alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Ikan sampai Lego Turut Dijual

Sejak Bocah, Jiwa Entrepreneurship Bisa Diasah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pendidikan entrepreneur atau kewirausahaan telah banyak diminati, termasuk bagi anak muda. Hidup mandiri dengan menjadi pengusaha rupanya menjadi salah satu pilihan mereka. Sebenarnya, mengasah jiwa entrepreneurship itu tidak perlu menunggu dewasa. Sebab, usia anak-anak sekalipun sejatinya bisa dilatih dengan menjalankan usaha yang sederhana.

Seperti halnya Habibi Akmal. Pelajar kelas 5 SD tersebut tidak disangka telah belajar bisnis. Ikan hias kecil dan imut yang dipilih Habibi untuk menjalankan bisnisnya. Walau sepintas dia seperti anak pada umumnya, suka bermain ikan di aquarium, tapi ternyata ada sisi lain yang jarang dimiliki bocah seusianya. Ketika bertemu Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini, tiba-tiba Habibi menangkap salah satu ikan miliknya. Dia mengaku bakal menjual ikan itu. Harganya bervariasi, mulai Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu.

Tak hanya ikan hias yang berukuran mini, ikan cupang juga dijual olehnya. “Harga cupang itu Rp 10 ribu. Tapi yang ini Rp 15 ribu,” jelasnya, sembari menunjuk salah satu ikan di hadapannya. Cara jualan Habibi tidak hanya door to door ke rumah teman-temannya. Dia juga punya trik jualan yang lain, seperti memasang status di WhatsApp. Kalimat statusnya juga sama dengan pedagang daring yang lain, ada iming-iming bonus. Pembelian sebelum hari dan tanggal sekian diberi pakan ikan gratis.

Mobile_AP_Rectangle 2

Habibi mengaku, berjualan ikan membuat hatinya senang. Apalagi, uang hasilnya bisa ditabung. Selain itu, uang hasil penjualan tersebut juga bisa menjadi tambahan modal untuk membeli bibit ikan lagi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pendidikan entrepreneur atau kewirausahaan telah banyak diminati, termasuk bagi anak muda. Hidup mandiri dengan menjadi pengusaha rupanya menjadi salah satu pilihan mereka. Sebenarnya, mengasah jiwa entrepreneurship itu tidak perlu menunggu dewasa. Sebab, usia anak-anak sekalipun sejatinya bisa dilatih dengan menjalankan usaha yang sederhana.

Seperti halnya Habibi Akmal. Pelajar kelas 5 SD tersebut tidak disangka telah belajar bisnis. Ikan hias kecil dan imut yang dipilih Habibi untuk menjalankan bisnisnya. Walau sepintas dia seperti anak pada umumnya, suka bermain ikan di aquarium, tapi ternyata ada sisi lain yang jarang dimiliki bocah seusianya. Ketika bertemu Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini, tiba-tiba Habibi menangkap salah satu ikan miliknya. Dia mengaku bakal menjual ikan itu. Harganya bervariasi, mulai Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu.

Tak hanya ikan hias yang berukuran mini, ikan cupang juga dijual olehnya. “Harga cupang itu Rp 10 ribu. Tapi yang ini Rp 15 ribu,” jelasnya, sembari menunjuk salah satu ikan di hadapannya. Cara jualan Habibi tidak hanya door to door ke rumah teman-temannya. Dia juga punya trik jualan yang lain, seperti memasang status di WhatsApp. Kalimat statusnya juga sama dengan pedagang daring yang lain, ada iming-iming bonus. Pembelian sebelum hari dan tanggal sekian diberi pakan ikan gratis.

Habibi mengaku, berjualan ikan membuat hatinya senang. Apalagi, uang hasilnya bisa ditabung. Selain itu, uang hasil penjualan tersebut juga bisa menjadi tambahan modal untuk membeli bibit ikan lagi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pendidikan entrepreneur atau kewirausahaan telah banyak diminati, termasuk bagi anak muda. Hidup mandiri dengan menjadi pengusaha rupanya menjadi salah satu pilihan mereka. Sebenarnya, mengasah jiwa entrepreneurship itu tidak perlu menunggu dewasa. Sebab, usia anak-anak sekalipun sejatinya bisa dilatih dengan menjalankan usaha yang sederhana.

Seperti halnya Habibi Akmal. Pelajar kelas 5 SD tersebut tidak disangka telah belajar bisnis. Ikan hias kecil dan imut yang dipilih Habibi untuk menjalankan bisnisnya. Walau sepintas dia seperti anak pada umumnya, suka bermain ikan di aquarium, tapi ternyata ada sisi lain yang jarang dimiliki bocah seusianya. Ketika bertemu Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini, tiba-tiba Habibi menangkap salah satu ikan miliknya. Dia mengaku bakal menjual ikan itu. Harganya bervariasi, mulai Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu.

Tak hanya ikan hias yang berukuran mini, ikan cupang juga dijual olehnya. “Harga cupang itu Rp 10 ribu. Tapi yang ini Rp 15 ribu,” jelasnya, sembari menunjuk salah satu ikan di hadapannya. Cara jualan Habibi tidak hanya door to door ke rumah teman-temannya. Dia juga punya trik jualan yang lain, seperti memasang status di WhatsApp. Kalimat statusnya juga sama dengan pedagang daring yang lain, ada iming-iming bonus. Pembelian sebelum hari dan tanggal sekian diberi pakan ikan gratis.

Habibi mengaku, berjualan ikan membuat hatinya senang. Apalagi, uang hasilnya bisa ditabung. Selain itu, uang hasil penjualan tersebut juga bisa menjadi tambahan modal untuk membeli bibit ikan lagi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/