alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Tolak Luna Maya di JFC

Mobile_AP_Rectangle 1

RENCANA kedatangan artis ibu kota, Luna Maya, di perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) menuai penolakan. Ajang karnaval busana kelas dunia itu rencananya bakal berlangsung secara hybrid pada 20-21 November. Sebanyak 250 peserta akan terlibat secara luring, sedangkan peserta dari 10-14 negara di lima benua akan mengikuti secara daring.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jember Ahmad Hadinuddin menyampaikan, Luna Maya merupakan figur yang tidak cocok dengan budaya masyarakat Jember. Sebab, Jember didominasi dengan kultur keagamaan yang cukup kental. “Perlu menjadi refleksi mengenai standar norma dan figur. Ini perlu dipertimbangkan,” ungkapnya, belum lama ini.

Sebagaimana diketahui, artis Luna Maya sempat tersandung kasus video syur bersama Ariel. Perkara ini mencuat satu dekade lalu, sekitar tahun 2010. Meski perkaranya sudah lama, namun ingatan itu masih melekat di masyarakat. Terlebih bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan kulur agama yang kuat seperti Jember. Selain Luna Maya, JFC juga akan mengundang selebriti kondang Anya Geraldine, namun nama Luna Maya inilah yang mendapat penolakan.

- Advertisement -

RENCANA kedatangan artis ibu kota, Luna Maya, di perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) menuai penolakan. Ajang karnaval busana kelas dunia itu rencananya bakal berlangsung secara hybrid pada 20-21 November. Sebanyak 250 peserta akan terlibat secara luring, sedangkan peserta dari 10-14 negara di lima benua akan mengikuti secara daring.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jember Ahmad Hadinuddin menyampaikan, Luna Maya merupakan figur yang tidak cocok dengan budaya masyarakat Jember. Sebab, Jember didominasi dengan kultur keagamaan yang cukup kental. “Perlu menjadi refleksi mengenai standar norma dan figur. Ini perlu dipertimbangkan,” ungkapnya, belum lama ini.

Sebagaimana diketahui, artis Luna Maya sempat tersandung kasus video syur bersama Ariel. Perkara ini mencuat satu dekade lalu, sekitar tahun 2010. Meski perkaranya sudah lama, namun ingatan itu masih melekat di masyarakat. Terlebih bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan kulur agama yang kuat seperti Jember. Selain Luna Maya, JFC juga akan mengundang selebriti kondang Anya Geraldine, namun nama Luna Maya inilah yang mendapat penolakan.

RENCANA kedatangan artis ibu kota, Luna Maya, di perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) menuai penolakan. Ajang karnaval busana kelas dunia itu rencananya bakal berlangsung secara hybrid pada 20-21 November. Sebanyak 250 peserta akan terlibat secara luring, sedangkan peserta dari 10-14 negara di lima benua akan mengikuti secara daring.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jember Ahmad Hadinuddin menyampaikan, Luna Maya merupakan figur yang tidak cocok dengan budaya masyarakat Jember. Sebab, Jember didominasi dengan kultur keagamaan yang cukup kental. “Perlu menjadi refleksi mengenai standar norma dan figur. Ini perlu dipertimbangkan,” ungkapnya, belum lama ini.

Sebagaimana diketahui, artis Luna Maya sempat tersandung kasus video syur bersama Ariel. Perkara ini mencuat satu dekade lalu, sekitar tahun 2010. Meski perkaranya sudah lama, namun ingatan itu masih melekat di masyarakat. Terlebih bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan kulur agama yang kuat seperti Jember. Selain Luna Maya, JFC juga akan mengundang selebriti kondang Anya Geraldine, namun nama Luna Maya inilah yang mendapat penolakan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/