alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Jumlah Penumpang Tak Terkerek Naik

Libur Panjang, Tawang Alun Tetap Sepi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen libur panjang tak mampu mendongkrak jumlah penumpang di Terminal Tawang Alun, Jember. Pantauan Jawa Pos Rada Jember saat libur Paskah, kemarin (2/4), terminal terbesar di Kota Pandhalungan itu masih terlihat sepi. Kondisi seperti ini memang sudah berlangsung lama, imbas pandemi korona.

Sejumlah bus antarkota dalam provinsi, tampak masih berjajar rapi. Ketika ditengok ke dalam, deretan kursi penumpang juga terlihat kosong. Kalaupun ada, jumlah penumpangnya bisa dihitung jari. Padahal, sebelum kemunculan virus korona, terminal tipe A itu setiap hari libur selalu dipadati penumpang.

Staf Terminal Tawang Alun, Ali mengatakan, sebelum pandemi, jika memasuki libur panjang seperti sekarang ini, maka di akhir pekan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) akan ramai penumpang. “Namun, sekarang kondisi sepi karena situasi belum aman dari Covid-19,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, sebelum pagebluk melanda, di terminal itu setiap hari ratusan bus beroperasi ke berbagai jurusan. Namun, kini cuma ada sekitar 60 bus dan itu tidak setiap armada mengangkut penumpang. Terkadang ada bus yang terpaksa balik ke garasi karena tidak mendapatkan penumpang.

“Ini cuma ada empat orang penumpang, padahal liburan Paskah. Penumpang turun 70 persen, dan entah sampai kapan situasi seperti ini. Karena itu, tidak semua armada bus dijalankan,” terang Suprayitno, salah seorang sopir bus di terminal tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen libur panjang tak mampu mendongkrak jumlah penumpang di Terminal Tawang Alun, Jember. Pantauan Jawa Pos Rada Jember saat libur Paskah, kemarin (2/4), terminal terbesar di Kota Pandhalungan itu masih terlihat sepi. Kondisi seperti ini memang sudah berlangsung lama, imbas pandemi korona.

Sejumlah bus antarkota dalam provinsi, tampak masih berjajar rapi. Ketika ditengok ke dalam, deretan kursi penumpang juga terlihat kosong. Kalaupun ada, jumlah penumpangnya bisa dihitung jari. Padahal, sebelum kemunculan virus korona, terminal tipe A itu setiap hari libur selalu dipadati penumpang.

Staf Terminal Tawang Alun, Ali mengatakan, sebelum pandemi, jika memasuki libur panjang seperti sekarang ini, maka di akhir pekan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) akan ramai penumpang. “Namun, sekarang kondisi sepi karena situasi belum aman dari Covid-19,” ungkapnya.

Menurutnya, sebelum pagebluk melanda, di terminal itu setiap hari ratusan bus beroperasi ke berbagai jurusan. Namun, kini cuma ada sekitar 60 bus dan itu tidak setiap armada mengangkut penumpang. Terkadang ada bus yang terpaksa balik ke garasi karena tidak mendapatkan penumpang.

“Ini cuma ada empat orang penumpang, padahal liburan Paskah. Penumpang turun 70 persen, dan entah sampai kapan situasi seperti ini. Karena itu, tidak semua armada bus dijalankan,” terang Suprayitno, salah seorang sopir bus di terminal tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen libur panjang tak mampu mendongkrak jumlah penumpang di Terminal Tawang Alun, Jember. Pantauan Jawa Pos Rada Jember saat libur Paskah, kemarin (2/4), terminal terbesar di Kota Pandhalungan itu masih terlihat sepi. Kondisi seperti ini memang sudah berlangsung lama, imbas pandemi korona.

Sejumlah bus antarkota dalam provinsi, tampak masih berjajar rapi. Ketika ditengok ke dalam, deretan kursi penumpang juga terlihat kosong. Kalaupun ada, jumlah penumpangnya bisa dihitung jari. Padahal, sebelum kemunculan virus korona, terminal tipe A itu setiap hari libur selalu dipadati penumpang.

Staf Terminal Tawang Alun, Ali mengatakan, sebelum pandemi, jika memasuki libur panjang seperti sekarang ini, maka di akhir pekan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) akan ramai penumpang. “Namun, sekarang kondisi sepi karena situasi belum aman dari Covid-19,” ungkapnya.

Menurutnya, sebelum pagebluk melanda, di terminal itu setiap hari ratusan bus beroperasi ke berbagai jurusan. Namun, kini cuma ada sekitar 60 bus dan itu tidak setiap armada mengangkut penumpang. Terkadang ada bus yang terpaksa balik ke garasi karena tidak mendapatkan penumpang.

“Ini cuma ada empat orang penumpang, padahal liburan Paskah. Penumpang turun 70 persen, dan entah sampai kapan situasi seperti ini. Karena itu, tidak semua armada bus dijalankan,” terang Suprayitno, salah seorang sopir bus di terminal tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/