alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Gerobak Cinta Bupati Hendy untuk Dulkowi Pensiunan TNI yang Jadi Inspirasi

Dulkowi, atau akrab dipanggil Pak En, bisa jadi merupakan satu di antara banyak orang yang berjuang hidup. Hampir 30-an tahun pria ini berjualan cilok hingga bertemu Bupati Jember dan menjadi inspirasi program pemerintah.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dengan wajah ikhlasnya, Bupati Jember Hendy Siswanto menyerahkan gerobak cilok sederhana kepada Dulkowi. Kakek berusia 72 tahun itu merupakan penjual cilok keliling asal Kecamatan Sumberjambe.

Awalnya, Dulkowi, atau yang kerap disapa Pak En, menumpahkan curahan hatinya kepada Bupati Hendy di sela-sela kegiatan Jember Hadir untuk Rakyat (J-HUR) di Sumberjambe, sekitar sepekan yang lalu.

Saat itu, Pak En menceritakan bahwa dirinya hanya mampu berjualan cilok menggunakan alat pikulan sederhana. Itu dilakukan sudah cukup lama, sejak sekitar 30 tahun yang lalu. Banyak hal yang terjadi selama keliling berjualan cilok.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dulkowi mengaku, selama ini dirinya berjuang hidup dengan berjualan cilok. Hanya itu yang dapat dilakukan untuk terus menjalani hidup. Cilok dengan alat pikulan miliknya menjadi bukti bisu akan kehidupannya selama ini.

Begitu dia mendapat gerobak dari bupati, Kakek En langsung semringah. Dia berjanji akan menggunakannya dengan baik. Apalagi, gerobak tersebut bisa dibawa dengan sepeda motor. “Saya sangat berterima kasih. Eman rombongnya kalau tidak saya manfaatkan dengan baik,” ucapnya. Dulkowi saat itu lebih banyak diam dan hatinya berbunga.

Gerobak cilok tersebut bisa dibilang belum masuk agenda Pemerintah Kabupaten Jember. Bupati Hendy Siswanto saat bertemu Dulkowi mengaku iba sehingga membelikan gerobak cilok untuk kakek lima cucu itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dengan wajah ikhlasnya, Bupati Jember Hendy Siswanto menyerahkan gerobak cilok sederhana kepada Dulkowi. Kakek berusia 72 tahun itu merupakan penjual cilok keliling asal Kecamatan Sumberjambe.

Awalnya, Dulkowi, atau yang kerap disapa Pak En, menumpahkan curahan hatinya kepada Bupati Hendy di sela-sela kegiatan Jember Hadir untuk Rakyat (J-HUR) di Sumberjambe, sekitar sepekan yang lalu.

Saat itu, Pak En menceritakan bahwa dirinya hanya mampu berjualan cilok menggunakan alat pikulan sederhana. Itu dilakukan sudah cukup lama, sejak sekitar 30 tahun yang lalu. Banyak hal yang terjadi selama keliling berjualan cilok.

Dulkowi mengaku, selama ini dirinya berjuang hidup dengan berjualan cilok. Hanya itu yang dapat dilakukan untuk terus menjalani hidup. Cilok dengan alat pikulan miliknya menjadi bukti bisu akan kehidupannya selama ini.

Begitu dia mendapat gerobak dari bupati, Kakek En langsung semringah. Dia berjanji akan menggunakannya dengan baik. Apalagi, gerobak tersebut bisa dibawa dengan sepeda motor. “Saya sangat berterima kasih. Eman rombongnya kalau tidak saya manfaatkan dengan baik,” ucapnya. Dulkowi saat itu lebih banyak diam dan hatinya berbunga.

Gerobak cilok tersebut bisa dibilang belum masuk agenda Pemerintah Kabupaten Jember. Bupati Hendy Siswanto saat bertemu Dulkowi mengaku iba sehingga membelikan gerobak cilok untuk kakek lima cucu itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dengan wajah ikhlasnya, Bupati Jember Hendy Siswanto menyerahkan gerobak cilok sederhana kepada Dulkowi. Kakek berusia 72 tahun itu merupakan penjual cilok keliling asal Kecamatan Sumberjambe.

Awalnya, Dulkowi, atau yang kerap disapa Pak En, menumpahkan curahan hatinya kepada Bupati Hendy di sela-sela kegiatan Jember Hadir untuk Rakyat (J-HUR) di Sumberjambe, sekitar sepekan yang lalu.

Saat itu, Pak En menceritakan bahwa dirinya hanya mampu berjualan cilok menggunakan alat pikulan sederhana. Itu dilakukan sudah cukup lama, sejak sekitar 30 tahun yang lalu. Banyak hal yang terjadi selama keliling berjualan cilok.

Dulkowi mengaku, selama ini dirinya berjuang hidup dengan berjualan cilok. Hanya itu yang dapat dilakukan untuk terus menjalani hidup. Cilok dengan alat pikulan miliknya menjadi bukti bisu akan kehidupannya selama ini.

Begitu dia mendapat gerobak dari bupati, Kakek En langsung semringah. Dia berjanji akan menggunakannya dengan baik. Apalagi, gerobak tersebut bisa dibawa dengan sepeda motor. “Saya sangat berterima kasih. Eman rombongnya kalau tidak saya manfaatkan dengan baik,” ucapnya. Dulkowi saat itu lebih banyak diam dan hatinya berbunga.

Gerobak cilok tersebut bisa dibilang belum masuk agenda Pemerintah Kabupaten Jember. Bupati Hendy Siswanto saat bertemu Dulkowi mengaku iba sehingga membelikan gerobak cilok untuk kakek lima cucu itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/