alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Dorong Transparansi Dana Bagi Hasil Cukai

Petani Tembakau Penuhi Undangan Kapolres

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Kelompok petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jember dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember memenuhi undangan Kapolres Jember dalam rangka menindaklanjuti aksi yang dilakukan pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Selasa, 31 Mei, di Gedung DPRD dan Pemkab Jember.

BACA JUGA : Inflasi Indonesia Terkendali di Tengah Tren Peningkatan Inflasi Global

Di hadapan Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, Ketua APTI Jember Suwarno menyampaikan, kehadiran dirinya sebagai langkah keseriusannya dalam menindaklanjuti tuntutan yang dilakukan petani dan mahasiswa pada saat aksi kemarin. “Kami sangat mengapresiasi kepada polres karena sudah bersedia menjembatani tuntutan para petani,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember di Polres Jember, kemarin (2/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Suwarno, mewakili petani, hanya meminta kepada pemerintah terkait agar mau memberikan transparansi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT). Sebab, dana tersebut merupakan dana dari cukai tembakau yang ada di Jember. “Paling tidak, harus tepat sasaran dan terbuka kepada publik,” terangnya.

Kemudian, kurang adanya keterbukaan dalam pemetaan program itu, paling tidak dirinya harus dilibatkan agar menjadi tepat sasaran. Seperti halnya pembagian bantuan tunai langsung DBH CHT. “Karena kami bisa berkoordinasi dengan para petani, agar penyalurannya tepat sasaran,” imbuhnya.

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Kelompok petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jember dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember memenuhi undangan Kapolres Jember dalam rangka menindaklanjuti aksi yang dilakukan pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Selasa, 31 Mei, di Gedung DPRD dan Pemkab Jember.

BACA JUGA : Inflasi Indonesia Terkendali di Tengah Tren Peningkatan Inflasi Global

Di hadapan Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, Ketua APTI Jember Suwarno menyampaikan, kehadiran dirinya sebagai langkah keseriusannya dalam menindaklanjuti tuntutan yang dilakukan petani dan mahasiswa pada saat aksi kemarin. “Kami sangat mengapresiasi kepada polres karena sudah bersedia menjembatani tuntutan para petani,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember di Polres Jember, kemarin (2/6).

Suwarno, mewakili petani, hanya meminta kepada pemerintah terkait agar mau memberikan transparansi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT). Sebab, dana tersebut merupakan dana dari cukai tembakau yang ada di Jember. “Paling tidak, harus tepat sasaran dan terbuka kepada publik,” terangnya.

Kemudian, kurang adanya keterbukaan dalam pemetaan program itu, paling tidak dirinya harus dilibatkan agar menjadi tepat sasaran. Seperti halnya pembagian bantuan tunai langsung DBH CHT. “Karena kami bisa berkoordinasi dengan para petani, agar penyalurannya tepat sasaran,” imbuhnya.

KEPATIHAN, Radar Jember – Kelompok petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jember dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember memenuhi undangan Kapolres Jember dalam rangka menindaklanjuti aksi yang dilakukan pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Selasa, 31 Mei, di Gedung DPRD dan Pemkab Jember.

BACA JUGA : Inflasi Indonesia Terkendali di Tengah Tren Peningkatan Inflasi Global

Di hadapan Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, Ketua APTI Jember Suwarno menyampaikan, kehadiran dirinya sebagai langkah keseriusannya dalam menindaklanjuti tuntutan yang dilakukan petani dan mahasiswa pada saat aksi kemarin. “Kami sangat mengapresiasi kepada polres karena sudah bersedia menjembatani tuntutan para petani,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember di Polres Jember, kemarin (2/6).

Suwarno, mewakili petani, hanya meminta kepada pemerintah terkait agar mau memberikan transparansi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT). Sebab, dana tersebut merupakan dana dari cukai tembakau yang ada di Jember. “Paling tidak, harus tepat sasaran dan terbuka kepada publik,” terangnya.

Kemudian, kurang adanya keterbukaan dalam pemetaan program itu, paling tidak dirinya harus dilibatkan agar menjadi tepat sasaran. Seperti halnya pembagian bantuan tunai langsung DBH CHT. “Karena kami bisa berkoordinasi dengan para petani, agar penyalurannya tepat sasaran,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/