alexametrics
31.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Aktivitas Warga Meningkat, Awal Ramadan Jalanan Padat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepadatan arus lalu lintas tidak terelakkan di sejumlah jalan raya di Kabupaten Jember. Ada beberapa faktor yang menyebabkannya. Pertama terjadi peningkatan aktivitas warga di Kota Suwar-Suwir, dan kedua terjadi karena adanya perubahan arus yang kembali ke asal, namun belum semua orang tau.

Baca Juga: ASN Pulang Lebih Awal Selama Ramadan

Padatnya kendaraan yang terjadi akibat peningkatan aktivitas terjadi di sekitar Pasar Rambipuji, Simpang empat Mangli, dan beberapa jalan lain. Sementara kepadatan kendaraan yang terjadi lantaran peningkatan aktivitas dan perubahan arus yaitu terjadi di Jantung Kota Jember. Seperti di Jalan A Yani dan Trunojoyo dan Diponegoro serta kawasan Pasar Tanjung pada Sabtu (2/4) siang dan malam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lantaran kendaraan padat merayap, laju sepeda motor maupun mobil kontan tersendat. Tak sedikit warga yang mengeluh atas insiden itu. Namun demikian, warga yang saat itu melintasi jalan yang ramai selayaknya bersabar. Warga yang berada di jalan itu pun, punya aktivitas masing-masing kaitan dengan awal puasa Ramadan.

“Saya agak terganggu, sih. Karena biasanya tidak seperti ini, jalan jadi macet dan lambat. Apa mungkin karena perubahan arus lalu lintas itu, ya?” tutur Bryan, saat ditanyai tanggapannya soal kepadatan arus lalu lintas yang dilaluinya. Namun demikian, perubahan arus tidak sepenuhnya menjadi penyebab kemacetan. Akan tetapi, aktivitas warga yang bersamaan menjadi salah satu hal besar yang perlu dipahami semua warga.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jember Agus Wijaya menyampaikan, petugas Dishub terus melakukan pemantauan. Menurutnya, hal itu bukanlah jenis kemacetan. “Ini hanya merambat (Padat, Red), kendaraan tetap bisa berjalan namun lambat,” katanya.

Agus mengatakan, kepadatan jalan itu bukan karena perubahan arus lalu lintas semata. Ia juga menjabarkan beberapa penyebabnya. “Sebabnya, memang karena ini sedang memasuki bulan Ramadan, kemudian parkir kendaraan di bahu-bahu jalan, dan sekarang ini perekonomian masyarakat yang mulai membaik,” papar Agus kepada Jawa Pos Radar Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepadatan arus lalu lintas tidak terelakkan di sejumlah jalan raya di Kabupaten Jember. Ada beberapa faktor yang menyebabkannya. Pertama terjadi peningkatan aktivitas warga di Kota Suwar-Suwir, dan kedua terjadi karena adanya perubahan arus yang kembali ke asal, namun belum semua orang tau.

Baca Juga: ASN Pulang Lebih Awal Selama Ramadan

Padatnya kendaraan yang terjadi akibat peningkatan aktivitas terjadi di sekitar Pasar Rambipuji, Simpang empat Mangli, dan beberapa jalan lain. Sementara kepadatan kendaraan yang terjadi lantaran peningkatan aktivitas dan perubahan arus yaitu terjadi di Jantung Kota Jember. Seperti di Jalan A Yani dan Trunojoyo dan Diponegoro serta kawasan Pasar Tanjung pada Sabtu (2/4) siang dan malam.

Lantaran kendaraan padat merayap, laju sepeda motor maupun mobil kontan tersendat. Tak sedikit warga yang mengeluh atas insiden itu. Namun demikian, warga yang saat itu melintasi jalan yang ramai selayaknya bersabar. Warga yang berada di jalan itu pun, punya aktivitas masing-masing kaitan dengan awal puasa Ramadan.

“Saya agak terganggu, sih. Karena biasanya tidak seperti ini, jalan jadi macet dan lambat. Apa mungkin karena perubahan arus lalu lintas itu, ya?” tutur Bryan, saat ditanyai tanggapannya soal kepadatan arus lalu lintas yang dilaluinya. Namun demikian, perubahan arus tidak sepenuhnya menjadi penyebab kemacetan. Akan tetapi, aktivitas warga yang bersamaan menjadi salah satu hal besar yang perlu dipahami semua warga.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jember Agus Wijaya menyampaikan, petugas Dishub terus melakukan pemantauan. Menurutnya, hal itu bukanlah jenis kemacetan. “Ini hanya merambat (Padat, Red), kendaraan tetap bisa berjalan namun lambat,” katanya.

Agus mengatakan, kepadatan jalan itu bukan karena perubahan arus lalu lintas semata. Ia juga menjabarkan beberapa penyebabnya. “Sebabnya, memang karena ini sedang memasuki bulan Ramadan, kemudian parkir kendaraan di bahu-bahu jalan, dan sekarang ini perekonomian masyarakat yang mulai membaik,” papar Agus kepada Jawa Pos Radar Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepadatan arus lalu lintas tidak terelakkan di sejumlah jalan raya di Kabupaten Jember. Ada beberapa faktor yang menyebabkannya. Pertama terjadi peningkatan aktivitas warga di Kota Suwar-Suwir, dan kedua terjadi karena adanya perubahan arus yang kembali ke asal, namun belum semua orang tau.

Baca Juga: ASN Pulang Lebih Awal Selama Ramadan

Padatnya kendaraan yang terjadi akibat peningkatan aktivitas terjadi di sekitar Pasar Rambipuji, Simpang empat Mangli, dan beberapa jalan lain. Sementara kepadatan kendaraan yang terjadi lantaran peningkatan aktivitas dan perubahan arus yaitu terjadi di Jantung Kota Jember. Seperti di Jalan A Yani dan Trunojoyo dan Diponegoro serta kawasan Pasar Tanjung pada Sabtu (2/4) siang dan malam.

Lantaran kendaraan padat merayap, laju sepeda motor maupun mobil kontan tersendat. Tak sedikit warga yang mengeluh atas insiden itu. Namun demikian, warga yang saat itu melintasi jalan yang ramai selayaknya bersabar. Warga yang berada di jalan itu pun, punya aktivitas masing-masing kaitan dengan awal puasa Ramadan.

“Saya agak terganggu, sih. Karena biasanya tidak seperti ini, jalan jadi macet dan lambat. Apa mungkin karena perubahan arus lalu lintas itu, ya?” tutur Bryan, saat ditanyai tanggapannya soal kepadatan arus lalu lintas yang dilaluinya. Namun demikian, perubahan arus tidak sepenuhnya menjadi penyebab kemacetan. Akan tetapi, aktivitas warga yang bersamaan menjadi salah satu hal besar yang perlu dipahami semua warga.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jember Agus Wijaya menyampaikan, petugas Dishub terus melakukan pemantauan. Menurutnya, hal itu bukanlah jenis kemacetan. “Ini hanya merambat (Padat, Red), kendaraan tetap bisa berjalan namun lambat,” katanya.

Agus mengatakan, kepadatan jalan itu bukan karena perubahan arus lalu lintas semata. Ia juga menjabarkan beberapa penyebabnya. “Sebabnya, memang karena ini sedang memasuki bulan Ramadan, kemudian parkir kendaraan di bahu-bahu jalan, dan sekarang ini perekonomian masyarakat yang mulai membaik,” papar Agus kepada Jawa Pos Radar Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/