alexametrics
28.2 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Ratusan Miliar Bisa Muspro, Jika Jalan Tetap Dilewati Kendaraan Tambun

Inspeksi Jalan “Kolam”, Komisi C Gandeng Dishub dan DPU BMSDA Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

Agus mengaku, sejauh ini pihaknya telah melakukan sosialisasi Jember Zero ODOL dengan melibatkan kepolisian. Karena sasarannya tak hanya jalan yang menjadi kewenangan kabupaten, tapi juga jalur provinsi dan nasional. “Kami terus menyosialisasikannya. Ke garasi-garasi, perusahaan-perusahaan, dan pemilik kendaraan,” katanya.

Ketika menjelaskan kepada wartawan, Agus sempat menunjukkan contoh kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi. Kebetulan, ada truk kosong yang melintas ketika dia melakukan inspeksi. Bahkan, Agus sempat memegang bak truk yang telah dimodivikasi itu. Tampak jelas, ada tambahan tinggi bak truk, sekitar sejengkal tangan orang dewasa. “Nah, seperti ini tidak boleh. Ini yang sedang kami sosialisasikan. Teman-teman media juga saya minta ikut menyosialisasikan. Wes wayahe Jember bebas ODOL,” paparnya.

Soal pemasangan rambu, Agus menuturkan, pihaknya telah melalui melakukannya. Bahkan, dia menyebut, untuk jalur menuju Igir-Igir itu telah terpasang rambu yang menunjukkan kelas jalannya. Artinya, sudah ada penanda bahwa kendaraan tambun yang melebihi kapasitas jalan dilarang melintas. “Untuk pengawasannya kami harus didampingi kepolisian. Sebab, untuk penindakannya memang menjadi wewenang kepolisian,” urainya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan Jalan 2022 DPU BMSDA Jember Kurnia Widiastuti mengungkapkan, jalan menuju Igir-Igir di Kecamatan Balung tersebut masuk ke dalam skema multiyears tahun ini. Perbaikan ruas jalan sepanjang 4,8 kilometer tersebut ditargetkan selesai 28 Juni mendatang. “Kerusakannya memang cukup parah, sehingga butuh rekonstruksi di beberapa titik,” tukasnya. (*)

Reporter: Mahrus Sholih

Fotografer: Mahrus Sholih

Editor: Dwi Siswanto

- Advertisement -

Agus mengaku, sejauh ini pihaknya telah melakukan sosialisasi Jember Zero ODOL dengan melibatkan kepolisian. Karena sasarannya tak hanya jalan yang menjadi kewenangan kabupaten, tapi juga jalur provinsi dan nasional. “Kami terus menyosialisasikannya. Ke garasi-garasi, perusahaan-perusahaan, dan pemilik kendaraan,” katanya.

Ketika menjelaskan kepada wartawan, Agus sempat menunjukkan contoh kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi. Kebetulan, ada truk kosong yang melintas ketika dia melakukan inspeksi. Bahkan, Agus sempat memegang bak truk yang telah dimodivikasi itu. Tampak jelas, ada tambahan tinggi bak truk, sekitar sejengkal tangan orang dewasa. “Nah, seperti ini tidak boleh. Ini yang sedang kami sosialisasikan. Teman-teman media juga saya minta ikut menyosialisasikan. Wes wayahe Jember bebas ODOL,” paparnya.

Soal pemasangan rambu, Agus menuturkan, pihaknya telah melalui melakukannya. Bahkan, dia menyebut, untuk jalur menuju Igir-Igir itu telah terpasang rambu yang menunjukkan kelas jalannya. Artinya, sudah ada penanda bahwa kendaraan tambun yang melebihi kapasitas jalan dilarang melintas. “Untuk pengawasannya kami harus didampingi kepolisian. Sebab, untuk penindakannya memang menjadi wewenang kepolisian,” urainya.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan Jalan 2022 DPU BMSDA Jember Kurnia Widiastuti mengungkapkan, jalan menuju Igir-Igir di Kecamatan Balung tersebut masuk ke dalam skema multiyears tahun ini. Perbaikan ruas jalan sepanjang 4,8 kilometer tersebut ditargetkan selesai 28 Juni mendatang. “Kerusakannya memang cukup parah, sehingga butuh rekonstruksi di beberapa titik,” tukasnya. (*)

Reporter: Mahrus Sholih

Fotografer: Mahrus Sholih

Editor: Dwi Siswanto

Agus mengaku, sejauh ini pihaknya telah melakukan sosialisasi Jember Zero ODOL dengan melibatkan kepolisian. Karena sasarannya tak hanya jalan yang menjadi kewenangan kabupaten, tapi juga jalur provinsi dan nasional. “Kami terus menyosialisasikannya. Ke garasi-garasi, perusahaan-perusahaan, dan pemilik kendaraan,” katanya.

Ketika menjelaskan kepada wartawan, Agus sempat menunjukkan contoh kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi. Kebetulan, ada truk kosong yang melintas ketika dia melakukan inspeksi. Bahkan, Agus sempat memegang bak truk yang telah dimodivikasi itu. Tampak jelas, ada tambahan tinggi bak truk, sekitar sejengkal tangan orang dewasa. “Nah, seperti ini tidak boleh. Ini yang sedang kami sosialisasikan. Teman-teman media juga saya minta ikut menyosialisasikan. Wes wayahe Jember bebas ODOL,” paparnya.

Soal pemasangan rambu, Agus menuturkan, pihaknya telah melalui melakukannya. Bahkan, dia menyebut, untuk jalur menuju Igir-Igir itu telah terpasang rambu yang menunjukkan kelas jalannya. Artinya, sudah ada penanda bahwa kendaraan tambun yang melebihi kapasitas jalan dilarang melintas. “Untuk pengawasannya kami harus didampingi kepolisian. Sebab, untuk penindakannya memang menjadi wewenang kepolisian,” urainya.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan Jalan 2022 DPU BMSDA Jember Kurnia Widiastuti mengungkapkan, jalan menuju Igir-Igir di Kecamatan Balung tersebut masuk ke dalam skema multiyears tahun ini. Perbaikan ruas jalan sepanjang 4,8 kilometer tersebut ditargetkan selesai 28 Juni mendatang. “Kerusakannya memang cukup parah, sehingga butuh rekonstruksi di beberapa titik,” tukasnya. (*)

Reporter: Mahrus Sholih

Fotografer: Mahrus Sholih

Editor: Dwi Siswanto

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/