alexametrics
23.2 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Tujuh Ruko Membentang di Atas Sungai

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak banyak yang paham, saat melintasi Jalan Gajah Mada hingga Alun-Alun Jember bakal melewati sungai. Sebab, penampang jembatan juga tidak terasa. Begitulah Sungai Jompo yang membelah Jl Sultan Agung. Para pengendara rasanya terhipnotis dengan kompleks pertokoan di kanan-kiri jalan. Toko-toko itu membuat Sungai Jompo seolah berkamuflase.

“Aku ini lho baru paham kalau Jl Sultan Agung itu ada sungainya,” kata Hadi, warga Mangli. Kompleks pertokoan Jompo yang ambruk, kemarin (2/2), bangunannya memang setengah melayang di atas sungai. Bahkan, ada bangunan toko yang tak sekadar melayang, tapi berdiri tepat di atas sungai. Bangunan itu berada di depan pertokoan Jompo yang ambruk atau menjadi satu deretan dengan Rien Collection.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember yang turun ke sungai melewati gang kecil samping Rien Collection, terpampang jelas ada bangunan di atas sungai. Dilihat dari sungai, setidaknya ada lima bangunan toko yang dibangun di atas sungai. Namun, jika dilihat dari Jalan Sultan Agung, deretan toko total ada tujuh bangunan. Semuanya berdiri persis di atas kanal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari tujuh toko yang dibangun di atas sungai tersebut, hanya satu yang buka pada waktu itu. Hanya toko emas, persis di samping toko peracangan UD Damai Jaya. Toko elektronik Aneka juga tutup, hanya pintunya saja yang terbuka sedikit. Bahkan, di antara jajaran toko di atas Sungai Jompo, ada yang memasang banner disewakan.

Yeni, pegawai toko elektronik Aneka yang berdiri di atas sungai itu, mengaku bahwa toko tempatnya bekerja sudah ada sejak lama, sekitar tahun 1990-an. “Duluan pertokoan Jompo yang ambruk itu pembangunannya. Kalau toko ini milik sendiri, pertokoan Jompo milik pemda,” ujarnya.

Yeni mengaku tak khawatir kejadian ambruknya pertokoan Jompo juga berimbas di tempat kerjanya. Keyakinan Yeni, konstruksi tokonya lebih kuat. “Ibarat teknologi, toko ini teknologi pembangunannya lebih cangih daripada pertokoan Jompo,” klaimnya.

Terjadi Penyempitan Kanal

Air itu berwarna cokelat dan arusnya deras. Begitulah pantauan Jawa Pos Radar Jember di sungai yang mengalir di bawah jembatan dan pertokoan Jompo. Sebelum melewati jembatan Jompo atau dipantau dari bawah Rien Colletion, lebar sungai itu sekitar 12 meter. Namun, lebar sungai berubah drastis menjadi 6-5 meter saja setelah melewati jembatan Jompo. Sungai tersebut menyempit.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak banyak yang paham, saat melintasi Jalan Gajah Mada hingga Alun-Alun Jember bakal melewati sungai. Sebab, penampang jembatan juga tidak terasa. Begitulah Sungai Jompo yang membelah Jl Sultan Agung. Para pengendara rasanya terhipnotis dengan kompleks pertokoan di kanan-kiri jalan. Toko-toko itu membuat Sungai Jompo seolah berkamuflase.

“Aku ini lho baru paham kalau Jl Sultan Agung itu ada sungainya,” kata Hadi, warga Mangli. Kompleks pertokoan Jompo yang ambruk, kemarin (2/2), bangunannya memang setengah melayang di atas sungai. Bahkan, ada bangunan toko yang tak sekadar melayang, tapi berdiri tepat di atas sungai. Bangunan itu berada di depan pertokoan Jompo yang ambruk atau menjadi satu deretan dengan Rien Collection.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember yang turun ke sungai melewati gang kecil samping Rien Collection, terpampang jelas ada bangunan di atas sungai. Dilihat dari sungai, setidaknya ada lima bangunan toko yang dibangun di atas sungai. Namun, jika dilihat dari Jalan Sultan Agung, deretan toko total ada tujuh bangunan. Semuanya berdiri persis di atas kanal.

Dari tujuh toko yang dibangun di atas sungai tersebut, hanya satu yang buka pada waktu itu. Hanya toko emas, persis di samping toko peracangan UD Damai Jaya. Toko elektronik Aneka juga tutup, hanya pintunya saja yang terbuka sedikit. Bahkan, di antara jajaran toko di atas Sungai Jompo, ada yang memasang banner disewakan.

Yeni, pegawai toko elektronik Aneka yang berdiri di atas sungai itu, mengaku bahwa toko tempatnya bekerja sudah ada sejak lama, sekitar tahun 1990-an. “Duluan pertokoan Jompo yang ambruk itu pembangunannya. Kalau toko ini milik sendiri, pertokoan Jompo milik pemda,” ujarnya.

Yeni mengaku tak khawatir kejadian ambruknya pertokoan Jompo juga berimbas di tempat kerjanya. Keyakinan Yeni, konstruksi tokonya lebih kuat. “Ibarat teknologi, toko ini teknologi pembangunannya lebih cangih daripada pertokoan Jompo,” klaimnya.

Terjadi Penyempitan Kanal

Air itu berwarna cokelat dan arusnya deras. Begitulah pantauan Jawa Pos Radar Jember di sungai yang mengalir di bawah jembatan dan pertokoan Jompo. Sebelum melewati jembatan Jompo atau dipantau dari bawah Rien Colletion, lebar sungai itu sekitar 12 meter. Namun, lebar sungai berubah drastis menjadi 6-5 meter saja setelah melewati jembatan Jompo. Sungai tersebut menyempit.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak banyak yang paham, saat melintasi Jalan Gajah Mada hingga Alun-Alun Jember bakal melewati sungai. Sebab, penampang jembatan juga tidak terasa. Begitulah Sungai Jompo yang membelah Jl Sultan Agung. Para pengendara rasanya terhipnotis dengan kompleks pertokoan di kanan-kiri jalan. Toko-toko itu membuat Sungai Jompo seolah berkamuflase.

“Aku ini lho baru paham kalau Jl Sultan Agung itu ada sungainya,” kata Hadi, warga Mangli. Kompleks pertokoan Jompo yang ambruk, kemarin (2/2), bangunannya memang setengah melayang di atas sungai. Bahkan, ada bangunan toko yang tak sekadar melayang, tapi berdiri tepat di atas sungai. Bangunan itu berada di depan pertokoan Jompo yang ambruk atau menjadi satu deretan dengan Rien Collection.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember yang turun ke sungai melewati gang kecil samping Rien Collection, terpampang jelas ada bangunan di atas sungai. Dilihat dari sungai, setidaknya ada lima bangunan toko yang dibangun di atas sungai. Namun, jika dilihat dari Jalan Sultan Agung, deretan toko total ada tujuh bangunan. Semuanya berdiri persis di atas kanal.

Dari tujuh toko yang dibangun di atas sungai tersebut, hanya satu yang buka pada waktu itu. Hanya toko emas, persis di samping toko peracangan UD Damai Jaya. Toko elektronik Aneka juga tutup, hanya pintunya saja yang terbuka sedikit. Bahkan, di antara jajaran toko di atas Sungai Jompo, ada yang memasang banner disewakan.

Yeni, pegawai toko elektronik Aneka yang berdiri di atas sungai itu, mengaku bahwa toko tempatnya bekerja sudah ada sejak lama, sekitar tahun 1990-an. “Duluan pertokoan Jompo yang ambruk itu pembangunannya. Kalau toko ini milik sendiri, pertokoan Jompo milik pemda,” ujarnya.

Yeni mengaku tak khawatir kejadian ambruknya pertokoan Jompo juga berimbas di tempat kerjanya. Keyakinan Yeni, konstruksi tokonya lebih kuat. “Ibarat teknologi, toko ini teknologi pembangunannya lebih cangih daripada pertokoan Jompo,” klaimnya.

Terjadi Penyempitan Kanal

Air itu berwarna cokelat dan arusnya deras. Begitulah pantauan Jawa Pos Radar Jember di sungai yang mengalir di bawah jembatan dan pertokoan Jompo. Sebelum melewati jembatan Jompo atau dipantau dari bawah Rien Colletion, lebar sungai itu sekitar 12 meter. Namun, lebar sungai berubah drastis menjadi 6-5 meter saja setelah melewati jembatan Jompo. Sungai tersebut menyempit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/