alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Jalanan Jember Masih Kumuh

Perda Sampah Tak Kunjung Ada

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa yang tak kesal jika saat asyik menikmati perjalanan, disambut dengan tumpukan sampah di pinggir jalan. Apalagi jika tumpukan sampah ini, baik daun kering maupun limbah rumah tangga, dibakar oleh oknum tak bertanggung jawab. Sudah bau, pandangan terganggu karena asap yang membuat pedih di mata.

Kemarin (6/2), Jawa Pos Radar Jember coba melakukan pemantauan di sepanjang Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, hingga Jalan Raya Suyitman, Desa/Kecamatan Ambulu. Nyatanya, terpantau banyak sampah, khususnya di pinggir jalan, yang belum teratasi.

Berdasarkan pantauan tersebut, banyak sampah yang berserakan di sejumlah titik jalan. Di antaranya, Jalan Jember-Ambulu, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah; Jalan Kopral Soetomo, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu; dan Jalan Semeru, Desa/Kelurahan Ajung.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hampir mirip, sampah-sampah itu terbungkus plastik dan dibuang sembarangan di pinggir jalan. Paling banyak di jalanan sekitar persawahan. Namun, yang paling parah adalah di Jalan Semeru, Desa/Kelurahan Ajung. Sampah-sampah itu tampak berserakan tepat di pinggir jalan.

Saat Jawa Pos Radar Jember berada di lokasi, ada bekas sampah yang dibakar. Diduga itu menjadi salah satu upaya petani sekitar untuk mengurangi sampah-sampah yang belum mendapatkan penanganan tersebut.

Lalu, bagaimana yang seharusnya dilakukan oleh Pemkab Jember? Mengingat, penampakan serupa tak hanya terjadi di jalanan itu. Satu contoh terjadi belum lama ini di Jl Mayor Adidarmo, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.

Pagi itu, salah seorang warga di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, dikagetkan dengan sampah-sampah yang berserakan di depan rumahnya. Tak tanggung-tanggung, sampah-sampah itu lumayan banyak dan terbungkus karung.

“Pagi ini (Senin, Red) ditemukan tumpukan sampah di depan rumah penduduk yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkap salah seorang warga Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Anselma Dyah Kartikahadi, kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa yang tak kesal jika saat asyik menikmati perjalanan, disambut dengan tumpukan sampah di pinggir jalan. Apalagi jika tumpukan sampah ini, baik daun kering maupun limbah rumah tangga, dibakar oleh oknum tak bertanggung jawab. Sudah bau, pandangan terganggu karena asap yang membuat pedih di mata.

Kemarin (6/2), Jawa Pos Radar Jember coba melakukan pemantauan di sepanjang Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, hingga Jalan Raya Suyitman, Desa/Kecamatan Ambulu. Nyatanya, terpantau banyak sampah, khususnya di pinggir jalan, yang belum teratasi.

Berdasarkan pantauan tersebut, banyak sampah yang berserakan di sejumlah titik jalan. Di antaranya, Jalan Jember-Ambulu, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah; Jalan Kopral Soetomo, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu; dan Jalan Semeru, Desa/Kelurahan Ajung.

Hampir mirip, sampah-sampah itu terbungkus plastik dan dibuang sembarangan di pinggir jalan. Paling banyak di jalanan sekitar persawahan. Namun, yang paling parah adalah di Jalan Semeru, Desa/Kelurahan Ajung. Sampah-sampah itu tampak berserakan tepat di pinggir jalan.

Saat Jawa Pos Radar Jember berada di lokasi, ada bekas sampah yang dibakar. Diduga itu menjadi salah satu upaya petani sekitar untuk mengurangi sampah-sampah yang belum mendapatkan penanganan tersebut.

Lalu, bagaimana yang seharusnya dilakukan oleh Pemkab Jember? Mengingat, penampakan serupa tak hanya terjadi di jalanan itu. Satu contoh terjadi belum lama ini di Jl Mayor Adidarmo, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.

Pagi itu, salah seorang warga di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, dikagetkan dengan sampah-sampah yang berserakan di depan rumahnya. Tak tanggung-tanggung, sampah-sampah itu lumayan banyak dan terbungkus karung.

“Pagi ini (Senin, Red) ditemukan tumpukan sampah di depan rumah penduduk yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkap salah seorang warga Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Anselma Dyah Kartikahadi, kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa yang tak kesal jika saat asyik menikmati perjalanan, disambut dengan tumpukan sampah di pinggir jalan. Apalagi jika tumpukan sampah ini, baik daun kering maupun limbah rumah tangga, dibakar oleh oknum tak bertanggung jawab. Sudah bau, pandangan terganggu karena asap yang membuat pedih di mata.

Kemarin (6/2), Jawa Pos Radar Jember coba melakukan pemantauan di sepanjang Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, hingga Jalan Raya Suyitman, Desa/Kecamatan Ambulu. Nyatanya, terpantau banyak sampah, khususnya di pinggir jalan, yang belum teratasi.

Berdasarkan pantauan tersebut, banyak sampah yang berserakan di sejumlah titik jalan. Di antaranya, Jalan Jember-Ambulu, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah; Jalan Kopral Soetomo, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu; dan Jalan Semeru, Desa/Kelurahan Ajung.

Hampir mirip, sampah-sampah itu terbungkus plastik dan dibuang sembarangan di pinggir jalan. Paling banyak di jalanan sekitar persawahan. Namun, yang paling parah adalah di Jalan Semeru, Desa/Kelurahan Ajung. Sampah-sampah itu tampak berserakan tepat di pinggir jalan.

Saat Jawa Pos Radar Jember berada di lokasi, ada bekas sampah yang dibakar. Diduga itu menjadi salah satu upaya petani sekitar untuk mengurangi sampah-sampah yang belum mendapatkan penanganan tersebut.

Lalu, bagaimana yang seharusnya dilakukan oleh Pemkab Jember? Mengingat, penampakan serupa tak hanya terjadi di jalanan itu. Satu contoh terjadi belum lama ini di Jl Mayor Adidarmo, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.

Pagi itu, salah seorang warga di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, dikagetkan dengan sampah-sampah yang berserakan di depan rumahnya. Tak tanggung-tanggung, sampah-sampah itu lumayan banyak dan terbungkus karung.

“Pagi ini (Senin, Red) ditemukan tumpukan sampah di depan rumah penduduk yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkap salah seorang warga Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Anselma Dyah Kartikahadi, kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/