alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Peredaran Uang Palsu Masih Marak

Meski Kasus 2020 Menurun

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat harus tetap waspada dan mengecek keaslian uang setiap kali bertransaksi. Walau peredaran uang palsu di Jember mengalami penurunan pada 2020 kemarin, tapi pada awal tahun ini sudah ada 341 lembar yang telah ditemukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember.

Kepala KPwBI Jember Hestu Wibowo kepada Jawa Pos Radar Jember mengungkapkan, temuan uang palsu dari laporan perbankan di wilayah kerja KPwBI Jember. Yakni meliputi Jember, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo. “Per 15 Februari kemarin, ada 341 lembar upal yang ditemukan,” jelasnya.

Sementara itu, yang ditemukan BI pada 2020 kemarin jumlah upalnya mencapai 1.981. Jumlah tersebut, kata Hestu, sekitar 40 persen lebih rendah daripada temuan upal tahun 2019 lalu, yaitu sebesar 3.310 lembar. “Jadi, ada tren penurunan,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Hestu, turunnya hasil temuan upal di perbankan tersebut juga tidak lain karena rendahnya transaksi sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Sementara itu, dari keseluruhan upal selama 2020 ditambah per 15 Februari, paling banyak adalah temuan klarifikasi perbankan. Selain itu, ada temuan di pengolahan keuangan di BI sejumlah 29 lembar, dan paling sedikit adalah laporan dari masyarakat sejumlah 10 lembar saja.

Sesuai dengan undang-undang, uang palsu itu wajib dilaporkan ke kepolisian. Tapi, menurut Hestu, juga bisa dilaporkan ke BI. “Nanti BI yang akan laporkan ke kepolisian,” jelasnya. Selain itu, dia menjelaskan ada beberapa uang palsu yang tetap diamankan di kepolisian karena hasil tangkapan kejahatan. Upal tersebut akan dijadikan barang bukti, hingga sampai ke persidangan dan kemudian dimusnahkan. Sementara, yang ada di BI, lanjut dia, adalah hasil laporan perbankan, laporan keuangan, dan hasil pengolahan keuangan.

Dia menjelaskan, terkait upal dari laporan perbankan tersebut, BI akan membuat laporan berita acara temuan upal ke kepolisian. “Ketentuannya harus diserahkan ke kepolisian, tapi polres tidak ada tempat penyimpanan,” jelasnya. Karena itu, kata dia, upal yang diamankan BI bersifat titipan dari kepolisian.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat harus tetap waspada dan mengecek keaslian uang setiap kali bertransaksi. Walau peredaran uang palsu di Jember mengalami penurunan pada 2020 kemarin, tapi pada awal tahun ini sudah ada 341 lembar yang telah ditemukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember.

Kepala KPwBI Jember Hestu Wibowo kepada Jawa Pos Radar Jember mengungkapkan, temuan uang palsu dari laporan perbankan di wilayah kerja KPwBI Jember. Yakni meliputi Jember, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo. “Per 15 Februari kemarin, ada 341 lembar upal yang ditemukan,” jelasnya.

Sementara itu, yang ditemukan BI pada 2020 kemarin jumlah upalnya mencapai 1.981. Jumlah tersebut, kata Hestu, sekitar 40 persen lebih rendah daripada temuan upal tahun 2019 lalu, yaitu sebesar 3.310 lembar. “Jadi, ada tren penurunan,” jelasnya.

Menurut Hestu, turunnya hasil temuan upal di perbankan tersebut juga tidak lain karena rendahnya transaksi sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Sementara itu, dari keseluruhan upal selama 2020 ditambah per 15 Februari, paling banyak adalah temuan klarifikasi perbankan. Selain itu, ada temuan di pengolahan keuangan di BI sejumlah 29 lembar, dan paling sedikit adalah laporan dari masyarakat sejumlah 10 lembar saja.

Sesuai dengan undang-undang, uang palsu itu wajib dilaporkan ke kepolisian. Tapi, menurut Hestu, juga bisa dilaporkan ke BI. “Nanti BI yang akan laporkan ke kepolisian,” jelasnya. Selain itu, dia menjelaskan ada beberapa uang palsu yang tetap diamankan di kepolisian karena hasil tangkapan kejahatan. Upal tersebut akan dijadikan barang bukti, hingga sampai ke persidangan dan kemudian dimusnahkan. Sementara, yang ada di BI, lanjut dia, adalah hasil laporan perbankan, laporan keuangan, dan hasil pengolahan keuangan.

Dia menjelaskan, terkait upal dari laporan perbankan tersebut, BI akan membuat laporan berita acara temuan upal ke kepolisian. “Ketentuannya harus diserahkan ke kepolisian, tapi polres tidak ada tempat penyimpanan,” jelasnya. Karena itu, kata dia, upal yang diamankan BI bersifat titipan dari kepolisian.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat harus tetap waspada dan mengecek keaslian uang setiap kali bertransaksi. Walau peredaran uang palsu di Jember mengalami penurunan pada 2020 kemarin, tapi pada awal tahun ini sudah ada 341 lembar yang telah ditemukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember.

Kepala KPwBI Jember Hestu Wibowo kepada Jawa Pos Radar Jember mengungkapkan, temuan uang palsu dari laporan perbankan di wilayah kerja KPwBI Jember. Yakni meliputi Jember, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo. “Per 15 Februari kemarin, ada 341 lembar upal yang ditemukan,” jelasnya.

Sementara itu, yang ditemukan BI pada 2020 kemarin jumlah upalnya mencapai 1.981. Jumlah tersebut, kata Hestu, sekitar 40 persen lebih rendah daripada temuan upal tahun 2019 lalu, yaitu sebesar 3.310 lembar. “Jadi, ada tren penurunan,” jelasnya.

Menurut Hestu, turunnya hasil temuan upal di perbankan tersebut juga tidak lain karena rendahnya transaksi sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Sementara itu, dari keseluruhan upal selama 2020 ditambah per 15 Februari, paling banyak adalah temuan klarifikasi perbankan. Selain itu, ada temuan di pengolahan keuangan di BI sejumlah 29 lembar, dan paling sedikit adalah laporan dari masyarakat sejumlah 10 lembar saja.

Sesuai dengan undang-undang, uang palsu itu wajib dilaporkan ke kepolisian. Tapi, menurut Hestu, juga bisa dilaporkan ke BI. “Nanti BI yang akan laporkan ke kepolisian,” jelasnya. Selain itu, dia menjelaskan ada beberapa uang palsu yang tetap diamankan di kepolisian karena hasil tangkapan kejahatan. Upal tersebut akan dijadikan barang bukti, hingga sampai ke persidangan dan kemudian dimusnahkan. Sementara, yang ada di BI, lanjut dia, adalah hasil laporan perbankan, laporan keuangan, dan hasil pengolahan keuangan.

Dia menjelaskan, terkait upal dari laporan perbankan tersebut, BI akan membuat laporan berita acara temuan upal ke kepolisian. “Ketentuannya harus diserahkan ke kepolisian, tapi polres tidak ada tempat penyimpanan,” jelasnya. Karena itu, kata dia, upal yang diamankan BI bersifat titipan dari kepolisian.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/