alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Jember Juara, tapi Ngenes

Kasus AKI-AKB dan Stunting Jadi PR Pemimpin Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Beberapa tahun terakhir Jember dikenal sebagai kabupaten yang buruk dalam keterbukaan informasi publik (KIP). Hal menyedihkan akhirnya terungkap, kemarin (2/3). Yaitu, Jember menduduki peringkat tertinggi di Jawa Timur dalam kasus angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting atau kasus bayi kerdil.

Jember sebagai kabupaten nomor wahid dalam kasus AKI, AKB, dan stunting ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, seusai prosesi serah terima jabatan (sertijab) Bupati dan Wabup Jember di gedung dewan, kemarin (2/3). Dikatakannya, hal ini sangatlah serius untuk menjadi perhatian bersama agar ke depan angka kasus tersebut bisa ditekan.

“Jember kematian ibu tertinggi. Ini serius. AKI juara satu. Dan kematian bayi juga tertinggi. Maka saya minta agar menjadi catatan. Semua harus diintervensi sesignifikan mungkin, sedetail mungkin, apa yang menjadi penyebabnya,” kata Khofifah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia meminta kepada Bupati Jember Hendy Siswanto, Wakil Bupati Jember M Balya Firjaun Barlaman, anggota dewan, dan sejumlah pejabat agar benar-benar serius menangani tiga hal tersebut, serta mencari solusi terbaik. Khofifah pun mencontohkan penanganan di Surabaya yang melibatkan relawan mahasiswa demi memberi pencerahan dan pendidikan kepada masyarakat luas. “Mohon dicari betul intervensinya. Harus sinergi. Ada kampus Universitas Jember, harus dimaksimalkan. Turunkan relawan,” paparnya.

Khofifah pun mengurai angka yang cukup menyedihkan untuk Kabupaten Jember. Catatan Pemerintah Provinsi Jatim, AKI pada tahun 2020 lalu mencapai 61 kasus, AKB mencapai 324 kasus, sedangkan angka stunting mencapai 37,94 persen dari jumlah anak di Jember selama tahun 2020.

“Angka stunting tinggi sekali, 37,94 persen. Ini jauh di atas rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Timur. Mohon ini nanti lebih dapat prioritas. Angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan stunting jadi bagian penting SDM berkualitas yang berdaya saing,” jelas Khofifah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Beberapa tahun terakhir Jember dikenal sebagai kabupaten yang buruk dalam keterbukaan informasi publik (KIP). Hal menyedihkan akhirnya terungkap, kemarin (2/3). Yaitu, Jember menduduki peringkat tertinggi di Jawa Timur dalam kasus angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting atau kasus bayi kerdil.

Jember sebagai kabupaten nomor wahid dalam kasus AKI, AKB, dan stunting ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, seusai prosesi serah terima jabatan (sertijab) Bupati dan Wabup Jember di gedung dewan, kemarin (2/3). Dikatakannya, hal ini sangatlah serius untuk menjadi perhatian bersama agar ke depan angka kasus tersebut bisa ditekan.

“Jember kematian ibu tertinggi. Ini serius. AKI juara satu. Dan kematian bayi juga tertinggi. Maka saya minta agar menjadi catatan. Semua harus diintervensi sesignifikan mungkin, sedetail mungkin, apa yang menjadi penyebabnya,” kata Khofifah.

Dia meminta kepada Bupati Jember Hendy Siswanto, Wakil Bupati Jember M Balya Firjaun Barlaman, anggota dewan, dan sejumlah pejabat agar benar-benar serius menangani tiga hal tersebut, serta mencari solusi terbaik. Khofifah pun mencontohkan penanganan di Surabaya yang melibatkan relawan mahasiswa demi memberi pencerahan dan pendidikan kepada masyarakat luas. “Mohon dicari betul intervensinya. Harus sinergi. Ada kampus Universitas Jember, harus dimaksimalkan. Turunkan relawan,” paparnya.

Khofifah pun mengurai angka yang cukup menyedihkan untuk Kabupaten Jember. Catatan Pemerintah Provinsi Jatim, AKI pada tahun 2020 lalu mencapai 61 kasus, AKB mencapai 324 kasus, sedangkan angka stunting mencapai 37,94 persen dari jumlah anak di Jember selama tahun 2020.

“Angka stunting tinggi sekali, 37,94 persen. Ini jauh di atas rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Timur. Mohon ini nanti lebih dapat prioritas. Angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan stunting jadi bagian penting SDM berkualitas yang berdaya saing,” jelas Khofifah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Beberapa tahun terakhir Jember dikenal sebagai kabupaten yang buruk dalam keterbukaan informasi publik (KIP). Hal menyedihkan akhirnya terungkap, kemarin (2/3). Yaitu, Jember menduduki peringkat tertinggi di Jawa Timur dalam kasus angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting atau kasus bayi kerdil.

Jember sebagai kabupaten nomor wahid dalam kasus AKI, AKB, dan stunting ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, seusai prosesi serah terima jabatan (sertijab) Bupati dan Wabup Jember di gedung dewan, kemarin (2/3). Dikatakannya, hal ini sangatlah serius untuk menjadi perhatian bersama agar ke depan angka kasus tersebut bisa ditekan.

“Jember kematian ibu tertinggi. Ini serius. AKI juara satu. Dan kematian bayi juga tertinggi. Maka saya minta agar menjadi catatan. Semua harus diintervensi sesignifikan mungkin, sedetail mungkin, apa yang menjadi penyebabnya,” kata Khofifah.

Dia meminta kepada Bupati Jember Hendy Siswanto, Wakil Bupati Jember M Balya Firjaun Barlaman, anggota dewan, dan sejumlah pejabat agar benar-benar serius menangani tiga hal tersebut, serta mencari solusi terbaik. Khofifah pun mencontohkan penanganan di Surabaya yang melibatkan relawan mahasiswa demi memberi pencerahan dan pendidikan kepada masyarakat luas. “Mohon dicari betul intervensinya. Harus sinergi. Ada kampus Universitas Jember, harus dimaksimalkan. Turunkan relawan,” paparnya.

Khofifah pun mengurai angka yang cukup menyedihkan untuk Kabupaten Jember. Catatan Pemerintah Provinsi Jatim, AKI pada tahun 2020 lalu mencapai 61 kasus, AKB mencapai 324 kasus, sedangkan angka stunting mencapai 37,94 persen dari jumlah anak di Jember selama tahun 2020.

“Angka stunting tinggi sekali, 37,94 persen. Ini jauh di atas rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Timur. Mohon ini nanti lebih dapat prioritas. Angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan stunting jadi bagian penting SDM berkualitas yang berdaya saing,” jelas Khofifah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/