23.2 C
Jember
Tuesday, 28 March 2023

Resmi! PPKM Darurat di Jember Dimulai Hari Ini

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Bupati Jember Hendy Siswanto menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat se Jawa dan Bali, Jumat (2/7).

Rapat yang digelar di Pendapa Wahyawibawagraha ini diikuti oleh jajaran Forkopimda Jember, pengurus NU, Muhammadiyah, FKUB, dan LDII. Tak luput juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajaran pemerintah provinsi melalui virtual zoom meetings.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengimbau agar pemkab benar-benar menegakkan PPKM Darurat secara ketat. Dengan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ingat, bahwa PPKM Darurat ini jangan dipandang sebagai sekadar pembatasan kegiatan warga semata. Akan tetapi, ini lebih pada upaya penyelamatan jiwa, hifdzun nafsi,” pesannya.

Sementara itu, berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan, para tokoh agama dan jajaran forkopimda bersepakat mendukung pelaksanaan PPKM Darurat sesuai instruksi Mendagri.

“Ini kami saling mensupport satu sama lain semaksimal mungkin. Karena ini detail di dalam instruksi Kemendagri detail sekali. Jadi menerangkannya tidak perlu lama-lama,” ungkap Hendy Siswanto.

Termasuk dalam penutupan rumah ibadah, pusat perbelanjaan atau mall, serta pasar tradisional dan supermarket. Mulai besok, rumah ibadah dan mall akan ditutup sementara. Sedangkan supermarket dan pasar tradisional tetap buka, namun dengan kapasitas 50 persen dari biasanya.

“Nanti kami jaga dengan teman-teman yang di Polri untuk mengurangi kerumunan di situ,” ujarnya.

Sebagai informasi, untuk memulai peraturan baru tersebut, Bupati Jember akan menggelar rapat apel pagi bersama bagian-bagian yang bertugas.

“Pengawasannya, besok pagi (hari ini, Red) kami apel pagi bersama TNI, Polri, Pol PP, pemkab, untuk bagi tugas disitu,” pungkasnya.

Reporter: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Bupati Jember Hendy Siswanto menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat se Jawa dan Bali, Jumat (2/7).

Rapat yang digelar di Pendapa Wahyawibawagraha ini diikuti oleh jajaran Forkopimda Jember, pengurus NU, Muhammadiyah, FKUB, dan LDII. Tak luput juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajaran pemerintah provinsi melalui virtual zoom meetings.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengimbau agar pemkab benar-benar menegakkan PPKM Darurat secara ketat. Dengan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Ingat, bahwa PPKM Darurat ini jangan dipandang sebagai sekadar pembatasan kegiatan warga semata. Akan tetapi, ini lebih pada upaya penyelamatan jiwa, hifdzun nafsi,” pesannya.

Sementara itu, berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan, para tokoh agama dan jajaran forkopimda bersepakat mendukung pelaksanaan PPKM Darurat sesuai instruksi Mendagri.

“Ini kami saling mensupport satu sama lain semaksimal mungkin. Karena ini detail di dalam instruksi Kemendagri detail sekali. Jadi menerangkannya tidak perlu lama-lama,” ungkap Hendy Siswanto.

Termasuk dalam penutupan rumah ibadah, pusat perbelanjaan atau mall, serta pasar tradisional dan supermarket. Mulai besok, rumah ibadah dan mall akan ditutup sementara. Sedangkan supermarket dan pasar tradisional tetap buka, namun dengan kapasitas 50 persen dari biasanya.

“Nanti kami jaga dengan teman-teman yang di Polri untuk mengurangi kerumunan di situ,” ujarnya.

Sebagai informasi, untuk memulai peraturan baru tersebut, Bupati Jember akan menggelar rapat apel pagi bersama bagian-bagian yang bertugas.

“Pengawasannya, besok pagi (hari ini, Red) kami apel pagi bersama TNI, Polri, Pol PP, pemkab, untuk bagi tugas disitu,” pungkasnya.

Reporter: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Bupati Jember Hendy Siswanto menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat se Jawa dan Bali, Jumat (2/7).

Rapat yang digelar di Pendapa Wahyawibawagraha ini diikuti oleh jajaran Forkopimda Jember, pengurus NU, Muhammadiyah, FKUB, dan LDII. Tak luput juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajaran pemerintah provinsi melalui virtual zoom meetings.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengimbau agar pemkab benar-benar menegakkan PPKM Darurat secara ketat. Dengan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Ingat, bahwa PPKM Darurat ini jangan dipandang sebagai sekadar pembatasan kegiatan warga semata. Akan tetapi, ini lebih pada upaya penyelamatan jiwa, hifdzun nafsi,” pesannya.

Sementara itu, berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan, para tokoh agama dan jajaran forkopimda bersepakat mendukung pelaksanaan PPKM Darurat sesuai instruksi Mendagri.

“Ini kami saling mensupport satu sama lain semaksimal mungkin. Karena ini detail di dalam instruksi Kemendagri detail sekali. Jadi menerangkannya tidak perlu lama-lama,” ungkap Hendy Siswanto.

Termasuk dalam penutupan rumah ibadah, pusat perbelanjaan atau mall, serta pasar tradisional dan supermarket. Mulai besok, rumah ibadah dan mall akan ditutup sementara. Sedangkan supermarket dan pasar tradisional tetap buka, namun dengan kapasitas 50 persen dari biasanya.

“Nanti kami jaga dengan teman-teman yang di Polri untuk mengurangi kerumunan di situ,” ujarnya.

Sebagai informasi, untuk memulai peraturan baru tersebut, Bupati Jember akan menggelar rapat apel pagi bersama bagian-bagian yang bertugas.

“Pengawasannya, besok pagi (hari ini, Red) kami apel pagi bersama TNI, Polri, Pol PP, pemkab, untuk bagi tugas disitu,” pungkasnya.

Reporter: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca