alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Kopi Sukorambi Siap Go Internasional

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebutuhan kopi dunia setiap tahun rata-rata mengalami peningkatan 8,8 %, hal tersebut mengundang ketertarikan Bambang Rudianto, Camat Sukorambi untuk memasarkan kopi lokal Sukorambi ke pasar internasional. “Di Kecamatan Sukorambi terdapat hamparan tanaman kopi seperti di Desa Sukorambi, Klungkung dan Karangpring, kualitas kopi Kecamatan Sukorambi tidak kalah bila dibanding dari daerah lain,” ungkap Rudianto.

Selama ini kopi merupakan ikon kecamatan tersebut, apalagi di Desa Klungkung dan Karangpring terdapat 400 orang petani kopi. “Mereka petani kopi tidak terbiasa memanen kopi hingga berwarna merah, padahal untuk mendapatkan kopi berkualitas tinggi haruslah petik merah. Pihak kecamatan harus turun tangan untuk mengedukasi petani,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebutuhan kopi dunia setiap tahun rata-rata mengalami peningkatan 8,8 %, hal tersebut mengundang ketertarikan Bambang Rudianto, Camat Sukorambi untuk memasarkan kopi lokal Sukorambi ke pasar internasional. “Di Kecamatan Sukorambi terdapat hamparan tanaman kopi seperti di Desa Sukorambi, Klungkung dan Karangpring, kualitas kopi Kecamatan Sukorambi tidak kalah bila dibanding dari daerah lain,” ungkap Rudianto.

Selama ini kopi merupakan ikon kecamatan tersebut, apalagi di Desa Klungkung dan Karangpring terdapat 400 orang petani kopi. “Mereka petani kopi tidak terbiasa memanen kopi hingga berwarna merah, padahal untuk mendapatkan kopi berkualitas tinggi haruslah petik merah. Pihak kecamatan harus turun tangan untuk mengedukasi petani,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebutuhan kopi dunia setiap tahun rata-rata mengalami peningkatan 8,8 %, hal tersebut mengundang ketertarikan Bambang Rudianto, Camat Sukorambi untuk memasarkan kopi lokal Sukorambi ke pasar internasional. “Di Kecamatan Sukorambi terdapat hamparan tanaman kopi seperti di Desa Sukorambi, Klungkung dan Karangpring, kualitas kopi Kecamatan Sukorambi tidak kalah bila dibanding dari daerah lain,” ungkap Rudianto.

Selama ini kopi merupakan ikon kecamatan tersebut, apalagi di Desa Klungkung dan Karangpring terdapat 400 orang petani kopi. “Mereka petani kopi tidak terbiasa memanen kopi hingga berwarna merah, padahal untuk mendapatkan kopi berkualitas tinggi haruslah petik merah. Pihak kecamatan harus turun tangan untuk mengedukasi petani,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/