alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Apa Kabar Seleksi CPNS/PPPK?

Sudah Ditunda, Tak Ada Kepastian Pula

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harap-harap cemas. Begitulah istilah yang tepat bagi warga yang berminat untuk mengikuti pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang digadang-gadang dilaksanakan pada akhir Mei lalu. Sayangnya, pelaksanaan itu harus diundur hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Bupati Jember Hendy Siswanto menuturkan, hingga saat ini belum ada kabar kapan CPNS akan berlangsung. Banyaknya jumlah pendaftar menjadi masalah pelaksanaannya harus ditunda.

Di Jember sendiri, ada 4.305 kuota yang tersedia. Terdiri atas lowongan CPNS sebanyak 634 formasi untuk kesehatan, dan lowongan PPPK sebanyak 3.671 formasi untuk pendidikan. Siapa saja warga Jember, bisa mendaftar. Namun, harus memenuhi syarat sebagai tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. “Awalnya memang 31 Mei, tapi diundur. Ada surat dari KemenPANRB,” papar Hendy.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga kini, dia menyatakan bahwa belum dijelaskan kapan pembukaan dan pendaftaran akan dilaksanakan. Dia menilai, kemunduran tersebut berkaitan dengan penanganan Covid-19. Sebab, di mana pun tempatnya, itu berpotensi menimbulkan kerumunan. “Karena itu, mungkin pusat sedang mengatur hal itu,” ulasnya.

Meski begitu, Hendy memaparkan, terkait dengan kebutuhan, pihaknya optimistis tidak akan berubah. Pihaknya pun berharap agar CPNS dilaksanakan tahun ini. “Kalau sampai diundur lagi, waduh, kekurangan orang kita di pemkab ini,” tegasnya.

Apalagi, lanjut dia, di Jember sudah banyak ASN yang pensiun. “Tenaga kesehatan saja kebutuhannya sekitar 6 ribu, dan belum yang lain,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harap-harap cemas. Begitulah istilah yang tepat bagi warga yang berminat untuk mengikuti pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang digadang-gadang dilaksanakan pada akhir Mei lalu. Sayangnya, pelaksanaan itu harus diundur hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Bupati Jember Hendy Siswanto menuturkan, hingga saat ini belum ada kabar kapan CPNS akan berlangsung. Banyaknya jumlah pendaftar menjadi masalah pelaksanaannya harus ditunda.

Di Jember sendiri, ada 4.305 kuota yang tersedia. Terdiri atas lowongan CPNS sebanyak 634 formasi untuk kesehatan, dan lowongan PPPK sebanyak 3.671 formasi untuk pendidikan. Siapa saja warga Jember, bisa mendaftar. Namun, harus memenuhi syarat sebagai tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. “Awalnya memang 31 Mei, tapi diundur. Ada surat dari KemenPANRB,” papar Hendy.

Hingga kini, dia menyatakan bahwa belum dijelaskan kapan pembukaan dan pendaftaran akan dilaksanakan. Dia menilai, kemunduran tersebut berkaitan dengan penanganan Covid-19. Sebab, di mana pun tempatnya, itu berpotensi menimbulkan kerumunan. “Karena itu, mungkin pusat sedang mengatur hal itu,” ulasnya.

Meski begitu, Hendy memaparkan, terkait dengan kebutuhan, pihaknya optimistis tidak akan berubah. Pihaknya pun berharap agar CPNS dilaksanakan tahun ini. “Kalau sampai diundur lagi, waduh, kekurangan orang kita di pemkab ini,” tegasnya.

Apalagi, lanjut dia, di Jember sudah banyak ASN yang pensiun. “Tenaga kesehatan saja kebutuhannya sekitar 6 ribu, dan belum yang lain,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harap-harap cemas. Begitulah istilah yang tepat bagi warga yang berminat untuk mengikuti pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang digadang-gadang dilaksanakan pada akhir Mei lalu. Sayangnya, pelaksanaan itu harus diundur hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Bupati Jember Hendy Siswanto menuturkan, hingga saat ini belum ada kabar kapan CPNS akan berlangsung. Banyaknya jumlah pendaftar menjadi masalah pelaksanaannya harus ditunda.

Di Jember sendiri, ada 4.305 kuota yang tersedia. Terdiri atas lowongan CPNS sebanyak 634 formasi untuk kesehatan, dan lowongan PPPK sebanyak 3.671 formasi untuk pendidikan. Siapa saja warga Jember, bisa mendaftar. Namun, harus memenuhi syarat sebagai tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. “Awalnya memang 31 Mei, tapi diundur. Ada surat dari KemenPANRB,” papar Hendy.

Hingga kini, dia menyatakan bahwa belum dijelaskan kapan pembukaan dan pendaftaran akan dilaksanakan. Dia menilai, kemunduran tersebut berkaitan dengan penanganan Covid-19. Sebab, di mana pun tempatnya, itu berpotensi menimbulkan kerumunan. “Karena itu, mungkin pusat sedang mengatur hal itu,” ulasnya.

Meski begitu, Hendy memaparkan, terkait dengan kebutuhan, pihaknya optimistis tidak akan berubah. Pihaknya pun berharap agar CPNS dilaksanakan tahun ini. “Kalau sampai diundur lagi, waduh, kekurangan orang kita di pemkab ini,” tegasnya.

Apalagi, lanjut dia, di Jember sudah banyak ASN yang pensiun. “Tenaga kesehatan saja kebutuhannya sekitar 6 ribu, dan belum yang lain,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/