alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Sulitnya Hidup New Normal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah anak tampak bermain bersama di sekitar tempat parkir PT Kereta Api Jember, Sabtu (1/8) lalu. Sayangnya, alih-alih menjaga jarak atau bermasker, itu justru tidak dilakukan anak-anak seusia sekolah dasar tersebut. Keinginan agar masyarakat, termasuk anak-anak, bisa menjalani pola hidup new normal atau kebiasaan baru, sepertinya masih sulit terjadi.

Menurut Samsul, salah seorang anak, dirinya enjoy bermain tanpa mengenakan masker. “Ya tidak pakai,” ucap anak yang bersantai di atas sepeda bersama beberapa temannya itu.

Anak-anak ini menyebutkan, penggunaan masker saat bermain tidaklah nyaman. Selain itu, ada pula anak-anak yang malas menggunakannya. Selain itu, mereka yang berasal dari rumah berbeda pun tak melakukan physical distancing.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nyoman Aribowo, anggota DPRD Jember, menuturkan, hal tersulit dalam menyongsong new normal di tengah wabah korona yakni mengubah budaya baru masyarakat. Yakni, dari tidak bermasker menjadi bermasker di aktivitas sehari-hari. Dari tidak menjaga jarak menjadi jaga jarak. Serta melakukan protokol kesehatan lainnya, dirasa masih cukup sulit.

“Ini terjadi karena belum membudaya. Banyak masyarakat Jember yang menganggap, kehidupan new normal adalah normal. Kata-kata new yang diartikan dengan kebiasaan baru dengan protokol kesehatan, masih sulit dilakukan warga. Apalagi anak-anak,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah anak tampak bermain bersama di sekitar tempat parkir PT Kereta Api Jember, Sabtu (1/8) lalu. Sayangnya, alih-alih menjaga jarak atau bermasker, itu justru tidak dilakukan anak-anak seusia sekolah dasar tersebut. Keinginan agar masyarakat, termasuk anak-anak, bisa menjalani pola hidup new normal atau kebiasaan baru, sepertinya masih sulit terjadi.

Menurut Samsul, salah seorang anak, dirinya enjoy bermain tanpa mengenakan masker. “Ya tidak pakai,” ucap anak yang bersantai di atas sepeda bersama beberapa temannya itu.

Anak-anak ini menyebutkan, penggunaan masker saat bermain tidaklah nyaman. Selain itu, ada pula anak-anak yang malas menggunakannya. Selain itu, mereka yang berasal dari rumah berbeda pun tak melakukan physical distancing.

Nyoman Aribowo, anggota DPRD Jember, menuturkan, hal tersulit dalam menyongsong new normal di tengah wabah korona yakni mengubah budaya baru masyarakat. Yakni, dari tidak bermasker menjadi bermasker di aktivitas sehari-hari. Dari tidak menjaga jarak menjadi jaga jarak. Serta melakukan protokol kesehatan lainnya, dirasa masih cukup sulit.

“Ini terjadi karena belum membudaya. Banyak masyarakat Jember yang menganggap, kehidupan new normal adalah normal. Kata-kata new yang diartikan dengan kebiasaan baru dengan protokol kesehatan, masih sulit dilakukan warga. Apalagi anak-anak,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah anak tampak bermain bersama di sekitar tempat parkir PT Kereta Api Jember, Sabtu (1/8) lalu. Sayangnya, alih-alih menjaga jarak atau bermasker, itu justru tidak dilakukan anak-anak seusia sekolah dasar tersebut. Keinginan agar masyarakat, termasuk anak-anak, bisa menjalani pola hidup new normal atau kebiasaan baru, sepertinya masih sulit terjadi.

Menurut Samsul, salah seorang anak, dirinya enjoy bermain tanpa mengenakan masker. “Ya tidak pakai,” ucap anak yang bersantai di atas sepeda bersama beberapa temannya itu.

Anak-anak ini menyebutkan, penggunaan masker saat bermain tidaklah nyaman. Selain itu, ada pula anak-anak yang malas menggunakannya. Selain itu, mereka yang berasal dari rumah berbeda pun tak melakukan physical distancing.

Nyoman Aribowo, anggota DPRD Jember, menuturkan, hal tersulit dalam menyongsong new normal di tengah wabah korona yakni mengubah budaya baru masyarakat. Yakni, dari tidak bermasker menjadi bermasker di aktivitas sehari-hari. Dari tidak menjaga jarak menjadi jaga jarak. Serta melakukan protokol kesehatan lainnya, dirasa masih cukup sulit.

“Ini terjadi karena belum membudaya. Banyak masyarakat Jember yang menganggap, kehidupan new normal adalah normal. Kata-kata new yang diartikan dengan kebiasaan baru dengan protokol kesehatan, masih sulit dilakukan warga. Apalagi anak-anak,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/