alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Perlu Kampanye Belanja di Tetangga

Taktik Tingkatkan Perekonomian Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bantuan demi bantuan yang digelontorkan pemerintah, mulai dari sembako hingga uang tunai dengan harapan menggerakan ekonomi, rupanya masih belum menunjukkan hasilnya. Sebab, indeks harga konsumen (IHK) Kabupaten Jember pada Agustus kemarin justru alami deflasi. Padahal sebelumnya, pada Juni dan Juli, sempat mengalami inflasi.

Dosen Fakultas Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Jember, Agus Lutfi mengatakan, pandemi Covid-19 ini fokus pemerintah tidak hanya soal kesehatan saja. Tapi juga tentang pemulihan ekonomi. Beragam bantuan juga digelontorkan pemerintah, dengan harapan meningkatkan konsumsi masyarakat sehingga roda perekonomian akan berputar.

Ketika konsumsi meningkat, secara teori, yang akan terjadi peningkatan permintaan. Permintaan akan barang dan jasa naik, maka harga pun bisa terangkat. Sehingga, terjadi inflasi dan meningkatnya harga barang dan jasa. Tapi kondisi di Jember, justru kebalikannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Agus Lutfi, ada banyak kemungkinan mengapa deflasi ini terjadi. Bisa jadi, lanjut dia, bantuan dari pemerintah tidak dibelikan barang konsumsi. Justru membeli barang investasi yang tidak banyak melibatkan banyak orang atau memutar roda ekonomi.

Selain itu, penerimanya membelanjakan uang bantuan tersebut tidak di Jember. “Kalau uang bantuan dibelanjakan online atau daring, maka yang terjadi justru bukan roda ekonomi Jember yang berputar, melainkan kota lain. Apalagi pemain penjualan online lebih banyak dari kota-kota besar,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bantuan demi bantuan yang digelontorkan pemerintah, mulai dari sembako hingga uang tunai dengan harapan menggerakan ekonomi, rupanya masih belum menunjukkan hasilnya. Sebab, indeks harga konsumen (IHK) Kabupaten Jember pada Agustus kemarin justru alami deflasi. Padahal sebelumnya, pada Juni dan Juli, sempat mengalami inflasi.

Dosen Fakultas Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Jember, Agus Lutfi mengatakan, pandemi Covid-19 ini fokus pemerintah tidak hanya soal kesehatan saja. Tapi juga tentang pemulihan ekonomi. Beragam bantuan juga digelontorkan pemerintah, dengan harapan meningkatkan konsumsi masyarakat sehingga roda perekonomian akan berputar.

Ketika konsumsi meningkat, secara teori, yang akan terjadi peningkatan permintaan. Permintaan akan barang dan jasa naik, maka harga pun bisa terangkat. Sehingga, terjadi inflasi dan meningkatnya harga barang dan jasa. Tapi kondisi di Jember, justru kebalikannya.

Menurut Agus Lutfi, ada banyak kemungkinan mengapa deflasi ini terjadi. Bisa jadi, lanjut dia, bantuan dari pemerintah tidak dibelikan barang konsumsi. Justru membeli barang investasi yang tidak banyak melibatkan banyak orang atau memutar roda ekonomi.

Selain itu, penerimanya membelanjakan uang bantuan tersebut tidak di Jember. “Kalau uang bantuan dibelanjakan online atau daring, maka yang terjadi justru bukan roda ekonomi Jember yang berputar, melainkan kota lain. Apalagi pemain penjualan online lebih banyak dari kota-kota besar,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bantuan demi bantuan yang digelontorkan pemerintah, mulai dari sembako hingga uang tunai dengan harapan menggerakan ekonomi, rupanya masih belum menunjukkan hasilnya. Sebab, indeks harga konsumen (IHK) Kabupaten Jember pada Agustus kemarin justru alami deflasi. Padahal sebelumnya, pada Juni dan Juli, sempat mengalami inflasi.

Dosen Fakultas Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Jember, Agus Lutfi mengatakan, pandemi Covid-19 ini fokus pemerintah tidak hanya soal kesehatan saja. Tapi juga tentang pemulihan ekonomi. Beragam bantuan juga digelontorkan pemerintah, dengan harapan meningkatkan konsumsi masyarakat sehingga roda perekonomian akan berputar.

Ketika konsumsi meningkat, secara teori, yang akan terjadi peningkatan permintaan. Permintaan akan barang dan jasa naik, maka harga pun bisa terangkat. Sehingga, terjadi inflasi dan meningkatnya harga barang dan jasa. Tapi kondisi di Jember, justru kebalikannya.

Menurut Agus Lutfi, ada banyak kemungkinan mengapa deflasi ini terjadi. Bisa jadi, lanjut dia, bantuan dari pemerintah tidak dibelikan barang konsumsi. Justru membeli barang investasi yang tidak banyak melibatkan banyak orang atau memutar roda ekonomi.

Selain itu, penerimanya membelanjakan uang bantuan tersebut tidak di Jember. “Kalau uang bantuan dibelanjakan online atau daring, maka yang terjadi justru bukan roda ekonomi Jember yang berputar, melainkan kota lain. Apalagi pemain penjualan online lebih banyak dari kota-kota besar,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/