alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Banyak ATM Belum Ramah Difabel

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Trotoar hingga kantor pemerintahan memang menjadi perhatian utama agar peduli terhadap akses disabilitas. Padahal ada hal lain yang tak kalah penting dan menjadi kebutuhan kaum difabel. Yaitu akses anjungan tunai mandiri (ATM). Sebab, hingga kini masih banyak ATM yang belum ramah terhadap penyandang disabilitas.

Koordinator Pendamping Desa Akhmad Fourzan yang juga tunadaksa mengatakan, sebenarnya banyak fasilitas di Jember yang belum ramah difabel. Menurutnya, akses disabilitas tidak hanya di kantor pemerintah semata atau trotoar. Tapi juga akses publik lain yang menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah ATM, yang selama ini kerap diakses oleh masyarakat dalam transaksi keuangan, termasuk difabel. Namun, kata dia, kemudahan akses dalam bertransaksi masih belum diperhatikan oleh penyedia layanan. “Dulu transaksi keuangan, misalnya menabung hingga ambil uang, hanya di bank. Tapi sekarang sudah beralih di ATM,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Fourzan menilai, akses ke mesin transaksi keuangan tersebut tidak ramah difabel. Apalagi, menuju ATM rata-rata perlu melewati anak tangga. “Setidaknya, ada akses untuk mereka yang pakai kursi roda,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Trotoar hingga kantor pemerintahan memang menjadi perhatian utama agar peduli terhadap akses disabilitas. Padahal ada hal lain yang tak kalah penting dan menjadi kebutuhan kaum difabel. Yaitu akses anjungan tunai mandiri (ATM). Sebab, hingga kini masih banyak ATM yang belum ramah terhadap penyandang disabilitas.

Koordinator Pendamping Desa Akhmad Fourzan yang juga tunadaksa mengatakan, sebenarnya banyak fasilitas di Jember yang belum ramah difabel. Menurutnya, akses disabilitas tidak hanya di kantor pemerintah semata atau trotoar. Tapi juga akses publik lain yang menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah ATM, yang selama ini kerap diakses oleh masyarakat dalam transaksi keuangan, termasuk difabel. Namun, kata dia, kemudahan akses dalam bertransaksi masih belum diperhatikan oleh penyedia layanan. “Dulu transaksi keuangan, misalnya menabung hingga ambil uang, hanya di bank. Tapi sekarang sudah beralih di ATM,” terangnya.

Fourzan menilai, akses ke mesin transaksi keuangan tersebut tidak ramah difabel. Apalagi, menuju ATM rata-rata perlu melewati anak tangga. “Setidaknya, ada akses untuk mereka yang pakai kursi roda,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Trotoar hingga kantor pemerintahan memang menjadi perhatian utama agar peduli terhadap akses disabilitas. Padahal ada hal lain yang tak kalah penting dan menjadi kebutuhan kaum difabel. Yaitu akses anjungan tunai mandiri (ATM). Sebab, hingga kini masih banyak ATM yang belum ramah terhadap penyandang disabilitas.

Koordinator Pendamping Desa Akhmad Fourzan yang juga tunadaksa mengatakan, sebenarnya banyak fasilitas di Jember yang belum ramah difabel. Menurutnya, akses disabilitas tidak hanya di kantor pemerintah semata atau trotoar. Tapi juga akses publik lain yang menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah ATM, yang selama ini kerap diakses oleh masyarakat dalam transaksi keuangan, termasuk difabel. Namun, kata dia, kemudahan akses dalam bertransaksi masih belum diperhatikan oleh penyedia layanan. “Dulu transaksi keuangan, misalnya menabung hingga ambil uang, hanya di bank. Tapi sekarang sudah beralih di ATM,” terangnya.

Fourzan menilai, akses ke mesin transaksi keuangan tersebut tidak ramah difabel. Apalagi, menuju ATM rata-rata perlu melewati anak tangga. “Setidaknya, ada akses untuk mereka yang pakai kursi roda,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/