alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Hanya Andalkan Pasar Daring

UMKM Kuliner Masih Lesu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Geliat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti masih berjalan di tempat. Sektor industri rumahan itu cukup kelimpungan bertahan dari badai pandemi.

Seperti penuturan Halimah Sadiyah, pelaku UMKM kuliner yang ada di Kelurahan/Kecamatan Kaliwates. Dirinya mengakui sulitnya mempertahankan bisnisnya di kondisi saat ini. “Produksi masih jalan. Meskipun tidak ramai, tapi tiap hari ada orderan,” katanya.

Agar bisnisnya bisa bertahan, ibu dua anak itu menjualnya secara online atau daring. Namun hal itu saja dinilainya belum cukup. “Jual lewat kenalan, saudara, kerabat, sampai kolega yang saya kenal. Karena kalau cuma mengandalkan online sulit,” aku Halimah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Apalagi saat momen Idul Fitri hingga Idul Adha, banyak pelaku UMKM yang seharusnya kebanjiran orderan. Namun, kuatnya dampak pandemi membuat para pelaku usaha kecil masyarakat itu cukup keteteran.

Tak hanya Halimah, banyak pelaku UMKM lain yang bernasib seperti dirinya. Seperti Hartono misalnya. Pengusaha tahu tuna asal Desa Wonosari, Kecamatan Puger, ini biasanya menerima orderan dari rumah-rumah makan, depot, hingga pelanggan rumahan. Namun, kali ini belum kembali seperti dulu lagi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Geliat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti masih berjalan di tempat. Sektor industri rumahan itu cukup kelimpungan bertahan dari badai pandemi.

Seperti penuturan Halimah Sadiyah, pelaku UMKM kuliner yang ada di Kelurahan/Kecamatan Kaliwates. Dirinya mengakui sulitnya mempertahankan bisnisnya di kondisi saat ini. “Produksi masih jalan. Meskipun tidak ramai, tapi tiap hari ada orderan,” katanya.

Agar bisnisnya bisa bertahan, ibu dua anak itu menjualnya secara online atau daring. Namun hal itu saja dinilainya belum cukup. “Jual lewat kenalan, saudara, kerabat, sampai kolega yang saya kenal. Karena kalau cuma mengandalkan online sulit,” aku Halimah.

Apalagi saat momen Idul Fitri hingga Idul Adha, banyak pelaku UMKM yang seharusnya kebanjiran orderan. Namun, kuatnya dampak pandemi membuat para pelaku usaha kecil masyarakat itu cukup keteteran.

Tak hanya Halimah, banyak pelaku UMKM lain yang bernasib seperti dirinya. Seperti Hartono misalnya. Pengusaha tahu tuna asal Desa Wonosari, Kecamatan Puger, ini biasanya menerima orderan dari rumah-rumah makan, depot, hingga pelanggan rumahan. Namun, kali ini belum kembali seperti dulu lagi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Geliat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti masih berjalan di tempat. Sektor industri rumahan itu cukup kelimpungan bertahan dari badai pandemi.

Seperti penuturan Halimah Sadiyah, pelaku UMKM kuliner yang ada di Kelurahan/Kecamatan Kaliwates. Dirinya mengakui sulitnya mempertahankan bisnisnya di kondisi saat ini. “Produksi masih jalan. Meskipun tidak ramai, tapi tiap hari ada orderan,” katanya.

Agar bisnisnya bisa bertahan, ibu dua anak itu menjualnya secara online atau daring. Namun hal itu saja dinilainya belum cukup. “Jual lewat kenalan, saudara, kerabat, sampai kolega yang saya kenal. Karena kalau cuma mengandalkan online sulit,” aku Halimah.

Apalagi saat momen Idul Fitri hingga Idul Adha, banyak pelaku UMKM yang seharusnya kebanjiran orderan. Namun, kuatnya dampak pandemi membuat para pelaku usaha kecil masyarakat itu cukup keteteran.

Tak hanya Halimah, banyak pelaku UMKM lain yang bernasib seperti dirinya. Seperti Hartono misalnya. Pengusaha tahu tuna asal Desa Wonosari, Kecamatan Puger, ini biasanya menerima orderan dari rumah-rumah makan, depot, hingga pelanggan rumahan. Namun, kali ini belum kembali seperti dulu lagi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/