alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Terbawa hingga ke Muara

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Bukan hanya sampah rumah tangga dan plastik yang kerap terbawa arus Sungai Bedadung hingga bermuara di Pancer, Puger. Namun, terkadang ada saja sampah tak lazim yang juga ikut terbawa. Seperti batang kayu berukuran besar yang terdampar di muara Sungai Bedadung, tepatnya di belakang warung Matori di Dusun Mojosari, Desa Puger Kulon, Puger.

Batang kayu yang terdampar di pinggir pantai ini berukuran kurang lebih 10 meter dengan diameter yang cukup besar. Namun, jenis kayunya belum diketahui. Entah dari mana batang ini berasal. Karena berukuran besar, para nelayan dan pengunjung Pantai Pancer menjadikannya sebagai tempat duduk sambil melihat ombak di Plawangan, Puger.

Samsuri, 45, warga Dusun Penitik, Desa Kasiyan Timur, mengatakan, ini bukan kali pertama ada kayu yang masih berbentuk batangan terseret arus sungai hingga ke muara dekat pantai. Kayu berukuran besar itu terbawa banjir saat musim hujan, yang membuat sungai banjir.

Mobile_AP_Rectangle 2

Biasanya kayu besar itu hanyut hingga ke tengah laut. Namun, ketika air laut mulai pasang, batang kayu ini terbawa hingga ke pinggir. “Tetapi yang ukuran besar seperti ini biasanya lama sampai di tengah laut. Pada saat air surut, kayu masih di atas pasir,” terangnya.

Di sekitar lokasi tersebut, kata dia, memang banyak potongan kayu yang kerap terdampar di pinggir pantai. “Kayu-kayu ini terbawa ombak ke tepi,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Bukan hanya sampah rumah tangga dan plastik yang kerap terbawa arus Sungai Bedadung hingga bermuara di Pancer, Puger. Namun, terkadang ada saja sampah tak lazim yang juga ikut terbawa. Seperti batang kayu berukuran besar yang terdampar di muara Sungai Bedadung, tepatnya di belakang warung Matori di Dusun Mojosari, Desa Puger Kulon, Puger.

Batang kayu yang terdampar di pinggir pantai ini berukuran kurang lebih 10 meter dengan diameter yang cukup besar. Namun, jenis kayunya belum diketahui. Entah dari mana batang ini berasal. Karena berukuran besar, para nelayan dan pengunjung Pantai Pancer menjadikannya sebagai tempat duduk sambil melihat ombak di Plawangan, Puger.

Samsuri, 45, warga Dusun Penitik, Desa Kasiyan Timur, mengatakan, ini bukan kali pertama ada kayu yang masih berbentuk batangan terseret arus sungai hingga ke muara dekat pantai. Kayu berukuran besar itu terbawa banjir saat musim hujan, yang membuat sungai banjir.

Biasanya kayu besar itu hanyut hingga ke tengah laut. Namun, ketika air laut mulai pasang, batang kayu ini terbawa hingga ke pinggir. “Tetapi yang ukuran besar seperti ini biasanya lama sampai di tengah laut. Pada saat air surut, kayu masih di atas pasir,” terangnya.

Di sekitar lokasi tersebut, kata dia, memang banyak potongan kayu yang kerap terdampar di pinggir pantai. “Kayu-kayu ini terbawa ombak ke tepi,” pungkasnya. (*)

RADAR JEMBER.ID – Bukan hanya sampah rumah tangga dan plastik yang kerap terbawa arus Sungai Bedadung hingga bermuara di Pancer, Puger. Namun, terkadang ada saja sampah tak lazim yang juga ikut terbawa. Seperti batang kayu berukuran besar yang terdampar di muara Sungai Bedadung, tepatnya di belakang warung Matori di Dusun Mojosari, Desa Puger Kulon, Puger.

Batang kayu yang terdampar di pinggir pantai ini berukuran kurang lebih 10 meter dengan diameter yang cukup besar. Namun, jenis kayunya belum diketahui. Entah dari mana batang ini berasal. Karena berukuran besar, para nelayan dan pengunjung Pantai Pancer menjadikannya sebagai tempat duduk sambil melihat ombak di Plawangan, Puger.

Samsuri, 45, warga Dusun Penitik, Desa Kasiyan Timur, mengatakan, ini bukan kali pertama ada kayu yang masih berbentuk batangan terseret arus sungai hingga ke muara dekat pantai. Kayu berukuran besar itu terbawa banjir saat musim hujan, yang membuat sungai banjir.

Biasanya kayu besar itu hanyut hingga ke tengah laut. Namun, ketika air laut mulai pasang, batang kayu ini terbawa hingga ke pinggir. “Tetapi yang ukuran besar seperti ini biasanya lama sampai di tengah laut. Pada saat air surut, kayu masih di atas pasir,” terangnya.

Di sekitar lokasi tersebut, kata dia, memang banyak potongan kayu yang kerap terdampar di pinggir pantai. “Kayu-kayu ini terbawa ombak ke tepi,” pungkasnya. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/