alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Buat Janji dengan Penghulu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Klaster perkantoran di Jember tampaknya harus benar-benar waspada akan bahaya Covid-19. Kantor-kantor di Jember wajib menerapkan protokol kesehatan. Baik di lingkungan kantor maupun teruntuk seluruh karyawannya.

Setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, Kemenag, BPJS Kesehatan, dan Bank Jatim beberapa waktu lalu sempat lockdown karena beberapa karyawannya terpapar positif virus korona, kini Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ambulu menerapkan hal serupa. Yakni dengan work from home (WFH) bagi seluruh pegawainya.

Hal itu setelah dipastikan satu orang staf honorer KUA Ambulu terkonfirmasi positif Covid-19. Kepala Kantor Kemenag Jember Muhammad menjelaskan, untuk pelayanan pernikahan, masyarakat tetap dapat melakukan konfirmasi ke penghulu ataupun kepada narahubung yang nomor ponselnya terpampang di poster pemberitahuan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penerapan WFH tersebut, lanjut dia, menjadi langkah sigap untuk memutus rantai penyebaran korona kepada karyawan dan masyarakat. Sebab, KUA menjadi salah satu kantor pelayanan publik. “Diberlakukan WFH sampai 14 hari ke depan. Seluruh pegawai KUA Ambulu bekerja dari rumah, setelah satu staf honorer dinyatakan positif virus korona,” jelas Muhammad.

Penutupan KUA Ambulu tersebut berakibat pelayanan pernikahan ataupun persoalan urusan agama yang lain dilakukan melalui daring. Ataupun dengan menghubungi narahubung terlebih dahulu. “Sekarang memang sudah umum melalui daring. Jadi, itu yang kami lakukan. Tidak kemudian menutup pelayanan. Karena kami masih memberikan layanan kepada masyarakat,” imbuh Muhammad.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Klaster perkantoran di Jember tampaknya harus benar-benar waspada akan bahaya Covid-19. Kantor-kantor di Jember wajib menerapkan protokol kesehatan. Baik di lingkungan kantor maupun teruntuk seluruh karyawannya.

Setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, Kemenag, BPJS Kesehatan, dan Bank Jatim beberapa waktu lalu sempat lockdown karena beberapa karyawannya terpapar positif virus korona, kini Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ambulu menerapkan hal serupa. Yakni dengan work from home (WFH) bagi seluruh pegawainya.

Hal itu setelah dipastikan satu orang staf honorer KUA Ambulu terkonfirmasi positif Covid-19. Kepala Kantor Kemenag Jember Muhammad menjelaskan, untuk pelayanan pernikahan, masyarakat tetap dapat melakukan konfirmasi ke penghulu ataupun kepada narahubung yang nomor ponselnya terpampang di poster pemberitahuan.

Penerapan WFH tersebut, lanjut dia, menjadi langkah sigap untuk memutus rantai penyebaran korona kepada karyawan dan masyarakat. Sebab, KUA menjadi salah satu kantor pelayanan publik. “Diberlakukan WFH sampai 14 hari ke depan. Seluruh pegawai KUA Ambulu bekerja dari rumah, setelah satu staf honorer dinyatakan positif virus korona,” jelas Muhammad.

Penutupan KUA Ambulu tersebut berakibat pelayanan pernikahan ataupun persoalan urusan agama yang lain dilakukan melalui daring. Ataupun dengan menghubungi narahubung terlebih dahulu. “Sekarang memang sudah umum melalui daring. Jadi, itu yang kami lakukan. Tidak kemudian menutup pelayanan. Karena kami masih memberikan layanan kepada masyarakat,” imbuh Muhammad.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Klaster perkantoran di Jember tampaknya harus benar-benar waspada akan bahaya Covid-19. Kantor-kantor di Jember wajib menerapkan protokol kesehatan. Baik di lingkungan kantor maupun teruntuk seluruh karyawannya.

Setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, Kemenag, BPJS Kesehatan, dan Bank Jatim beberapa waktu lalu sempat lockdown karena beberapa karyawannya terpapar positif virus korona, kini Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ambulu menerapkan hal serupa. Yakni dengan work from home (WFH) bagi seluruh pegawainya.

Hal itu setelah dipastikan satu orang staf honorer KUA Ambulu terkonfirmasi positif Covid-19. Kepala Kantor Kemenag Jember Muhammad menjelaskan, untuk pelayanan pernikahan, masyarakat tetap dapat melakukan konfirmasi ke penghulu ataupun kepada narahubung yang nomor ponselnya terpampang di poster pemberitahuan.

Penerapan WFH tersebut, lanjut dia, menjadi langkah sigap untuk memutus rantai penyebaran korona kepada karyawan dan masyarakat. Sebab, KUA menjadi salah satu kantor pelayanan publik. “Diberlakukan WFH sampai 14 hari ke depan. Seluruh pegawai KUA Ambulu bekerja dari rumah, setelah satu staf honorer dinyatakan positif virus korona,” jelas Muhammad.

Penutupan KUA Ambulu tersebut berakibat pelayanan pernikahan ataupun persoalan urusan agama yang lain dilakukan melalui daring. Ataupun dengan menghubungi narahubung terlebih dahulu. “Sekarang memang sudah umum melalui daring. Jadi, itu yang kami lakukan. Tidak kemudian menutup pelayanan. Karena kami masih memberikan layanan kepada masyarakat,” imbuh Muhammad.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/