alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Jumlah Tempat Pembuangan Sampah Sementara di Jember Belum Ideal

DLH Minta Inisiatif Desa

Mobile_AP_Rectangle 1

PAKUSARI, Radar Jember – Kehadiran tempat pembuangan sementara (TPS) sangat penting bagi masyarakat. Pasalnya, penyebab perilaku membuang sampah sembarangan terjadi salah satunya karena tidak ada TPS, atau lokasinya terlalu jauh.

BACA JUGA : Kasus Dugaan Korupsi Sawit, Surya Darmadi Akan Dipulangkan ke Indonesia

Akibatnya, banyak masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Seperti ke sungai atau bahkan di satu lokasi di pinggir jalan raya. Hal tersebut yang sering kali membuat lingkungan kotor dan menimbulkan bau tidak sedap. Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah P3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember Sigit Boedi menuturkan bahwa total TPS yang ada di Jember berjumlah 33 lokasi. Menurutnya, jumlah tersebut kurang ideal. “Idealnya itu tiap desa memiliki TPS-nya sendiri. Terlebih untuk setiap kelurahan itu wajib memiliki TPS. Karena konsumsi sampah yang ada di masyarakat kota volumenya lebih banyak dibandingkan di desa,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, jika ada TPS resmi di setiap desa, akan lebih terkontrol untuk mengangkut sampah. Berbeda dengan sampah di TPS liar yang tidak akan diangkut oleh DLH. “Sering kami disalahkan karena banyak TPS liar. Kami tidak bisa mengangkut sampah di sana (TPS liar, Red), karena di tempat tersebut bukan tempat seharusnya membuang sampah,” ungkapnya.

- Advertisement -

PAKUSARI, Radar Jember – Kehadiran tempat pembuangan sementara (TPS) sangat penting bagi masyarakat. Pasalnya, penyebab perilaku membuang sampah sembarangan terjadi salah satunya karena tidak ada TPS, atau lokasinya terlalu jauh.

BACA JUGA : Kasus Dugaan Korupsi Sawit, Surya Darmadi Akan Dipulangkan ke Indonesia

Akibatnya, banyak masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Seperti ke sungai atau bahkan di satu lokasi di pinggir jalan raya. Hal tersebut yang sering kali membuat lingkungan kotor dan menimbulkan bau tidak sedap. Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah P3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember Sigit Boedi menuturkan bahwa total TPS yang ada di Jember berjumlah 33 lokasi. Menurutnya, jumlah tersebut kurang ideal. “Idealnya itu tiap desa memiliki TPS-nya sendiri. Terlebih untuk setiap kelurahan itu wajib memiliki TPS. Karena konsumsi sampah yang ada di masyarakat kota volumenya lebih banyak dibandingkan di desa,” paparnya.

Menurutnya, jika ada TPS resmi di setiap desa, akan lebih terkontrol untuk mengangkut sampah. Berbeda dengan sampah di TPS liar yang tidak akan diangkut oleh DLH. “Sering kami disalahkan karena banyak TPS liar. Kami tidak bisa mengangkut sampah di sana (TPS liar, Red), karena di tempat tersebut bukan tempat seharusnya membuang sampah,” ungkapnya.

PAKUSARI, Radar Jember – Kehadiran tempat pembuangan sementara (TPS) sangat penting bagi masyarakat. Pasalnya, penyebab perilaku membuang sampah sembarangan terjadi salah satunya karena tidak ada TPS, atau lokasinya terlalu jauh.

BACA JUGA : Kasus Dugaan Korupsi Sawit, Surya Darmadi Akan Dipulangkan ke Indonesia

Akibatnya, banyak masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Seperti ke sungai atau bahkan di satu lokasi di pinggir jalan raya. Hal tersebut yang sering kali membuat lingkungan kotor dan menimbulkan bau tidak sedap. Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah P3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember Sigit Boedi menuturkan bahwa total TPS yang ada di Jember berjumlah 33 lokasi. Menurutnya, jumlah tersebut kurang ideal. “Idealnya itu tiap desa memiliki TPS-nya sendiri. Terlebih untuk setiap kelurahan itu wajib memiliki TPS. Karena konsumsi sampah yang ada di masyarakat kota volumenya lebih banyak dibandingkan di desa,” paparnya.

Menurutnya, jika ada TPS resmi di setiap desa, akan lebih terkontrol untuk mengangkut sampah. Berbeda dengan sampah di TPS liar yang tidak akan diangkut oleh DLH. “Sering kami disalahkan karena banyak TPS liar. Kami tidak bisa mengangkut sampah di sana (TPS liar, Red), karena di tempat tersebut bukan tempat seharusnya membuang sampah,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/