alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Dam Sembah Kapan Diperbaiki?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ambrolnya plengsengan Sungai Kalijompo dan Dam Sembah di Lingkungan Poreng, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, membuat warga yang tinggal di kawasan tersebut semakin waswas. Pasalnya, dam yang hancur saat diterjang banjir, belum juga diperbaiki. Begitu pula dengan plengsengan yang masih rawan ambrol.

Sedianya, memasuki musim kemarau seperti sekarang, dan debit air yang masih relatif rendah, warga berharap perbaikan bisa segera dilakukan. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda adanya perhatian dari dinas terkait. “Masih tidak ada tanda-tanda untuk dilakukan perbaikan. Seharusnya sekarang ini pas kalau diperbaiki, karena sudah mulai nggak hujan,” ujar Syafi’i, salah satu warga setempat.

Ambrolnya Dam Sembah juga sangat memengaruhi aktivitas pertanian yang ada di bagian hilir. Sebab, ada sekitar 40 hektare sawah yang membutuhkan air dari Sungai Kalijompo ini. “Waktu Dam Sembah itu ambrol, petani sempat membendung air dengan menggunakan sak dan dipasang batu. Ini dilakukan agar air terus mengalir ke pintu air di sisi selatan dam yang ambrol,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelum ini, perbaikan juga sempat dilakukan dengan pemasangan bronjong. Namun, saat hujan deras yang turun beberapa waktu lalu, bronjong yang dipasangi batu itu juga ikut ambrol dan terseret arus sungai.

Tidak hanya kondisi dam yang menjadi kekhawatiran warga serta petani. Tak jauh dari sana, plengsengannya pun cukup riskan dan rawan ambrol kembali. Warga cemas, meski sudah memasuki musim kemarau, bisa turun hujan yang mengakibatkan plengsengan ambrol sewaktu-waktu. “Apalagi sejak dihantam banjir beberapa pekan, ada beberapa kandang dan tempat menyimpan barang milik warga yang ikut ambrol bersama plengsengan,” imbuh Syafi’i.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ambrolnya plengsengan Sungai Kalijompo dan Dam Sembah di Lingkungan Poreng, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, membuat warga yang tinggal di kawasan tersebut semakin waswas. Pasalnya, dam yang hancur saat diterjang banjir, belum juga diperbaiki. Begitu pula dengan plengsengan yang masih rawan ambrol.

Sedianya, memasuki musim kemarau seperti sekarang, dan debit air yang masih relatif rendah, warga berharap perbaikan bisa segera dilakukan. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda adanya perhatian dari dinas terkait. “Masih tidak ada tanda-tanda untuk dilakukan perbaikan. Seharusnya sekarang ini pas kalau diperbaiki, karena sudah mulai nggak hujan,” ujar Syafi’i, salah satu warga setempat.

Ambrolnya Dam Sembah juga sangat memengaruhi aktivitas pertanian yang ada di bagian hilir. Sebab, ada sekitar 40 hektare sawah yang membutuhkan air dari Sungai Kalijompo ini. “Waktu Dam Sembah itu ambrol, petani sempat membendung air dengan menggunakan sak dan dipasang batu. Ini dilakukan agar air terus mengalir ke pintu air di sisi selatan dam yang ambrol,” lanjutnya.

Sebelum ini, perbaikan juga sempat dilakukan dengan pemasangan bronjong. Namun, saat hujan deras yang turun beberapa waktu lalu, bronjong yang dipasangi batu itu juga ikut ambrol dan terseret arus sungai.

Tidak hanya kondisi dam yang menjadi kekhawatiran warga serta petani. Tak jauh dari sana, plengsengannya pun cukup riskan dan rawan ambrol kembali. Warga cemas, meski sudah memasuki musim kemarau, bisa turun hujan yang mengakibatkan plengsengan ambrol sewaktu-waktu. “Apalagi sejak dihantam banjir beberapa pekan, ada beberapa kandang dan tempat menyimpan barang milik warga yang ikut ambrol bersama plengsengan,” imbuh Syafi’i.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ambrolnya plengsengan Sungai Kalijompo dan Dam Sembah di Lingkungan Poreng, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, membuat warga yang tinggal di kawasan tersebut semakin waswas. Pasalnya, dam yang hancur saat diterjang banjir, belum juga diperbaiki. Begitu pula dengan plengsengan yang masih rawan ambrol.

Sedianya, memasuki musim kemarau seperti sekarang, dan debit air yang masih relatif rendah, warga berharap perbaikan bisa segera dilakukan. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda adanya perhatian dari dinas terkait. “Masih tidak ada tanda-tanda untuk dilakukan perbaikan. Seharusnya sekarang ini pas kalau diperbaiki, karena sudah mulai nggak hujan,” ujar Syafi’i, salah satu warga setempat.

Ambrolnya Dam Sembah juga sangat memengaruhi aktivitas pertanian yang ada di bagian hilir. Sebab, ada sekitar 40 hektare sawah yang membutuhkan air dari Sungai Kalijompo ini. “Waktu Dam Sembah itu ambrol, petani sempat membendung air dengan menggunakan sak dan dipasang batu. Ini dilakukan agar air terus mengalir ke pintu air di sisi selatan dam yang ambrol,” lanjutnya.

Sebelum ini, perbaikan juga sempat dilakukan dengan pemasangan bronjong. Namun, saat hujan deras yang turun beberapa waktu lalu, bronjong yang dipasangi batu itu juga ikut ambrol dan terseret arus sungai.

Tidak hanya kondisi dam yang menjadi kekhawatiran warga serta petani. Tak jauh dari sana, plengsengannya pun cukup riskan dan rawan ambrol kembali. Warga cemas, meski sudah memasuki musim kemarau, bisa turun hujan yang mengakibatkan plengsengan ambrol sewaktu-waktu. “Apalagi sejak dihantam banjir beberapa pekan, ada beberapa kandang dan tempat menyimpan barang milik warga yang ikut ambrol bersama plengsengan,” imbuh Syafi’i.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/