alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Desa Kreatif Sangkar Burung yang Inspiratif

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perajin sangkar burung di desa Dawuhan Mangli Kecamatan Sukowono sangat cocok untuk dijadikan cerminan kreativitas dalam lingkup desa. Walaupun jauh dari perkotaan, karya mereka mampu menembus pasaran sampai luar Jawa. Kerajinan ini pun menjadi sumber kehidupan ekonomi bagi penduduk sekitar.

Baca Juga: Sangkar Burung Jadi Kerajinan Turun Temurun Desa Dawuhan Mangli

Bahkan di desa itu bisa dibilang minim pengangguran, termasuk generasi mudanya. Hal ini menegaskan kendati desa yang terletak jauh dari kota, namun kemandirian ekonomi warga akan berbeda dengan desa lain. Bergantung bagaimana masyarakat mampu membaca peluang dan potensi desanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketekunan dan keunikan dalam membuat sangkar burung, kontan mengundang banyak perhatian. Tidak sedikit kalangan akademisi, pebisnis, yang berkunjung untuk belajar dari desa kreatif tersebut. Mereka datang melihat bagaimana proses pembuatan sangkar burung. Ada juga yang menulisnya dalam bentuk skripsi. Sampai mereka yang memborong sangkar burung.

Tohari, perajin setempat menjelaskan, dalam satu keluarganya, ayah, ibu, anak dan saudara di desa Dawuhan Mangli adalah perajin semua. Sementara, Masing-masing rumah mempunyai pasaran tersendiri. “Satu keluarga pengrajin semua, dari nenek sampai cucunya” Jelas Tohari ketika di datangi Jawa Pos Radar Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perajin sangkar burung di desa Dawuhan Mangli Kecamatan Sukowono sangat cocok untuk dijadikan cerminan kreativitas dalam lingkup desa. Walaupun jauh dari perkotaan, karya mereka mampu menembus pasaran sampai luar Jawa. Kerajinan ini pun menjadi sumber kehidupan ekonomi bagi penduduk sekitar.

Baca Juga: Sangkar Burung Jadi Kerajinan Turun Temurun Desa Dawuhan Mangli

Bahkan di desa itu bisa dibilang minim pengangguran, termasuk generasi mudanya. Hal ini menegaskan kendati desa yang terletak jauh dari kota, namun kemandirian ekonomi warga akan berbeda dengan desa lain. Bergantung bagaimana masyarakat mampu membaca peluang dan potensi desanya.

Ketekunan dan keunikan dalam membuat sangkar burung, kontan mengundang banyak perhatian. Tidak sedikit kalangan akademisi, pebisnis, yang berkunjung untuk belajar dari desa kreatif tersebut. Mereka datang melihat bagaimana proses pembuatan sangkar burung. Ada juga yang menulisnya dalam bentuk skripsi. Sampai mereka yang memborong sangkar burung.

Tohari, perajin setempat menjelaskan, dalam satu keluarganya, ayah, ibu, anak dan saudara di desa Dawuhan Mangli adalah perajin semua. Sementara, Masing-masing rumah mempunyai pasaran tersendiri. “Satu keluarga pengrajin semua, dari nenek sampai cucunya” Jelas Tohari ketika di datangi Jawa Pos Radar Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perajin sangkar burung di desa Dawuhan Mangli Kecamatan Sukowono sangat cocok untuk dijadikan cerminan kreativitas dalam lingkup desa. Walaupun jauh dari perkotaan, karya mereka mampu menembus pasaran sampai luar Jawa. Kerajinan ini pun menjadi sumber kehidupan ekonomi bagi penduduk sekitar.

Baca Juga: Sangkar Burung Jadi Kerajinan Turun Temurun Desa Dawuhan Mangli

Bahkan di desa itu bisa dibilang minim pengangguran, termasuk generasi mudanya. Hal ini menegaskan kendati desa yang terletak jauh dari kota, namun kemandirian ekonomi warga akan berbeda dengan desa lain. Bergantung bagaimana masyarakat mampu membaca peluang dan potensi desanya.

Ketekunan dan keunikan dalam membuat sangkar burung, kontan mengundang banyak perhatian. Tidak sedikit kalangan akademisi, pebisnis, yang berkunjung untuk belajar dari desa kreatif tersebut. Mereka datang melihat bagaimana proses pembuatan sangkar burung. Ada juga yang menulisnya dalam bentuk skripsi. Sampai mereka yang memborong sangkar burung.

Tohari, perajin setempat menjelaskan, dalam satu keluarganya, ayah, ibu, anak dan saudara di desa Dawuhan Mangli adalah perajin semua. Sementara, Masing-masing rumah mempunyai pasaran tersendiri. “Satu keluarga pengrajin semua, dari nenek sampai cucunya” Jelas Tohari ketika di datangi Jawa Pos Radar Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/