alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Berharap Daya Beli Kembali Bergairah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi ekonomi Jember pada puasa hingga lebaran atau Mei kemarin menunjukkan deflasi 0,03 persen. Penurunan harga kelompok bahan pangan menjadi penyebab terjadinya deflasi. Walau begitu, deflasi Jember terjadi penurunan dari pada April kemarin yang mencapai 0,13 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember Arif Joko Sutejo melalui pres rilis virtual kemarin (2/6) mengatakan, pada Mei Jember alami deflasi 0,03 persen atau dengan indeks harga konsumen (IHK) 104,45 persen. “Dari delapan kota di Jatim, enam kota lainnya inflasi, sedangkan dua deflasi. Yaitu Jember dan Kediri,” ujarnya. Kediri menjadi deflasi tertinggi 0,19 persen, sementara inflasi tertinggi 0,27 persen. Sedangkan Jatim alami deflasi 0,18 persen. “Dari 90 kota IHK, 67 kota IHK inflasi sedangkan 23 kota IHK deflasi,” katanya.

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,49 persen dan kelompok yang mengalami deflasi terendah adalah kelompok informasi, komunikasi, dan Jasa keuangan sebesar 0,24 persen. Kelompok pengeluaran yang stabil diantaranya perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah rangga, dan pendidikan. “Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah bawang putih, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, dan emas perhiasan,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, kelompok bahan makanan Jember juga mengalami dampak dari panen raya dan daya beli yang rendah. Serta, dampak pembatasan terhadap pasar dan wilayah distribusi barang di berbagai daerah. Ini yang membuat Jember sebagai salah satu produsen bahan pangan, stok barang banyak harga turun.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi ekonomi Jember pada puasa hingga lebaran atau Mei kemarin menunjukkan deflasi 0,03 persen. Penurunan harga kelompok bahan pangan menjadi penyebab terjadinya deflasi. Walau begitu, deflasi Jember terjadi penurunan dari pada April kemarin yang mencapai 0,13 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember Arif Joko Sutejo melalui pres rilis virtual kemarin (2/6) mengatakan, pada Mei Jember alami deflasi 0,03 persen atau dengan indeks harga konsumen (IHK) 104,45 persen. “Dari delapan kota di Jatim, enam kota lainnya inflasi, sedangkan dua deflasi. Yaitu Jember dan Kediri,” ujarnya. Kediri menjadi deflasi tertinggi 0,19 persen, sementara inflasi tertinggi 0,27 persen. Sedangkan Jatim alami deflasi 0,18 persen. “Dari 90 kota IHK, 67 kota IHK inflasi sedangkan 23 kota IHK deflasi,” katanya.

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,49 persen dan kelompok yang mengalami deflasi terendah adalah kelompok informasi, komunikasi, dan Jasa keuangan sebesar 0,24 persen. Kelompok pengeluaran yang stabil diantaranya perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah rangga, dan pendidikan. “Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah bawang putih, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, dan emas perhiasan,” ucapnya.

Menurutnya, kelompok bahan makanan Jember juga mengalami dampak dari panen raya dan daya beli yang rendah. Serta, dampak pembatasan terhadap pasar dan wilayah distribusi barang di berbagai daerah. Ini yang membuat Jember sebagai salah satu produsen bahan pangan, stok barang banyak harga turun.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi ekonomi Jember pada puasa hingga lebaran atau Mei kemarin menunjukkan deflasi 0,03 persen. Penurunan harga kelompok bahan pangan menjadi penyebab terjadinya deflasi. Walau begitu, deflasi Jember terjadi penurunan dari pada April kemarin yang mencapai 0,13 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember Arif Joko Sutejo melalui pres rilis virtual kemarin (2/6) mengatakan, pada Mei Jember alami deflasi 0,03 persen atau dengan indeks harga konsumen (IHK) 104,45 persen. “Dari delapan kota di Jatim, enam kota lainnya inflasi, sedangkan dua deflasi. Yaitu Jember dan Kediri,” ujarnya. Kediri menjadi deflasi tertinggi 0,19 persen, sementara inflasi tertinggi 0,27 persen. Sedangkan Jatim alami deflasi 0,18 persen. “Dari 90 kota IHK, 67 kota IHK inflasi sedangkan 23 kota IHK deflasi,” katanya.

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,49 persen dan kelompok yang mengalami deflasi terendah adalah kelompok informasi, komunikasi, dan Jasa keuangan sebesar 0,24 persen. Kelompok pengeluaran yang stabil diantaranya perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah rangga, dan pendidikan. “Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah bawang putih, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, dan emas perhiasan,” ucapnya.

Menurutnya, kelompok bahan makanan Jember juga mengalami dampak dari panen raya dan daya beli yang rendah. Serta, dampak pembatasan terhadap pasar dan wilayah distribusi barang di berbagai daerah. Ini yang membuat Jember sebagai salah satu produsen bahan pangan, stok barang banyak harga turun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/