alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Bahan Bakar Kendaraan Premium Dihapus

Tak Disediakan Lagi di SPBU

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebijakan pemerintah untuk menghapus bahan bakar jenis premium dari peredaran kini telah diberlakukan. Penghapusan itu kabarnya juga menyasar ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di Pulau Jawa, Madura, dan Bali.

“Kebijakan penghapusan premium dari berbagai SPBU itu sebenarnya sudah cukup lama. Hanya saja, selama ini berjalan secara bertahap,” ucap Ketua DPC Hiswana Migas Daerah Besuki (Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso) Soepratigto.

Dia menyrbut, tepatnya diawali pada September 2020 lalu. Saat itu, di tiap kabupaten atau kota, hanya dua SPBU yang menyediakan BBM jenis premium. Kemudian, berlanjut pada Januari 2021, dipangkas lagi hanya ada satu SPBU yang menyediakan BBM jenis premium. “Mulai 30 September kemarin, premium benar-benar mulai dihapus dari peredaran,” sambungnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kebijakan penghapusan itu, menurut dia, menyusul rencana pemerintah untuk menciptakan langit biru, mengurangi emisi dari penggunaan bahan bakar yang memiliki angka ketukan pembakaran atau research octane number (RON) 88 tersebut.

Berbeda dengan premium, pada jenis BBM lain memiliki RON lebih tinggi. Sebut misalnya seperti pertalite dengan RON 90, pertamax RON 92, atau pertamax turbo RON 98. Karena itu, premium dengan RON 88 tersebut sering kali disebut kurang ramah lingkungan dan sangat memengaruhi performa mesin kendaraan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebijakan pemerintah untuk menghapus bahan bakar jenis premium dari peredaran kini telah diberlakukan. Penghapusan itu kabarnya juga menyasar ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di Pulau Jawa, Madura, dan Bali.

“Kebijakan penghapusan premium dari berbagai SPBU itu sebenarnya sudah cukup lama. Hanya saja, selama ini berjalan secara bertahap,” ucap Ketua DPC Hiswana Migas Daerah Besuki (Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso) Soepratigto.

Dia menyrbut, tepatnya diawali pada September 2020 lalu. Saat itu, di tiap kabupaten atau kota, hanya dua SPBU yang menyediakan BBM jenis premium. Kemudian, berlanjut pada Januari 2021, dipangkas lagi hanya ada satu SPBU yang menyediakan BBM jenis premium. “Mulai 30 September kemarin, premium benar-benar mulai dihapus dari peredaran,” sambungnya.

Kebijakan penghapusan itu, menurut dia, menyusul rencana pemerintah untuk menciptakan langit biru, mengurangi emisi dari penggunaan bahan bakar yang memiliki angka ketukan pembakaran atau research octane number (RON) 88 tersebut.

Berbeda dengan premium, pada jenis BBM lain memiliki RON lebih tinggi. Sebut misalnya seperti pertalite dengan RON 90, pertamax RON 92, atau pertamax turbo RON 98. Karena itu, premium dengan RON 88 tersebut sering kali disebut kurang ramah lingkungan dan sangat memengaruhi performa mesin kendaraan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebijakan pemerintah untuk menghapus bahan bakar jenis premium dari peredaran kini telah diberlakukan. Penghapusan itu kabarnya juga menyasar ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di Pulau Jawa, Madura, dan Bali.

“Kebijakan penghapusan premium dari berbagai SPBU itu sebenarnya sudah cukup lama. Hanya saja, selama ini berjalan secara bertahap,” ucap Ketua DPC Hiswana Migas Daerah Besuki (Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso) Soepratigto.

Dia menyrbut, tepatnya diawali pada September 2020 lalu. Saat itu, di tiap kabupaten atau kota, hanya dua SPBU yang menyediakan BBM jenis premium. Kemudian, berlanjut pada Januari 2021, dipangkas lagi hanya ada satu SPBU yang menyediakan BBM jenis premium. “Mulai 30 September kemarin, premium benar-benar mulai dihapus dari peredaran,” sambungnya.

Kebijakan penghapusan itu, menurut dia, menyusul rencana pemerintah untuk menciptakan langit biru, mengurangi emisi dari penggunaan bahan bakar yang memiliki angka ketukan pembakaran atau research octane number (RON) 88 tersebut.

Berbeda dengan premium, pada jenis BBM lain memiliki RON lebih tinggi. Sebut misalnya seperti pertalite dengan RON 90, pertamax RON 92, atau pertamax turbo RON 98. Karena itu, premium dengan RON 88 tersebut sering kali disebut kurang ramah lingkungan dan sangat memengaruhi performa mesin kendaraan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/