alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kian Diminati Usai Pandemi

Bisnis Hampers yang Marak di Kalangan Milenial

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu yang merasakan dampak pandemi tanpa ampun. Meski demikian, tak sedikit kalangan yang juga berbalik menjadi lebih kreatif kala kepepet, demi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mengisi aktivitas selama di rumah. Salah satunya melalui bisnis hampers atau bingkisan serupa parsel.

Banyak anak muda yang mulai membidik bisnis hampers di tengah pandemi, sebagai efek kuliah daring yang sudah dilakukan oleh setiap kampus. Salah satu mahasiswa yang memulai bisnis hampers sejak kuliah daring adalah Cici Irana Dewi. Hampers yang ditawarkannya berisi kerudung dan aksesori hijab untuk perempuan. Target konsumennya adalah kalangan mahasiswa dan anak muda.

Menurut dia, kebijakan kuliah daring ini justru menjadi peluang bisnis hampers. “Anak-anak yang mau kasih ucapan atau hadiah untuk temannya lebih praktis pakai hampers. Kalau sempro (seminar proposal tugas akhir, Red) atau sidang tugas akhir mereka juga tidak datang semua,” papar Cici.

Mobile_AP_Rectangle 2

Harga hampers milik Cici dibanderol mulai dari Rp 35 ribu. Para customer dapat memilih apa saja isi hampers pesanan itu sesuai dengan pesanan. Dalam satu bulan, Cici mampu mendapatkan laba hingga Rp 300 ribu dari penjualan hampers miliknya. “Tiga bulan pertama masih Rp 150 ribu. Tapi, lama-lama naik. Sampai akhir 2020 kemarin, setiap bulan labanya bisa sampai Rp 300 ribu,” jelasnya.

Dengan maraknya kalangan milenial yang mulai tertarik pada bisnis ini, dirinya memprediksi ke depan bisnis hampers memiliki peluang besar setelah pandemi usai. Menurutnya, perkembangan bisnis hampers harus menyesuaikan dengan cita rasa anak muda saat ini. “Karena target konsumen adalah anak-anak muda, jadi gayanya harus estetik untuk di-upload di medsos,” tutur perempuan kelahiran Bali itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu yang merasakan dampak pandemi tanpa ampun. Meski demikian, tak sedikit kalangan yang juga berbalik menjadi lebih kreatif kala kepepet, demi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mengisi aktivitas selama di rumah. Salah satunya melalui bisnis hampers atau bingkisan serupa parsel.

Banyak anak muda yang mulai membidik bisnis hampers di tengah pandemi, sebagai efek kuliah daring yang sudah dilakukan oleh setiap kampus. Salah satu mahasiswa yang memulai bisnis hampers sejak kuliah daring adalah Cici Irana Dewi. Hampers yang ditawarkannya berisi kerudung dan aksesori hijab untuk perempuan. Target konsumennya adalah kalangan mahasiswa dan anak muda.

Menurut dia, kebijakan kuliah daring ini justru menjadi peluang bisnis hampers. “Anak-anak yang mau kasih ucapan atau hadiah untuk temannya lebih praktis pakai hampers. Kalau sempro (seminar proposal tugas akhir, Red) atau sidang tugas akhir mereka juga tidak datang semua,” papar Cici.

Harga hampers milik Cici dibanderol mulai dari Rp 35 ribu. Para customer dapat memilih apa saja isi hampers pesanan itu sesuai dengan pesanan. Dalam satu bulan, Cici mampu mendapatkan laba hingga Rp 300 ribu dari penjualan hampers miliknya. “Tiga bulan pertama masih Rp 150 ribu. Tapi, lama-lama naik. Sampai akhir 2020 kemarin, setiap bulan labanya bisa sampai Rp 300 ribu,” jelasnya.

Dengan maraknya kalangan milenial yang mulai tertarik pada bisnis ini, dirinya memprediksi ke depan bisnis hampers memiliki peluang besar setelah pandemi usai. Menurutnya, perkembangan bisnis hampers harus menyesuaikan dengan cita rasa anak muda saat ini. “Karena target konsumen adalah anak-anak muda, jadi gayanya harus estetik untuk di-upload di medsos,” tutur perempuan kelahiran Bali itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu yang merasakan dampak pandemi tanpa ampun. Meski demikian, tak sedikit kalangan yang juga berbalik menjadi lebih kreatif kala kepepet, demi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mengisi aktivitas selama di rumah. Salah satunya melalui bisnis hampers atau bingkisan serupa parsel.

Banyak anak muda yang mulai membidik bisnis hampers di tengah pandemi, sebagai efek kuliah daring yang sudah dilakukan oleh setiap kampus. Salah satu mahasiswa yang memulai bisnis hampers sejak kuliah daring adalah Cici Irana Dewi. Hampers yang ditawarkannya berisi kerudung dan aksesori hijab untuk perempuan. Target konsumennya adalah kalangan mahasiswa dan anak muda.

Menurut dia, kebijakan kuliah daring ini justru menjadi peluang bisnis hampers. “Anak-anak yang mau kasih ucapan atau hadiah untuk temannya lebih praktis pakai hampers. Kalau sempro (seminar proposal tugas akhir, Red) atau sidang tugas akhir mereka juga tidak datang semua,” papar Cici.

Harga hampers milik Cici dibanderol mulai dari Rp 35 ribu. Para customer dapat memilih apa saja isi hampers pesanan itu sesuai dengan pesanan. Dalam satu bulan, Cici mampu mendapatkan laba hingga Rp 300 ribu dari penjualan hampers miliknya. “Tiga bulan pertama masih Rp 150 ribu. Tapi, lama-lama naik. Sampai akhir 2020 kemarin, setiap bulan labanya bisa sampai Rp 300 ribu,” jelasnya.

Dengan maraknya kalangan milenial yang mulai tertarik pada bisnis ini, dirinya memprediksi ke depan bisnis hampers memiliki peluang besar setelah pandemi usai. Menurutnya, perkembangan bisnis hampers harus menyesuaikan dengan cita rasa anak muda saat ini. “Karena target konsumen adalah anak-anak muda, jadi gayanya harus estetik untuk di-upload di medsos,” tutur perempuan kelahiran Bali itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/