51 persen. Imbasnya, pertumbuhan konsumsi rumah tangga di Jember juga terkontraksi menjadi minus 0,67 persen di tahun 2020 akibat dampak pandemi.

Di sisi lain, selama periode Maret 2020–Maret 2021, angka inflasi tahun ke tahun cukup rendah. Tercatat hanya 1,66 persen. Tak hanya itu, angka kemiskinan juga disumbang tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang naik sebesar 0,31 persen pada Agustus 2020. Dampaknya, sebanyak 151.750 penduduk usia kerja di Jember terdampak Covid-19.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumlah orang miskin di Jember terus meningkat. Selama periode Maret 2020 hingga Maret 2021, jumlah penduduk miskin di daerah penghasil tembakau ini bertambah sebanyak 9.100 jiwa. Sebelumnya, pada Maret 2020 terdapat 247.990 jiwa penduduk miskin dan menjadi 257.090 jiwa pada Maret 2021.

Seiring dengan itu, persentase penduduk miskin di Jember dalam rentang waktu satu tahun juga mengalami peningkatan sebesar 3,17 persen. Dari awalnya 10,09 persen dari jumlah total penduduk menjadi 10,41 persen. “Di Jawa Timur, Kabupaten Jember menjadi kabupaten kota yang memiliki peringkat 21 termiskin,” kata Arif Joko Sutejo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, kemarin (3/1).

Masalah kemiskinan sebenarnya tidak sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin saja. Namun, ukuran lain juga perlu diperhatikan. Seperti tingkat kedalaman serta keparahan dari kemiskinan yang terjadi. Upaya kebijakan pembangunan, terutama yang bertujuan memperkecil jumlah penduduk miskin, diharapkan bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan tersebut.

Beberapa faktor yang menjadi penyebab naiknya persentase kemiskinan di Jember di antaranya pandemi Covid-19 yang berkelanjutan. Pagebluk ini berdampak pada perubahan perilaku serta aktivitas ekonomi penduduk, sehingga memengaruhi angka kemiskinan.

Selanjutnya, ekonomi Jember pada 2020 yang minus 2,98 persen, sehingga mengalami kontraksi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tumbuh sebesar 5,51 persen. Imbasnya, pertumbuhan konsumsi rumah tangga di Jember juga terkontraksi menjadi minus 0,67 persen di tahun 2020 akibat dampak pandemi.

Di sisi lain, selama periode Maret 2020–Maret 2021, angka inflasi tahun ke tahun cukup rendah. Tercatat hanya 1,66 persen. Tak hanya itu, angka kemiskinan juga disumbang tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang naik sebesar 0,31 persen pada Agustus 2020. Dampaknya, sebanyak 151.750 penduduk usia kerja di Jember terdampak Covid-19.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumlah orang miskin di Jember terus meningkat. Selama periode Maret 2020 hingga Maret 2021, jumlah penduduk miskin di daerah penghasil tembakau ini bertambah sebanyak 9.100 jiwa. Sebelumnya, pada Maret 2020 terdapat 247.990 jiwa penduduk miskin dan menjadi 257.090 jiwa pada Maret 2021.

Seiring dengan itu, persentase penduduk miskin di Jember dalam rentang waktu satu tahun juga mengalami peningkatan sebesar 3,17 persen. Dari awalnya 10,09 persen dari jumlah total penduduk menjadi 10,41 persen. “Di Jawa Timur, Kabupaten Jember menjadi kabupaten kota yang memiliki peringkat 21 termiskin,” kata Arif Joko Sutejo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, kemarin (3/1).

Masalah kemiskinan sebenarnya tidak sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin saja. Namun, ukuran lain juga perlu diperhatikan. Seperti tingkat kedalaman serta keparahan dari kemiskinan yang terjadi. Upaya kebijakan pembangunan, terutama yang bertujuan memperkecil jumlah penduduk miskin, diharapkan bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan tersebut.

Beberapa faktor yang menjadi penyebab naiknya persentase kemiskinan di Jember di antaranya pandemi Covid-19 yang berkelanjutan. Pagebluk ini berdampak pada perubahan perilaku serta aktivitas ekonomi penduduk, sehingga memengaruhi angka kemiskinan.

Selanjutnya, ekonomi Jember pada 2020 yang minus 2,98 persen, sehingga mengalami kontraksi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tumbuh sebesar 5,51 persen. Imbasnya, pertumbuhan konsumsi rumah tangga di Jember juga terkontraksi menjadi minus 0,67 persen di tahun 2020 akibat dampak pandemi.

Di sisi lain, selama periode Maret 2020–Maret 2021, angka inflasi tahun ke tahun cukup rendah. Tercatat hanya 1,66 persen. Tak hanya itu, angka kemiskinan juga disumbang tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang naik sebesar 0,31 persen pada Agustus 2020. Dampaknya, sebanyak 151.750 penduduk usia kerja di Jember terdampak Covid-19.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/