alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Sangkar Burung Jadi Kerajinan Turun Temurun Desa Dawuhan Mangli

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Desa kreatif yang warganya banyak memproduksi sangkar burung sepertinya perlu ditularkan ke sejumlah desa lain di Jember. Ya, di Desa Dawuhan Mangli, Kecamatan Sukowono adalah salah satu contoh adanya kerajinan yang ditekuni warga secara turun temurun.

Baca Juga: Desa Kreatif Sangkar Burung yang Inspiratif

Kemandirian ekonomi banyak keluarga di sana, tak bisa dipandang sebelah mata. Keahlian mereka dalam membuat sangkar burung, mampu menjadi mata pencaharian utama bagi banyak keluarga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu perajin sangkar burung, Ahmadi menjelaskan kondisi masyarakat Dawuhan Mangli sebelum berstatus pengrajin sangat terbelakang. Bisa dibilang, banyak ekonomi warga yang menengah ke bawah. “Dulu masyarakat sini jarang punya rumah tembok, rata-rata dari kayu. Pekerjaannya buruh tani semua, bahkan tidak ada yang punya lahan,” katanya.

Pada tahun 1976, warga Dawuhan Mangli mulai merintis karir menjadi perajin. Awalnya masyarakat mengikuti pelatihan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Jember yang diselenggarakan di kantor Desa Dawuhan Mangli selama 17 hari. Warga yang diajari kemudian langsung praktik membuat kerajinan tangan dengan membuat sangkar burung. Dari sini, para pengrajin di desa tersebut mulai meninggalkan pekerjaan buruh tani diganti membuat sangkar burung.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Desa kreatif yang warganya banyak memproduksi sangkar burung sepertinya perlu ditularkan ke sejumlah desa lain di Jember. Ya, di Desa Dawuhan Mangli, Kecamatan Sukowono adalah salah satu contoh adanya kerajinan yang ditekuni warga secara turun temurun.

Baca Juga: Desa Kreatif Sangkar Burung yang Inspiratif

Kemandirian ekonomi banyak keluarga di sana, tak bisa dipandang sebelah mata. Keahlian mereka dalam membuat sangkar burung, mampu menjadi mata pencaharian utama bagi banyak keluarga.

Salah satu perajin sangkar burung, Ahmadi menjelaskan kondisi masyarakat Dawuhan Mangli sebelum berstatus pengrajin sangat terbelakang. Bisa dibilang, banyak ekonomi warga yang menengah ke bawah. “Dulu masyarakat sini jarang punya rumah tembok, rata-rata dari kayu. Pekerjaannya buruh tani semua, bahkan tidak ada yang punya lahan,” katanya.

Pada tahun 1976, warga Dawuhan Mangli mulai merintis karir menjadi perajin. Awalnya masyarakat mengikuti pelatihan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Jember yang diselenggarakan di kantor Desa Dawuhan Mangli selama 17 hari. Warga yang diajari kemudian langsung praktik membuat kerajinan tangan dengan membuat sangkar burung. Dari sini, para pengrajin di desa tersebut mulai meninggalkan pekerjaan buruh tani diganti membuat sangkar burung.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Desa kreatif yang warganya banyak memproduksi sangkar burung sepertinya perlu ditularkan ke sejumlah desa lain di Jember. Ya, di Desa Dawuhan Mangli, Kecamatan Sukowono adalah salah satu contoh adanya kerajinan yang ditekuni warga secara turun temurun.

Baca Juga: Desa Kreatif Sangkar Burung yang Inspiratif

Kemandirian ekonomi banyak keluarga di sana, tak bisa dipandang sebelah mata. Keahlian mereka dalam membuat sangkar burung, mampu menjadi mata pencaharian utama bagi banyak keluarga.

Salah satu perajin sangkar burung, Ahmadi menjelaskan kondisi masyarakat Dawuhan Mangli sebelum berstatus pengrajin sangat terbelakang. Bisa dibilang, banyak ekonomi warga yang menengah ke bawah. “Dulu masyarakat sini jarang punya rumah tembok, rata-rata dari kayu. Pekerjaannya buruh tani semua, bahkan tidak ada yang punya lahan,” katanya.

Pada tahun 1976, warga Dawuhan Mangli mulai merintis karir menjadi perajin. Awalnya masyarakat mengikuti pelatihan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Jember yang diselenggarakan di kantor Desa Dawuhan Mangli selama 17 hari. Warga yang diajari kemudian langsung praktik membuat kerajinan tangan dengan membuat sangkar burung. Dari sini, para pengrajin di desa tersebut mulai meninggalkan pekerjaan buruh tani diganti membuat sangkar burung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/