alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

RH Dosen Tersangka Pencabulan Ajukan Banding

"Terdakwa melalui penasihat hukumnya telah mengajukan banding pada Selasa 30 November kemarin." Sigit Triatmojo - Hakim Juru Bicara PN Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah mendapat vonis penjara enam tahun dan denda Rp 50 juta subsider empat bulan kurungan, RH, dosen nonaktif Universitas Jember yang menjadi tersangka pencabulan anak, mengajukan upaya hukum banding. Sebelumnya, RH diputus bersalah atas dakwaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang masih kemenakannya sendiri.

Upaya banding itu dilakukan terdakwa melalui penasihat hukumnya, setelah mengikuti sidang terbuka agenda pembacaan putusan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, Rabu (24/11) lalu. “Terdakwa melalui penasihat hukumnya telah mengajukan banding pada Selasa 30 November kemarin,” terang Sigit Triatmojo, Hakim Juru Bicara PN Jember.

Sigit menjelaskan, upaya hukum banding itu menjadi hak setiap terdakwa yang perkaranya telah dijatuhkan vonis, namun tidak sependapat dengan putusan majelis hakim. Dengan dilakukannya upaya banding itu, secara otomatis perkara RH belum berkekuatan hukum tetap.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga petang kemarin, berkas memori banding RH masih diproses di PN Jember dan akan dikirim ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur di Surabaya, paling lama satu minggu ke depan. “Selanjutnya, bakal diperiksa oleh majelis hakim pada Pengadilan Tinggi di Surabaya,” tambah Sigit.

Kendati tidak diketahui pasti detail memori banding itu, karena pencabulan merupakan kasus tertutup, namun secara umum berkas memori banding yang diupayakan RH merupakan bentuk ketidaksepakatan atas putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim PN Jember atas dirinya. Dikonfirmasi tentang hal ini, penasihat hukum RH, Andreas Freddy Caesar, belum banyak berkomentar terkait banding tersebut. Dia menilai hal itu menjadi kewenangan pihak keluarga RH.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah mendapat vonis penjara enam tahun dan denda Rp 50 juta subsider empat bulan kurungan, RH, dosen nonaktif Universitas Jember yang menjadi tersangka pencabulan anak, mengajukan upaya hukum banding. Sebelumnya, RH diputus bersalah atas dakwaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang masih kemenakannya sendiri.

Upaya banding itu dilakukan terdakwa melalui penasihat hukumnya, setelah mengikuti sidang terbuka agenda pembacaan putusan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, Rabu (24/11) lalu. “Terdakwa melalui penasihat hukumnya telah mengajukan banding pada Selasa 30 November kemarin,” terang Sigit Triatmojo, Hakim Juru Bicara PN Jember.

Sigit menjelaskan, upaya hukum banding itu menjadi hak setiap terdakwa yang perkaranya telah dijatuhkan vonis, namun tidak sependapat dengan putusan majelis hakim. Dengan dilakukannya upaya banding itu, secara otomatis perkara RH belum berkekuatan hukum tetap.

Hingga petang kemarin, berkas memori banding RH masih diproses di PN Jember dan akan dikirim ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur di Surabaya, paling lama satu minggu ke depan. “Selanjutnya, bakal diperiksa oleh majelis hakim pada Pengadilan Tinggi di Surabaya,” tambah Sigit.

Kendati tidak diketahui pasti detail memori banding itu, karena pencabulan merupakan kasus tertutup, namun secara umum berkas memori banding yang diupayakan RH merupakan bentuk ketidaksepakatan atas putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim PN Jember atas dirinya. Dikonfirmasi tentang hal ini, penasihat hukum RH, Andreas Freddy Caesar, belum banyak berkomentar terkait banding tersebut. Dia menilai hal itu menjadi kewenangan pihak keluarga RH.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah mendapat vonis penjara enam tahun dan denda Rp 50 juta subsider empat bulan kurungan, RH, dosen nonaktif Universitas Jember yang menjadi tersangka pencabulan anak, mengajukan upaya hukum banding. Sebelumnya, RH diputus bersalah atas dakwaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang masih kemenakannya sendiri.

Upaya banding itu dilakukan terdakwa melalui penasihat hukumnya, setelah mengikuti sidang terbuka agenda pembacaan putusan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, Rabu (24/11) lalu. “Terdakwa melalui penasihat hukumnya telah mengajukan banding pada Selasa 30 November kemarin,” terang Sigit Triatmojo, Hakim Juru Bicara PN Jember.

Sigit menjelaskan, upaya hukum banding itu menjadi hak setiap terdakwa yang perkaranya telah dijatuhkan vonis, namun tidak sependapat dengan putusan majelis hakim. Dengan dilakukannya upaya banding itu, secara otomatis perkara RH belum berkekuatan hukum tetap.

Hingga petang kemarin, berkas memori banding RH masih diproses di PN Jember dan akan dikirim ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur di Surabaya, paling lama satu minggu ke depan. “Selanjutnya, bakal diperiksa oleh majelis hakim pada Pengadilan Tinggi di Surabaya,” tambah Sigit.

Kendati tidak diketahui pasti detail memori banding itu, karena pencabulan merupakan kasus tertutup, namun secara umum berkas memori banding yang diupayakan RH merupakan bentuk ketidaksepakatan atas putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim PN Jember atas dirinya. Dikonfirmasi tentang hal ini, penasihat hukum RH, Andreas Freddy Caesar, belum banyak berkomentar terkait banding tersebut. Dia menilai hal itu menjadi kewenangan pihak keluarga RH.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/