alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Berawal dari Mimpi Gapura Bata yang Tak Pernah Digubris

Penemuan struktur batu bata kuno di areal persawahan Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Ledokombo, membuat heboh warga sekitar. Faisol Junaidi adalah sosok di balik penemuan tersebut. Bukan ditemukan secara tidak sengaja saat membajak sawah atau mencangkul, tapi dari petunjuk mimpi selama setahun terakhir.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pria berpakaian batik warna hitam dan biru itu datang ke Balai Desa Ledokombo. Dialah Faisol Junaidi, pria yang beberapa waktu belakangan ini menyita perhatian masyarakat, termasuk tim arkeologi dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jatim yang baru datang. Maklum saja, Faisal adalah penemu struktur batu bata yang terpendam di areal persawahan di desanya tersebut.

Menurut penjelasan Faisol, penemuan tersebut berangkat dari unsur kesengajaan, bukan tidak sengaja. “Saya itu sering mimpi melihat gapura besar batu bata di sawah itu,” katanya. Mimpi tersebut setidaknya terjadi sekitar empat kali, dimulai sekitar 1,5 tahun yang lalu.

Mimpi pertama, kata dia, saat mandi di sumber mata air dekat struktur batu bata. Namun, setelah mandi dan berdiri di batu besar,di mimpi itu Faisol melihat ada gapura batu bata yang begitu megah, namun tak terlalu terawat. “Pikir saya,kok ada gapura besar,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mimpi pertamanya pun tidak digubris sama sekali. Bahkan juga tidak pernah bercerita ke orang-orang. Namun, mimpi itu terus berulang kembali meski dengan cerita berbeda. Intinya, Faisol melihat gapura batu bata yang besar dalam mimpinya. Terakhir ketika bulan Ramadan lalu, kala dia bermimpi menyelesaikan sengketa tanah. Lagi-lagi dia melihat gapura batu bata.

Mimpi terakhir itulah membuat Faisol bertanya-tanya. Kala dirinya menceritakan mimpi tersebut ke orang lain, termasuk ke kepala dan perangkat desa, kisah itu pun tak begitu digubrisdan dianggap mimpi biasa saja.

Namun, ada satu orang yang menjadi tempat Faisol berkisah tentang mimpi yang berulang itu. Yakni salah seorang rekannya bernama Yudi. “Saya sering cerita ke Yudi, saya anggap alirannya sama lah. Mengerti begitu-begitu,” tuturnya.

Akhirnya Faisol pun mencari tahu perihal mimpinya, melalui cerita masyarakat sekitar dan orang tua tentang desanya dan areal persawahan yang kini jadi lokasi temuan struktur batu bata itu. “Saya sambungkan ke cerita orang-orang tua. Bahwa di daerah sana, pernah ada temuan patung sapi dan lesung batu. Tapi sekitar tahun 1970-an hilang dicuri orang,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pria berpakaian batik warna hitam dan biru itu datang ke Balai Desa Ledokombo. Dialah Faisol Junaidi, pria yang beberapa waktu belakangan ini menyita perhatian masyarakat, termasuk tim arkeologi dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jatim yang baru datang. Maklum saja, Faisal adalah penemu struktur batu bata yang terpendam di areal persawahan di desanya tersebut.

Menurut penjelasan Faisol, penemuan tersebut berangkat dari unsur kesengajaan, bukan tidak sengaja. “Saya itu sering mimpi melihat gapura besar batu bata di sawah itu,” katanya. Mimpi tersebut setidaknya terjadi sekitar empat kali, dimulai sekitar 1,5 tahun yang lalu.

Mimpi pertama, kata dia, saat mandi di sumber mata air dekat struktur batu bata. Namun, setelah mandi dan berdiri di batu besar,di mimpi itu Faisol melihat ada gapura batu bata yang begitu megah, namun tak terlalu terawat. “Pikir saya,kok ada gapura besar,” katanya.

Mimpi pertamanya pun tidak digubris sama sekali. Bahkan juga tidak pernah bercerita ke orang-orang. Namun, mimpi itu terus berulang kembali meski dengan cerita berbeda. Intinya, Faisol melihat gapura batu bata yang besar dalam mimpinya. Terakhir ketika bulan Ramadan lalu, kala dia bermimpi menyelesaikan sengketa tanah. Lagi-lagi dia melihat gapura batu bata.

Mimpi terakhir itulah membuat Faisol bertanya-tanya. Kala dirinya menceritakan mimpi tersebut ke orang lain, termasuk ke kepala dan perangkat desa, kisah itu pun tak begitu digubrisdan dianggap mimpi biasa saja.

Namun, ada satu orang yang menjadi tempat Faisol berkisah tentang mimpi yang berulang itu. Yakni salah seorang rekannya bernama Yudi. “Saya sering cerita ke Yudi, saya anggap alirannya sama lah. Mengerti begitu-begitu,” tuturnya.

Akhirnya Faisol pun mencari tahu perihal mimpinya, melalui cerita masyarakat sekitar dan orang tua tentang desanya dan areal persawahan yang kini jadi lokasi temuan struktur batu bata itu. “Saya sambungkan ke cerita orang-orang tua. Bahwa di daerah sana, pernah ada temuan patung sapi dan lesung batu. Tapi sekitar tahun 1970-an hilang dicuri orang,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pria berpakaian batik warna hitam dan biru itu datang ke Balai Desa Ledokombo. Dialah Faisol Junaidi, pria yang beberapa waktu belakangan ini menyita perhatian masyarakat, termasuk tim arkeologi dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jatim yang baru datang. Maklum saja, Faisal adalah penemu struktur batu bata yang terpendam di areal persawahan di desanya tersebut.

Menurut penjelasan Faisol, penemuan tersebut berangkat dari unsur kesengajaan, bukan tidak sengaja. “Saya itu sering mimpi melihat gapura besar batu bata di sawah itu,” katanya. Mimpi tersebut setidaknya terjadi sekitar empat kali, dimulai sekitar 1,5 tahun yang lalu.

Mimpi pertama, kata dia, saat mandi di sumber mata air dekat struktur batu bata. Namun, setelah mandi dan berdiri di batu besar,di mimpi itu Faisol melihat ada gapura batu bata yang begitu megah, namun tak terlalu terawat. “Pikir saya,kok ada gapura besar,” katanya.

Mimpi pertamanya pun tidak digubris sama sekali. Bahkan juga tidak pernah bercerita ke orang-orang. Namun, mimpi itu terus berulang kembali meski dengan cerita berbeda. Intinya, Faisol melihat gapura batu bata yang besar dalam mimpinya. Terakhir ketika bulan Ramadan lalu, kala dia bermimpi menyelesaikan sengketa tanah. Lagi-lagi dia melihat gapura batu bata.

Mimpi terakhir itulah membuat Faisol bertanya-tanya. Kala dirinya menceritakan mimpi tersebut ke orang lain, termasuk ke kepala dan perangkat desa, kisah itu pun tak begitu digubrisdan dianggap mimpi biasa saja.

Namun, ada satu orang yang menjadi tempat Faisol berkisah tentang mimpi yang berulang itu. Yakni salah seorang rekannya bernama Yudi. “Saya sering cerita ke Yudi, saya anggap alirannya sama lah. Mengerti begitu-begitu,” tuturnya.

Akhirnya Faisol pun mencari tahu perihal mimpinya, melalui cerita masyarakat sekitar dan orang tua tentang desanya dan areal persawahan yang kini jadi lokasi temuan struktur batu bata itu. “Saya sambungkan ke cerita orang-orang tua. Bahwa di daerah sana, pernah ada temuan patung sapi dan lesung batu. Tapi sekitar tahun 1970-an hilang dicuri orang,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/