alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Gelombang Tinggi, Hasil Tangkapan Sepi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tingginya gelombang laut selama beberapa pekan ini membuat nelayan mengelus dada. Betapa tidak, mereka kesulitan melaut untuk mencari ikan. Bahkan, jika hal itu dipaksakan, sangat berisiko diterjang ombak besar.

Ketua Paguyuban Nelayan Pantai Ambulu dari Laskar Segoro Kidul Suparto mengatakan, cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi itu sudah terjadi sejak lama. Tepatnya sejak awal Januari lalu. Mulai saat itu, para nelayan sudah jarang melaut karena berisiko.

Meskipun ada yang melaut, kata Suparto, itu pun para nelayan yang mencari benih lobster. “Karena lobster itu jarak dari daratan masih dekat, sekitar 500 meter sampai satu kilometer. Jadi, masih terlihat perahu nelayan dari daratan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (2/3).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tingginya gelombang laut selama beberapa pekan ini membuat nelayan mengelus dada. Betapa tidak, mereka kesulitan melaut untuk mencari ikan. Bahkan, jika hal itu dipaksakan, sangat berisiko diterjang ombak besar.

Ketua Paguyuban Nelayan Pantai Ambulu dari Laskar Segoro Kidul Suparto mengatakan, cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi itu sudah terjadi sejak lama. Tepatnya sejak awal Januari lalu. Mulai saat itu, para nelayan sudah jarang melaut karena berisiko.

Meskipun ada yang melaut, kata Suparto, itu pun para nelayan yang mencari benih lobster. “Karena lobster itu jarak dari daratan masih dekat, sekitar 500 meter sampai satu kilometer. Jadi, masih terlihat perahu nelayan dari daratan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (2/3).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tingginya gelombang laut selama beberapa pekan ini membuat nelayan mengelus dada. Betapa tidak, mereka kesulitan melaut untuk mencari ikan. Bahkan, jika hal itu dipaksakan, sangat berisiko diterjang ombak besar.

Ketua Paguyuban Nelayan Pantai Ambulu dari Laskar Segoro Kidul Suparto mengatakan, cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi itu sudah terjadi sejak lama. Tepatnya sejak awal Januari lalu. Mulai saat itu, para nelayan sudah jarang melaut karena berisiko.

Meskipun ada yang melaut, kata Suparto, itu pun para nelayan yang mencari benih lobster. “Karena lobster itu jarak dari daratan masih dekat, sekitar 500 meter sampai satu kilometer. Jadi, masih terlihat perahu nelayan dari daratan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (2/3).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/