alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Kebijakan Sekolah Daring Terus Dilanjutkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harapan pelajar untuk bisa merasakan kembali suasana belajar mengajar di sekolah masing-masing agaknya harus kembali pupus. Sebab, hingga saat ini pemerintah masih menerapkan kebijakan sekolah daring, meskipun simulasi pembelajaran tatap muka sudah dilangsungkan di sejumlah sekolah.

Berbeda dengan TK, SD, dan SMP, lembaga SLTA di wilayah Jember tidak mengadakan simulasi pembelajaran tatap muka. Hal ini lantaran kondisi Jember yang masih tidak memungkinkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Simulasi pembelajaran tatap muka hanya dilakukan di Kabupaten Lumajang dengan menyasar 13 SMA, 13 SMK, dan 6 SLB.

Simulasi ini sempat dilakukan pada awal Desember silam. Namun, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jember dan Lumajang Mahrus Syamsul tidak menjelaskan secara detail waktu pelaksanaannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tidak berbeda jauh dengan lembaga SD dan SMP, pelaksanaan simulasi di tingkat SLTA di Lumajang berjalan dari pukul 07.00 hingga 11.00 siang. Secara teknis, para siswa diwajibkan untuk menaati protokol Covid-19. Sekolah pun menyediakan berbagai perlengkapan. Di antaranya wastafel untuk cuci tangan dan sterilisasi ruangan sebelum melakukan simulasi tatap muka. “Semua sekolah telah melakukan persiapan untuk pembelajaran tatap muka,” kata Mahrus.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harapan pelajar untuk bisa merasakan kembali suasana belajar mengajar di sekolah masing-masing agaknya harus kembali pupus. Sebab, hingga saat ini pemerintah masih menerapkan kebijakan sekolah daring, meskipun simulasi pembelajaran tatap muka sudah dilangsungkan di sejumlah sekolah.

Berbeda dengan TK, SD, dan SMP, lembaga SLTA di wilayah Jember tidak mengadakan simulasi pembelajaran tatap muka. Hal ini lantaran kondisi Jember yang masih tidak memungkinkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Simulasi pembelajaran tatap muka hanya dilakukan di Kabupaten Lumajang dengan menyasar 13 SMA, 13 SMK, dan 6 SLB.

Simulasi ini sempat dilakukan pada awal Desember silam. Namun, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jember dan Lumajang Mahrus Syamsul tidak menjelaskan secara detail waktu pelaksanaannya.

Tidak berbeda jauh dengan lembaga SD dan SMP, pelaksanaan simulasi di tingkat SLTA di Lumajang berjalan dari pukul 07.00 hingga 11.00 siang. Secara teknis, para siswa diwajibkan untuk menaati protokol Covid-19. Sekolah pun menyediakan berbagai perlengkapan. Di antaranya wastafel untuk cuci tangan dan sterilisasi ruangan sebelum melakukan simulasi tatap muka. “Semua sekolah telah melakukan persiapan untuk pembelajaran tatap muka,” kata Mahrus.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harapan pelajar untuk bisa merasakan kembali suasana belajar mengajar di sekolah masing-masing agaknya harus kembali pupus. Sebab, hingga saat ini pemerintah masih menerapkan kebijakan sekolah daring, meskipun simulasi pembelajaran tatap muka sudah dilangsungkan di sejumlah sekolah.

Berbeda dengan TK, SD, dan SMP, lembaga SLTA di wilayah Jember tidak mengadakan simulasi pembelajaran tatap muka. Hal ini lantaran kondisi Jember yang masih tidak memungkinkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Simulasi pembelajaran tatap muka hanya dilakukan di Kabupaten Lumajang dengan menyasar 13 SMA, 13 SMK, dan 6 SLB.

Simulasi ini sempat dilakukan pada awal Desember silam. Namun, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jember dan Lumajang Mahrus Syamsul tidak menjelaskan secara detail waktu pelaksanaannya.

Tidak berbeda jauh dengan lembaga SD dan SMP, pelaksanaan simulasi di tingkat SLTA di Lumajang berjalan dari pukul 07.00 hingga 11.00 siang. Secara teknis, para siswa diwajibkan untuk menaati protokol Covid-19. Sekolah pun menyediakan berbagai perlengkapan. Di antaranya wastafel untuk cuci tangan dan sterilisasi ruangan sebelum melakukan simulasi tatap muka. “Semua sekolah telah melakukan persiapan untuk pembelajaran tatap muka,” kata Mahrus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/