alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Diakui Ada Kesalahan Prosedur

Penolakan Hotel sebagai Tempat Karantina

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ditunjuknya salah satu hotel di Kecamatan Sukorambi sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 para karyawan salah satu perusahaan rokok di Jember mendapat respons berbeda dari warga sekitar. Tak semua warga sekitar sepakat. Mereka bahkan membentangkan banner penolakan tersebut, persis di depan pintu masuk hotel, kemarin (30/9).

Aksi penolakan itu pun sempat dibawa dalam forum hearing yang difasilitasi oleh Pemkab Jember. Bertempat di aula rapat Pemkab Jember, semua unsur dan pihak terkait dihadirkan untuk mencari jalan tengahnya. Seperti Satgas Covid-19 Kabupaten Jember, Wakapolres Jember, Kasdim, Kepala Satpol PP, Dinkes, perusahaan rokok, dan sejumlah pihak lainnya.

Plt Bupati Jember KH Muqit Arief membenarkan ada kesalahan prosedural yang mestinya dilakukan, namun tanpa melalui Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember. “Seandainya persiapan awal itu lebih baik, komunikasi dengan kami (Pemkab Jember, Red), insyaallah itu lebih baik dan lebih kondusif,” jelasnya kepada peserta hearing.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya mengakui jika persoalan Covid-19 saat ini menjadi sesuatu yang sangat sensitif. “Ketika akan menggunakan JSG dulu milik pemkab sendiri, itu mendapat penolakan juga dari masyarakat,” sambungnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ditunjuknya salah satu hotel di Kecamatan Sukorambi sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 para karyawan salah satu perusahaan rokok di Jember mendapat respons berbeda dari warga sekitar. Tak semua warga sekitar sepakat. Mereka bahkan membentangkan banner penolakan tersebut, persis di depan pintu masuk hotel, kemarin (30/9).

Aksi penolakan itu pun sempat dibawa dalam forum hearing yang difasilitasi oleh Pemkab Jember. Bertempat di aula rapat Pemkab Jember, semua unsur dan pihak terkait dihadirkan untuk mencari jalan tengahnya. Seperti Satgas Covid-19 Kabupaten Jember, Wakapolres Jember, Kasdim, Kepala Satpol PP, Dinkes, perusahaan rokok, dan sejumlah pihak lainnya.

Plt Bupati Jember KH Muqit Arief membenarkan ada kesalahan prosedural yang mestinya dilakukan, namun tanpa melalui Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember. “Seandainya persiapan awal itu lebih baik, komunikasi dengan kami (Pemkab Jember, Red), insyaallah itu lebih baik dan lebih kondusif,” jelasnya kepada peserta hearing.

Dirinya mengakui jika persoalan Covid-19 saat ini menjadi sesuatu yang sangat sensitif. “Ketika akan menggunakan JSG dulu milik pemkab sendiri, itu mendapat penolakan juga dari masyarakat,” sambungnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ditunjuknya salah satu hotel di Kecamatan Sukorambi sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 para karyawan salah satu perusahaan rokok di Jember mendapat respons berbeda dari warga sekitar. Tak semua warga sekitar sepakat. Mereka bahkan membentangkan banner penolakan tersebut, persis di depan pintu masuk hotel, kemarin (30/9).

Aksi penolakan itu pun sempat dibawa dalam forum hearing yang difasilitasi oleh Pemkab Jember. Bertempat di aula rapat Pemkab Jember, semua unsur dan pihak terkait dihadirkan untuk mencari jalan tengahnya. Seperti Satgas Covid-19 Kabupaten Jember, Wakapolres Jember, Kasdim, Kepala Satpol PP, Dinkes, perusahaan rokok, dan sejumlah pihak lainnya.

Plt Bupati Jember KH Muqit Arief membenarkan ada kesalahan prosedural yang mestinya dilakukan, namun tanpa melalui Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember. “Seandainya persiapan awal itu lebih baik, komunikasi dengan kami (Pemkab Jember, Red), insyaallah itu lebih baik dan lebih kondusif,” jelasnya kepada peserta hearing.

Dirinya mengakui jika persoalan Covid-19 saat ini menjadi sesuatu yang sangat sensitif. “Ketika akan menggunakan JSG dulu milik pemkab sendiri, itu mendapat penolakan juga dari masyarakat,” sambungnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/